Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Selasa, 08 Juli 2025 | 19:33 WIB

guideku.com - Antusiasme investor terhadap PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) tak terbendung. Menjelang penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), tingkat oversubscription saham COIN telah menembus lebih dari 180 kali—naik 260 persen hanya dalam dua hari.

Pencapaian ini bukan hanya mencerminkan tingginya minat pasar terhadap sektor teknologi dan kripto, tapi juga perhatian publik terhadap sosok di balik layar: Andrew Hidayat, pemegang saham terbesar melalui PT Megah Perkasa Investindo.

Andrew, yang pernah terlibat dalam kasus hukum di masa lalu, kini kembali menjadi sorotan setelah membawa COIN ke lantai bursa. Langkah ini menimbulkan beragam reaksi, namun tak sedikit yang menilainya sebagai langkah maju menuju transparansi dan pembuktian diri.

“Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan. Apa yang dilakukan oleh Andrew Hidayat melalui COIN adalah langkah positif. Masuk ke pasar terbuka artinya semua hal bisa dilihat dan diawasi oleh publik dan regulator. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga soal keberanian untuk memperbaiki masa depan,” ujar seorang pengamat pasar modal, Senin (6/7/2025).

Otoritas Bursa Efek Indonesia pun turut angkat suara. Mereka menegaskan bahwa catatan hukum Andrew tidak termasuk kategori pidana ekonomi atau keuangan yang menjadi dasar pelarangan IPO berdasarkan Peraturan Bappebti No. 8/2021.

Proses pencatatan saham COIN, lanjut BEI, juga telah melewati evaluasi ketat, termasuk aspek regulasi dan rekam jejak pengendali perusahaan.

Andrew Hidayat sendiri dikenal sebagai pengusaha lintas sektor: dari properti, teknologi, hingga aset digital. Melalui COIN, ia mengusung misi untuk memperluas pemanfaatan teknologi blockchain dan kripto di Indonesia dengan prinsip tata kelola yang baik.

Dalam aksi IPO ini, COIN melepas 2,2 miliar saham baru, setara 15 persen dari modal disetor penuh—dengan rentang harga penawaran Rp100–105 per saham. Target dana yang ingin dihimpun mencapai Rp231,62 miliar, dengan PT Ciptadana Sekuritas Asia bertindak sebagai penjamin emisi.

Dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi, ekspansi bisnis, serta memperkuat modal kerja—khususnya dalam mendorong inovasi produk dan layanan digital berbasis blockchain.

COIN sendiri berfokus pada pengembangan aplikasi blockchain, tokenisasi aset, dan layanan digital terintegrasi yang mengusung semangat revolusi digital di Indonesia.

Dengan tingginya permintaan investor dan langkah terbuka yang diambil perusahaan, COIN kini bersiap menempuh babak baru sebagai emiten kripto pertama yang go public di BEI dan sebagai pionir dalam memperkenalkan teknologi blockchain ke pasar yang lebih luas.