Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Selasa, 08 Juli 2025 | 15:08 WIB

guideku.com - Siapa sih yang nggak kenal KFC? Restoran ayam goreng krispi asal Amerika Serikat ini udah jadi bagian dari hidup banyak orang Indonesia, mualai dari buat ngemil, makan siang, sampai traktiran ulang tahun.

Tapi, pernah nggak sih kamu kepikiran, siapa sih orang di balik kesuksesan KFC di Indonesia? Kok bisa sih brand asal Amerika ini nempel banget di hati kita?

Nah, daripada penasaran, yuk kita bahas bareng dari awal gimana KFC bisa masuk ke Indonesia, siapa pemiliknya sekarang, dan seberapa besar sih bisnisnya? 

Awal Mula KFC Masuk ke Indonesia

KFC pertama kali muncul di Amerika Serikat tahun 1952. Pendiri utamanya adalah Colonel Sanders, yang legendaris banget dengan resep ayam goreng rahasianya. Nah, resep ini yang akhirnya jadi dasar menu KFC di seluruh dunia.

KFC masuk ke Indonesia pada tahun 1979, dan gerai pertamanya buka di Jalan Melawai, Jakarta Selatan. Yang bawa KFC ke Indonesia adalah seorang pengusaha bernama Dick Gelael. Sebelumnya, dia udah punya bisnis supermarket, tapi melihat peluang di dunia makanan cepat saji, akhirnya dia ngajuin lisensi waralaba KFC langsung ke Amerika.

Hasilnya? Disetujui! Dan lahirlah PT Fast Food Indonesia Tbk (atau sering disebut FAST), perusahaan yang pegang lisensi KFC secara resmi di Indonesia.

Terus, Siapa Pemilik KFC Indonesia Sekarang?

Oke, sekarang masuk ke pertanyaan utama: siapa sih pemilik KFC Indonesia?

Jadi gini, secara struktur, KFC Indonesia itu dikelola oleh PT Fast Food Indonesia Tbk. Saham perusahaan ini mayoritas dimiliki dua kelompok besar: keluarga Gelael melalui PT Gelael Pratama (sekitar 39,84%) dan Salim Group lewat PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (sekitar 35,84%). Sisanya dimiliki masyarakat umum, termasuk investor-investor kecil dan karyawan.

Nah, karena dua pemegang saham utama ini punya porsi besar, mereka juga ngisi posisi penting di manajemen perusahaan. Misalnya, Ricardo Gelael (anak dari Dick Gelael) sekarang jadi Direktur Utama, sementara Anthoni Salim (bos besarnya Grup Salim) duduk sebagai Komisaris Utama.

KFC Jual Saham ke Anak Haji Isam

Ada kabar heboh dari dunia per-ayam-an nih! PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), alias pemegang merek KFC di Indonesia, baru aja lepas 15 persen sahamnya di PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) ke PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN). Transaksi ini nilainya fantastis, mencapai Rp 54,44 miliar! Kesepakatan ini udah resmi disetujui lewat Akta No. 376 pada 30 Juni 2025 lalu, melibatkan 41.877 lembar saham Seri A.

Menurut informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (3/7/2025), nilai transaksi ini gede banget, mencapai 42,62 persen dari total ekuitas FAST per 31 Desember 2024 yang cuma Rp127 juta. Saking gedenya, transaksi ini masuk kategori "transaksi material" berdasarkan POJK No.17/POJK.04/2020. Artinya, ini bukan transaksi biasa, guys!

Nah, yang bikin makin seru adalah siapa di balik PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN) ini. SFN ini perusahaan yang jualan daging ayam dan olahan ayam. Struktur kepemilikan sahamnya ada Liana Saputri (45 persen), Putra Rizky Bustaman (45 persen), dan Bani Adityasuny Ismiarso (10 persen).

Yang bikin melongo, Liana Saputri itu ternyata putri sulung dari Andi Syamsuddin Arsyad, alias Haji Isam, konglomerat terkenal itu! Liana juga punya saham dan jadi komisaris di berbagai perusahaan yang terafiliasi sama Jhonlin Group. Sementara itu, Putra Rizky Bustaman itu suaminya Liana Saputri. Jadi, masuknya SFN ini bener-bener nambah dimensi baru di bisnis KFC di Indonesia. Gila, kan?

Meskipun tujuannya strategis, ada yang bikin kening berkerut nih. Hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) nunjukkin kalau harga jual 15 persen saham JAI yang Rp54,44 miliar itu 150,59 persen di atas nilai wajarnya! Ini bikin transaksi ini dikategorikan "tidak wajar".

"Nilai Rencana Transaksi ini 150,59 persen di atas nilai pasar, jadi nggak masuk akaran sama POJK 35/2020," begitu isi ringkasan laporan penilai independen.

Tapi, manajemen FAST tetep ngegas, bilang kalau transaksi ini udah sesuai praktik bisnis yang wajar dan nggak ada konflik kepentingan. Semoga aja beneran ya!

Per 31 Desember 2024, saham FAST dimiliki sama: PT Gelael Pratama (40 persen), PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (anak usaha Salim Group, 35,84 persen), BBH Luxembourg S/A Fidelity FD Sicav, FD FDS PAC FD (7,81 persen), dan sisanya publik.

Di pasar saham, saham FAST lagi ngegas banget! Pada 4 Juli 2025, sahamnya tercatat IDR 346, naik signifikan +68 poin atau +24,46% dari penutupan sebelumnya. Volume perdagangannya juga gede banget, mencapai 28.763.400 saham. Meskipun EPS (Earning Per Share) FAST masih minus di IDR -9, kapitalisasi pasarnya udah mencapai IDR 1.565.169 Juta.

Sekadar info, PT Fast Food Indonesia Tbk ini satu-satunya yang megang lisensi resmi Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia. Didirikan tahun 1978, mereka mulai jualan setahun kemudian di Jakarta. Terus tahun 1990, Grup Salim ngambil alih sebagian besar sahamnya, dan FAST IPO di tahun 1993.