Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Selasa, 15 Juli 2025 | 16:11 WIB

guideku.com - Gengs, buat kamu yang tiap hari scroll Instagram atau TikTok, pasti udah hafal banget sama dua tipe konten ini: satu, pamer barang-barang mewah yang bikin kita auto bilang "pengen"; dua, ngasih saran keuangan yang kelihatannya gampang banget bikin kaya. Kelihatannya keren dan bebas, kan?

Tapi, tahan dulu. Era "bebas tanpa aturan" di dunia maya kayaknya bakal segera berakhir. Dua 'polisi' dari sektor berbeda, yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kini kompak pasang kuda-kuda.

Mereka mulai mengawasi dan siap menertibkan para influencer dan siapa pun yang gemar pamer di media sosial. Ini sinyal keras buat semua: hati-hati!

1. Suka Pamer di Medsos? Siap-siap 'Disapa' Petugas Pajak!

Ini peringatan pertama dan paling nyelekit buat para flexer. DJP sekarang nggak lagi nunggu laporan manual. Mereka punya 'mata-mata' digital yang canggih buat ngawasin kita semua. Namanya skema crawling.

Direktur Peraturan Perpajakan I DJP, Hestu Yoga Saksama, secara terang-terangan bilang kalau mereka aktif mengumpulkan data dari medsos.

"Yang seperti media sosial kita sudah lakukan crawling, data-data ya. Kalau suka pamer mobilnya walaupun mobilnya nggak bagus ya pasti diamati sama teman-teman pajak," ujar Yoga, Senin (15/7/2025).

Gampangnya gini: semua postingan pamer mobil baru, tas branded, atau liburan mewahmu itu dikumpulin sama sistem mereka. Data itu kemudian dicocokin sama laporan pajakmu. Kalau gaya hidupmu di medsos kayak sultan tapi laporan pajakmu kayak anak kosan, jangan kaget kalau tiba-tiba ada 'sapaan hangat' dari petugas pajak.

Nggak cuma yang pamer, para penerima endorsement yang selama ini mungkin "lupa" laporin penghasilannya juga jadi target utama. "Kalau YouTube, endorsement, juga sudah kita lakukan juga banyak pengawasan," tegas Yoga. Jadi, nggak ada lagi cerita penghasilan digital bisa 'sembunyi'.

2. 'Finfluencer' Abal-abal Bikin Rugi, OJK Nggak Tinggal Diam!

Peringatan kedua datang dari OJK, dan ini sasarannya spesifik ke para influencer keuangan atau finfluencer. Gara-gara banyak kasus orang kehilangan duit karena ngikutin saran ngawur dari finfluencer yang nggak kompeten, OJK akhirnya turun tangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, bilang kalau pihaknya bakal segera bikin regulasi buat menertibkan para finfluencer ini.

"Jadi memang terjadi beberapa kasus yang langsung telah menyebabkan korban ataupun kerugian. Tapi terlepas dari itu, memang kita ingin membangun satu sistem keuangan yang lebih terpercaya," ujar Mahendra, Selasa (15/7/2025).

Intinya, OJK mau memastikan kalau orang yang ngasih saran soal saham, reksa dana, atau investasi lainnya itu benar-benar paham dan transparan. Mereka nggak mau lagi ada korban gara-gara info sesat yang dibungkus konten keren. "OJK untuk melakukan pelindungan kepada konsumen, investor, maupun masyarakat," tegasnya.

Pelajaran Buat Kita Semua: Jadi Cerdas Itu Wajib!

Dari dua 'serangan' ini, ada pelajaran penting yang bisa kita ambil, baik sebagai kreator maupun sebagai penonton.

Buat Kamu yang Jadi Kreator/Influencer:

Pamer Boleh, Pajak Jangan Lupa: Kalau kamu punya penghasilan dari endorsement atau konten, jadilah warga negara yang baik. Laporkan dan bayar pajaknya. Ini juga bikin bisnismu lebih profesional.

Jangan Asal Kasih Saran: Khususnya soal keuangan. Kalau kamu bukan ahlinya, jangan pernah kasih saran investasi atau produk keuangan yang kamu sendiri nggak paham risikonya. Salah-salah, kamu bisa kena masalah hukum.

Buat Kamu yang Jadi Penonton/Follower:

Jangan Telan Mentah-mentah: Jangan gampang silau sama gaya hidup mewah yang dipamerin di medsos. Apa yang kamu lihat belum tentu kenyataan seutuhnya.

Cek Latar Belakang Finfluencer: Sebelum ngikutin saran investasi dari seseorang, coba cek dulu latar belakangnya. Apakah dia punya sertifikasi? Apakah dia punya pengalaman yang relevan? Jangan cuma karena dia terkenal, kamu langsung percaya.

Edukasi Diri Sendiri: Cara terbaik buat nggak ketipu adalah dengan jadi pintar. Pelajari dasar-dasar keuangan dan investasi dari sumber-sumber yang kredibel, jangan cuma dari satu influencer.

Era digital memang memberi banyak peluang, tapi juga membawa banyak jebakan. Saatnya kita semua jadi lebih cerdas dan bertanggung jawab. Setuju?