Rabu, 02 September 2026
Reza Sulaiman | Zahir : Senin, 28 Juli 2025 | 19:00 WIB

guideku.com - Kamu pernah dengar istilah dana darurat nggak? Mungkin sering lihat seliweran di TikTok atau Instagram. Dana darurat ini adalah tabungan atau uang simpanan yang sengaja kamu sisihkan buat keperluan mendesak saja loh!

Jadi, dana darurat ini memang bentuknya sebagai uang yang sengaja banget disiapkan sebagai pelampung atau penyelamat di saat genting. Ini bukan tabungan buat beli HP baru atau liburan, tapi jaring pengaman finansialmu.

Saat-saat genting itu gimana sih? Situasinya bisa macam-macam dan seringkali tidak terduga. Bisa seperti saat kamu atau keluarga tiba-tiba perlu uang untuk berobat, motor atau laptop yang jadi andalan kerja mendadak rusak, atau bahkan keperluan mendesak seperti memperbaiki atap rumah yang bocor saat musim hujan. Jadi, dana ini bisa fleksibel dan disiapkan buat apa saja, yang penting sifatnya darurat.

Kamu belum punya dana darurat? Nggak perlu khawatir dan merasa tertinggal. Semua orang punya titik mulainya masing-masing.

Ini ada 4 tips praktis yang bisa kamu lakukan jika ingin memulai mengumpulkan dana darurat.

1. Tentukan Target Dana Darurat yang Realistis

Dana darurat ini sebenarnya tidak ada jumlah minimum atau besaran pasti yang menentukannya untuk semua orang, karena kebutuhan tiap individu berbeda.

Tapi, ada rumus idealnya, yaitu total dana darurat ini bisa ditarget sekitar 3 sampai 6 kali pengeluaran bulananmu. Misalnya, kamu memiliki pengeluaran rutin bulanan sebesar Rp 2 juta, maka idealnya total dana daruratmu harus mencapai setidaknya Rp 6 juta hingga Rp 12 juta.

Angka 3 kali untuk yang masih lajang, dan 6 kali untuk yang sudah berkeluarga atau menjadi tulang punggung.

Jadi, mulai sekarang, coba duduk dan hitung pengeluaran total bulananmu secara pasti agar bisa menentukan besaran target dana daruratmu. Jangan pusing kalau angkanya terlihat besar, yang penting adalah memulai dan konsisten.

Ingat, kumpulkan uang untuk dana darurat ini dengan rutin tetapi tetap semampunya.

2. Buat Anggaran dan Rutin Menabung

Kamu kalau mau membuat dana darurat harus punya komitmen untuk rajin menabung! Uang yang digunakan untuk dana darurat ini bisa berasal dari uang penghasilan bulananmu.

Terapkan prinsip "bayar diri sendiri dulu". Idealnya, anggaran uang dana darurat yang ditabung ini sekitar 10% sampai 20% dari pemasukan bulanan. Jadi, jika pemasukanmu Rp 3 juta, maka usahakan untuk menyisihkan sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu setiap bulannya khusus untuk pos ini, langsung setelah gajian, bukan menunggu sisa di akhir bulan.

3. Cari Penghasilan Tambahan (Kalau Memungkinkan)

Kalau kamu ingin memiliki dana darurat yang memadai dan terkumpul lebih cepat, tidak ada salahnya mulai mencari pekerjaan sampingan selain kerjaan rutinmu. Jika kamu seorang guru, bisa saja kamu membuka jasa les-lesan atau bimbingan belajar di luar jam kerja.

Jika kamu jago desain, kamu bisa coba menjadi desainer grafis lepas. Atau bahkan hal sederhana seperti menjual barang yang sudah tidak terpakai (preloved) bisa jadi tambahan yang lumayan.

Ini bisa membantu banget kok buat kamu yang ingin punya target dana darurat yang memadai dengan cepat. Tapi, yang perlu diingat adalah pastikan kerjaan sampinganmu ini tidak boleh justru menyusahkanmu dan mengganggu kesehatan serta pekerjaan utamamu.

4. Simpan Dana Darurat di Tempat yang Mudah Diakses (Tapi Nggak Terlalu Mudah)

Salah satu hal paling krusial yang perlu kamu tahu adalah cara menyimpan dana darurat. Kamu harus tahu jika dana darurat ini tidak boleh menjadi satu dengan rekening pemasukan bulanan. Kamu harus memiliki rekening atau metode penyimpanan lain untuk dana darurat ini.

Kenapa? Biar tidak tercampur dan tidak sengaja terpakai. Nggak mau kan dana darurat yang harusnya disimpan dan dipakai saat penting malah terpakai buat jajan atau belanja online?

Simpanlah di tempat yang likuid atau mudah dicairkan, seperti di rekening bank terpisah tanpa kartu ATM, atau di instrumen investasi rendah risiko seperti Reksadana Pasar Uang (RDPU) yang bisa ditarik dalam 1-2 hari kerja.

Nah, itu dia beberapa tips yang bisa kamu pakai kalau ingin menabung buat dana darurat. Anggap saja ini sebagai bentuk sayang pada dirimu sendiri di masa depan.