guideku.com - Kamu pengen investasi tapi nggak tahu harus mulai dari mana? Mungkin kamu sering lihat teman atau selebgram pamer keuntungan dari saham atau aset kripto, tapi rasanya kok rumit dan berisiko tinggi.
Kalau kamu masih pemula dalam dunia investasi, coba aja kamu pakai metode investasi reksadana. Produk investasi ini punya tingkat keamanan dan verifikasi yang oke loh, karena asetmu bakal dikelola oleh ahlinya, yaitu Manajer Investasi (MI).
Tugas mereka adalah mengumpulkan dana dari banyak investor sepertimu, lalu menginvestasikannya ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang secara profesional.
Masih takut dan ngerasa nggak aman? Tenang aja kok, reksadana merupakan produk investasi yang legal dan diawasi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia.
Baca Juga
Setiap produk reksadana dan Manajer Investasi yang menawarkannya harus mendapatkan izin dari OJK. Jadi, keamanannya 100% bakal terjamin dan bisa buat investor atau penggunanya merasa nyaman dan lebih terlindungi dari praktik investasi bodong.
Udah tertarik buat investasi tapi danamu terbatas? Nggak usah bingung, di reksadana kamu bisa berinvestasi dengan modal yang minim banget, yakni mulai dari Rp 10.000 saja. Murah banget kan?
Ini membuatnya menjadi pintu masuk yang sangat ramah bagi siapa saja yang ingin mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi.
Perlu tips-tipsnya? Ini beberapa tips buatmu yang mau nyoba berinvestasi di Reksadana!
1. Kenali Profil Risikomu
Hal pertama yang harus kamu cermati sebelum mulai investasi di Reksadana adalah kenali profil risikomu. Kamu yang masih newbie banget di dunia investasi tentunya nggak bisa langsung nyemplung tanpa tahu seluk beluk dunia tersebut.
Kamu harus paham setiap investasi pasti ada risiko yang menyertainya. Ada investor tipe konservatif yang tidak tahan melihat nilai investasinya turun, ada yang moderat, dan ada juga tipe agresif yang siap dengan fluktuasi tinggi demi potensi imbal hasil yang lebih besar.
Dengan mengenali dirimu termasuk tipe yang mana, kamu bisa memilih jenis reksadana yang paling cocok dan bisa tidur nyenyak.
2. Bikin Jangka Waktu dan Tujuan Investasimu
Kedua, kamu harus tahu mau investasi itu jangka waktu dan tujuannya buat apa. Ini penting agar investasimu lebih terarah.
Ada orang yang mau investasi buat dana pensiun, membeli rumah, atau sekadar buat membuka bisnis baru. Nah, kamu harus tahu mau investasi itu buat apa dan jangka waktunya berapa lama.
Kalau buat beli gadget baru tahun depan, biasanya jangkanya bakal pendek. Tapi, kalau kamu mau buat dana pensiun, biasanya jangka waktunya bakal panjang, bisa sampai 20-30 tahun. Tujuan ini akan menentukan jenis reksadana yang kamu pilih.
3. Lakukan Riset Produk
Hal yang paling penting adalah kamu perlu melakukan riset yang sesuai dengan portofoliomu sebelum melakukan investasi. Nggak lucu kan kalau kamu tiba tiba invest uang ke reksadana tanpa melakukan riset terlebih dahulu?
Kamu bisa membaca dokumen penting seperti fund fact sheet (laporan kinerja bulanan) dan prospektus dari reksadana yang kamu incar. Dokumen ini seperti rapor produk yang menunjukkan kinerjanya di masa lalu dan ke mana saja dana dikelola.
Dengan melakukan riset, kamu juga bisa mengurangi risiko kerugian dari investasimu dan membuat keputusan yang lebih bijak.
Jenis-jenis Reksadana Secara Umum
Agar tidak salah pilih, kenali dulu jenis-jenis reksadana yang paling umum:
- Reksadana Pasar Uang (RDPU): Paling rendah risiko, cocok untuk tujuan jangka pendek (di bawah 1 tahun).
- Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT): Risikonya setingkat di atas RDPU, cocok untuk jangka menengah (1-3 tahun).
- Reksadana Campuran (RDC): Isinya campuran saham dan obligasi, risikonya moderat, untuk jangka waktu 3-5 tahun.
- Reksadana Saham (RDS): Paling tinggi risiko dengan potensi imbal hasil paling tinggi, ideal untuk tujuan jangka panjang (di atas 5 tahun).
Aplikasi Reksadana Populer di Indonesia
Di Indonesia sendiri ada beberapa aplikasi reksadana yang cukup populer dan sudah terdaftar di OJK sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Apa saja? Ini daftarnya!
Nah, itu dia beberapa tips sebelum kamu memulai investasi di reksadana. Ingat, kuncinya adalah mulai saja dulu dan lakukan secara konsisten.
Tag
Terkini
- Dulu Ngaku Siap Kehilangan Jabatan Demi Buruh, Wamenaker Noel Kini Diciduk KPK karena Meras Perusahaan!
- Heboh Bule Ngaku 'Dirampok' 5.000 Dolar di Kantor Bea Cukai Soetta, Faktanya Gimana?
- Bank Digital atau Konvensional: Mana yang Lebih Cocok Buat Dompet Anak Muda?
- Nikmatnya Jadi WNI: Transaksi Keuangan Warga Kini Bisa Dipantau Langsung Sama Negara
- Kerja Kayak Mesin vs Hidup Selow: Gen Z yang Baru Kerja Mesti Tau Bedanya!