Rabu, 02 September 2026
Dany Garjito | Aditya Prasanda : Jum'at, 07 Desember 2018 | 08:15 WIB

guideku.com - Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel (MAOUDC), sebuah sistem saluran untuk mengatasi banjir di Tokyo, Jepang ini berupa terowongan sepanjang 6,3 kilometer dengan lima tangki silinder dan puluhan pilar berbobot 500 ton nan menjulang tinggi.

Mereka menyebutnya katedral air, betapapun tak digunakan untuk beribadah. Sistem inilah yang digadang dapat mengatasi air bah yang sewaktu-waktu menyergap Tokyo.

Tak heran, mengingat salah satu kawasan terpadat di muka bumi ini dilintasi 15 sungai dan 5 di antaranya berada di jantung kotanya.

(Wikimedia Dddeco)

Jepang, terlebih Tokyo dikenal kerap menghadapi ancaman air bah selama bertahun-tahun.

Setiap tahunnya, Tokyo kerap dirundung curah hujan 1530 milimeter.

BACA JUGA: Uniknya Fundoshi, Celana Dalam Tradisional Jepang

Untuk mengatasi kondisi geografis ini, pemerintah Jepang selama 13 tahun, membangun sistem katedral MAOUDC bersama puluhan bendungan, gorong-gorong, waduk dan tanggul.

(Wikimedia Kaku Shinya)

Sistem ini akan menyedot saluran air berlebih dari sungai-sungai kecil dan menengah di Tokyo lantas memindahkannya ke Sungai Edo yang dapat menampung volume air berukuran besar, air nan berlebih akan diarahkan ke katedral air.

BACA JUGA: Nggak Nyangka, 5 Fakta Ini Bikin Jepang Iri Sama Indonesia

Dengan 78 pompa, lima tangki silinder setinggi 70 meter dan 59 pilar beton, katedral ini dapat menampung air dengan volume sebesar pesawat luar angkasa hingga patung liberty.

Sistem pertahanan ini bahkan disebut sebagai sistem anti banjir terbesar di dunia.

Terkini