guideku.com - Drama di keluarga Ahmad Dhani nggak pernah ada jeda, tapi kali ini isunya jauh lebih serius dan personal. Bukan lagi soal masa lalu, tapi soal perlindungan anak.
Ahmad Dhani dan Mulan Jameela baru aja mengambil langkah hukum yang tegas dengan mengadukan psikolog Lita Gading ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Tuduhannya nggak main-main, Lita Gading diduga mendukung aksi perundungan siber yang menimpa putri mereka, SA. Ini bukan lagi sekadar sindir-sindiran antar seleb, ini sudah masuk ranah hukum yang bisa berujung penjara.
Kenapa Sampai Lapor KPAI?
Baca Juga
Jadi, masalahnya berawal dari sebuah konten video milik Lita Gading. Menurut tim kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, video tersebut nggak cuma menampilkan foto SA yang masih di bawah umur, tapi juga dibumbui narasi yang problematik.
"Ada juga bahasa provokasi tentang stigma persoalan orangtuanya, dan seolah-olah membenarkan tindakan netizen membully anak itu," jelas Aldwin di kantor KPAI, Rabu (9/7/2025).
Intinya, Lita Gading dituduh "mengompori" dan membenarkan aksi bully dengan mengait-ngaitkan sang anak dengan drama orang tuanya. Ini jelas nabrak aturan soal hak privasi dan perlindungan anak. Ancamannya pun bukan kaleng-kaleng, bisa kena UU Perlindungan Anak dan UU ITE dengan hukuman sampai 5 tahun penjara!
Siapa Sih Lita Gading?
Yang bikin kasus ini makin panas adalah status Lita Gading sebagai seorang psikolog. Logikanya, seorang psikolog harusnya jadi garda terdepan melawan perundungan. Inilah yang disorot tajam oleh pihak Dhani.
"Ini harus ada efek jera. Apalagi, ini yang berbicara orang yang punya tingkat pendidikan tinggi," kata Aldwin.
Ahmad Dhani sendiri nggak banyak basa-basi. Saat ditanya apakah Lita Gading akan dipanggil ke KPAI, jawabannya singkat, padat, dan nyelekit.
"Nggak usah dipanggil (ke KPAI). Nanti biar polisi aja yang manggil," ucap pentolan Dewa 19 itu dengan tegas.
Mic drop! Ini sinyal kuat bahwa mereka nggak akan berhenti di KPAI dan bakal lanjut ke laporan pidana.
Dhani Bilang Ini Bukan Cuma soal Anaknya
Meskipun ini jelas masalah personal, Ahmad Dhani membingkainya sebagai isu yang lebih besar. Datang dengan peran gandanya sebagai ayah sekaligus anggota dewan, ia ingin kasus ini jadi pelajaran buat seluruh masyarakat Indonesia.
"Ini langkah untuk menertibkan masyarakat soal perlindungan anak, karena banyak yang nggak paham bahwa anak itu dilindungi oleh negara," tegas Dhani.
Baginya, ini adalah momentum buat "menampar" kesadaran publik bahwa mengusik anak di bawah umur, sekalipun anak seorang figur publik, punya konsekuensi hukum yang serius. Hate the parents, but leave the kids out of it. Tampaknya, itu pesan yang ingin disampaikan Dhani.
"Ini nggak hanya urusan anak saya, ini urusan anak di Indonesia semua. Agar masyarakat paham bahwa anak-anak Indonesia itu dilindungi oleh negara," tambahnya.
Sementara itu, Mulan Jameela yang juga hadir memilih untuk tidak berkomentar dan langsung meninggalkan lokasi.
Kasus ini sepertinya baru permulaan dari sebuah pertarungan hukum yang panjang. Satu hal yang pasti, ini jadi pengingat keras buat kita semua, di dunia digital yang kejam, anak-anak adalah pihak yang paling rentan dan harus dilindungi bersama.