Minggu, 15 September 2019
Dany Garjito | Aditya Prasanda : Kamis, 07 Februari 2019 | 09:15 WIB

Guideku.com - Hongkong dikenal sebagai salah satu kawasan dengan populasi terpadat di muka bumi.

Populasi yang membengkak diiringi pembangunan kota nan ekspansif, membuat penghuni Hongkong mengalami bermacam himpitan ekonomi.

Tak heran, di balik gemerlapnya kehidupan Hongkong, ada jutaan penduduk yang terisak di balik ruang-ruang sempit hanya demi bertahan hidup.

Pengentasan kesenjangan sosial dan nilai properti yang kian tak terjamah seakan jadi masalah pelik yang harus dihadapi Hongkong namun itu belum cukup sebab masalah lain membuat kota ini kian menyeramkan, yakni ancaman babi liar.

Seperti apa invasi babi liar di kota metropolitan tersebut? Berikut 4 fakta invasi babi liar di Hongkong seperti dihimpun Guideku.com dari berbagai sumber. Apa saja?

Berkeliaran di tempat umum

(Pixabay Sipa)

Populasi babi liar nan tak terkendali dan kerap kedapatan berlalu lalang di tempat umum meresahkan tidak sedikit masyarakat Hongkong.

Kawanan babi kerap ditemukan berlarian di tengah jalan, lintasan pesawat, mengeruk sisa-sisa sampah hingga jatuh dari langit-langit toko.

Mengancam keselamatan

Pemerintah setempat menyebut hingga paruh akhir 2018 lalu laporan mengenai gangguan babi liar dua kali lipat lebih banyak ketimbang 2013, yakni 679 kasus menilik laporan CNN Travel.

Pada bulan Oktober, dua warga lansia Hongkong digigit babi hutan di sekitar taman kota, sementara beberapa bulan sebelumnya, dua orang terpaksa mendapatkan perawatan medis setelah diserang babi hutan di kawasan Universitas Hong Kong.

Populasi membengkak karena manusia

(Pixabay Iisjah)

Beberapa sumber menyebut populasi babi hutan yang membengkak disebabkan masifnya pembangunan infrastruktur di Hongkongyang kian menghimpit tempat hidup para babi liar.

Kawanan babi kemudian memilih mencari makan di area perkotaan.

Tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah setempat terkait invasi babi tersebut serta minimnya angka pemangsa babi di ekosistem alami mereka membuat populasi babi membengak pesat.

Mencari solusi terbaik

Keberadaan babi liar nan kian meresahkan membuat badan konservasi setempat mempertimbangkan untuk mengambil langkah berani dengan menyuntik mati babi liar yang berisiko tinggi menyerang manusia.

Badan konsevasi Hongkong juga telah mensterilkan 54 babi liar yang menyerang perkotaan dan memindahkan 92 lainnya ke kawasan terpencil.

Beberapa politisi lokal mengusulkan ide-ide berani macam menghadirkan pemangsa babi liar hingga melegalkan perburuan.