guideku.com - Gengs, pernah nggak sih kamu ngalamin momen nyesek di akhir bulan? Pas ngecek sisa saldo, rasanya pengen nangis sambil nanya, "Duit gue ke mana aja, ya?" Kamu kerja banting tulang, tapi kok rasanya gaji cuma numpang lewat doang. Nah, ternyata, salah satu "pembunuh senyap" terbesar dari keuangan anak kota kayak kita adalah biaya transportasi!
Masalah ini udah saking seriusnya sampai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya turun tangan. Mereka sadar ada yang nggak beres saat ongkos ojol buat ke stasiun justru lebih mahal dari tiket keretanya sendiri.
Biar kamu makin sadar kalau ini bukan cuma masalahmu doang, yuk kita bedah 5 fakta yang mengungkap betapa peliknya "jebakan" biaya transportasi ini.
1. Pengeluaran Kita Jauh di Atas Standar 'Sehat' Bank Dunia
Bank Dunia punya standar ideal: pengeluaran buat transportasi itu seharusnya nggak lebih dari 10% dari total biaya hidupmu. Tapi di Indonesia? Jauh panggang dari api!
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata biaya transportasi di kota-kota besar kita sudah mencapai 12,46%.
Artinya, sebagian besar gaji kita udah "hilang di jalan" bahkan sebelum dipakai buat bayar kosan atau makan.
2. Biang Keroknya Bukan Tiket KRL, tapi Ojol dan Parkir!
Ini dia akar masalah yang akhirnya diakui sama Kemenhub. Tiket KRL atau busway mungkin murah meriah karena disubsidi. Tapi, biaya buat nyampe ke stasiun/halte (first mile) dan dari stasiun/halte ke tujuan akhir (last mile), itulah yang sebenarnya mencekik leher kita.
Dirjen ITM Kemenhub, Risal Wasal, ngebeberin paradoks ini dengan jelas.
"Kalau saat ini masyarakat sampai naik kereta api (ongkos) keretanya murah Rp3.500 sampai Rp6,000, tapi first mile-nya, ojek onlinenya Rp25.000, parkirnya Rp10.000, ini yang akan kita pelajari," ujar Risal.
Sebuah konfirmasi resmi bahwa pemerintah sadar, masalahnya bukan di angkutan massalnya, tapi di ekosistem pendukungnya yang "sadis".
3. Peta Kota 'Paling Boncos' buat Transportasi: Bekasi Juaranya!
Kalau kamu pikir Jakarta yang paling mahal, kamu salah besar. Ternyata, kota-kota penyangganyalah yang warganya paling "berdarah-darah" soal ongkos. Ini daftar kota dengan biaya transportasi bulanan tertinggi menurut BPS:
- Bekasi: Rp 1,9 juta/bulan
- Depok: Rp 1,8 juta/bulan
- Surabaya: Rp 1,6 juta/bulan
- Jakarta: Rp 1,59 juta/bulan
- Bogor: Rp 1,2 juta/bulan
Data ini nunjukkin kalau penderitaan para komuter ini nyata dan merata di berbagai kota besar.
4. Kemenhub Akhirnya 'Bangun', Janji Cari Solusi
Setelah bertahun-tahun kita ngeluh, Kemenhub akhirnya janji bakal serius nyari solusi. Mereka lagi nyiapin kajian komprehensif buat nemuin cara neken biaya perjalanan ini.
"Kita akan pelajari bagaimana kita bisa mereduksi biaya perjalanan dari masyarakat baik itu saat bekerja, belanja, tamasya dan sebagainya," kata Risal.
5. Biar Tahu Aja: Subsidi Transportasi Jakarta Itu Rp 5,16 TRILIUN!
Biar kamu kebayang betapa mahalnya upaya bikin transportasi publik tetap terjangkau, lihat aja contoh ekstrem dari Jakarta.
Dinas Perhubungan DKI bilang kalau 70% dari total anggaran mereka itu habis cuma buat subsidi Transjakarta, MRT, dan LRT.
Nilainya? Rp 5,16 triliun! Gila, kan? Angka ini nunjukkin betapa beratnya tantangan buat bikin sistem transportasi yang murah dan terintegrasi, bahkan di ibu kota sekalipun.
Jadi, Gengs, lain kali kamu ngerasa dompetmu kering di akhir bulan, jangan cuma nyalahin diri sendiri. Bisa jadi, kamu adalah salah satu korban dari sistem transportasi yang belum berpihak pada kantong kita.
Tag
Terkini
- Dulu Ngaku Siap Kehilangan Jabatan Demi Buruh, Wamenaker Noel Kini Diciduk KPK karena Meras Perusahaan!
- Heboh Bule Ngaku 'Dirampok' 5.000 Dolar di Kantor Bea Cukai Soetta, Faktanya Gimana?
- Bank Digital atau Konvensional: Mana yang Lebih Cocok Buat Dompet Anak Muda?
- Nikmatnya Jadi WNI: Transaksi Keuangan Warga Kini Bisa Dipantau Langsung Sama Negara
- Kerja Kayak Mesin vs Hidup Selow: Gen Z yang Baru Kerja Mesti Tau Bedanya!