guideku.com - Kamu pasti udah denger dong soal viralnya Bupati Pati yang naikin Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sampai 250%? Warganet langsung rame, pro-kontra pun nggak bisa dihindari.
Nah, biar kamu nggak ikut-ikutan panik, mending kita bahas bareng yuk gimana sih cara hitung dan bayar PBB yang bener. Siapa tau kamu malah jadi lebih melek pajak dan siap mental kalo ada kenaikan mendadak kayak gini.
Kenapa Sih Harus Bayar PBB?
PBB itu wajib dibayar sama semua pemilik tanah dan/atau bangunan. Uang yang kamu setor lewat pajak ini nantinya dipakai pemerintah buat bangun jalan, sekolah, rumah sakit, dan layanan publik lainnya. Jadi ya sebenernya, kamu juga bakal ngerasain manfaatnya langsung.
Baca Juga
Komponen Penting dalam PBB
Sebelum kita ngomongin hitung-hitungan, kenalan dulu yuk sama istilah-istilah penting:
- NJOP (Nilai Jual Objek Pajak): Nilai pasar tanah/bangunan yang ditetapkan pemerintah.
- NJOPTKP (NJOP Tidak Kena Pajak): Batas nilai NJOP yang nggak kena pajak.
- NJKP (Nilai Jual Kena Pajak): Besaran nilai NJOP setelah dikurangi NJOPTKP, yang dijadiin dasar perhitungan pajak.
- Tarif PBB: Ditetapkan sebesar 0,5% dari NJKP.
Rumus Cara Hitung PBB
Rumusnya simple kok:
PBB = (NJOP - NJOPTKP) x NJKP x Tarif PBB
Misalnya nih:
NJOP tanah + bangunan: Rp500 juta
NJOPTKP: Rp12 juta
NJKP: 20% (karena < Rp1 miliar)
PBB = (500.000.000 - 12.000.000) x 20% x 0,5% = Rp488.000.000 x 0,1% = Rp488.000
Cara Bayar PBB Online
Sekarang bayar PBB bisa lewat HP aja, caranya gampang banget:
- Buka situs resmi pajak daerah kamu.
- Cari fitur e-SPPT PBB dan daftar.
- Masukkan data diri (NIK, NPWP, nama, nomor HP, email).
- Masukkan Nomor Objek Pajak (NOP).
- Setelah verifikasi sukses, SPPT digital bakal dikirim ke email.
- Bayar lewat QRIS, mobile banking (BRImo, Livin', BCA Mobile, dll).
Viral Bupati Pati Naikkan PBB 250%, Apa Dampaknya?
Bupati Pati, Sudewo, naikin tarif PBB sampai 250% di tahun 2025. Katanya sih, ini demi memperbaiki jalan rusak, rumah sakit, dan nutup gaji honorer yang gede banget. Tapi sayangnya, kenaikan ini langsung bikin geger warga karena terlalu drastis. Bahkan ada demo segala.
Padahal menurut UU, PBB emang bisa dinaikin tiap 3 tahun sekali. Tapi karena di Pati udah 14 tahun nggak naik, akhirnya langsung dikatrol tinggi. Sudewo juga bilang, dibanding daerah tetangga, pendapatan PBB Pati jauh lebih kecil.
Mendagri Tito Karnavian pun turun tangan dan janji bakal cek kebijakan ini. Soalnya, banyak yang ngerasa berat banget bayar PBB segitu tinggi tiba-tiba.
Jadi, Harus Gimana Nih?
Buat kamu yang ngerasa PBB makin mahal, tetap tenang. Pemerintah biasanya ngasih opsi keringanan atau diskon pajak buat warga yang bener-bener keberatan. Coba ajukan pengurangan ke kelurahan atau kantor pajak setempat, ya.
Dan yang paling penting, pastikan kamu tau cara hitung dan bayar PBB dengan benar. Jangan sampai telat, karena bisa kena denda 2% per bulan sampai maksimal 24 bulan. Duh, lumayan banget kan kalau numpuk!
Kenaikan PBB emang bikin kaget, apalagi kalo nggak dikasih sosialisasi dulu. Tapi daripada ngomel doang, mending kita paham cara hitung dan bayarnya. Jadi kalo ada perubahan kebijakan, kita udah siap dan bisa ngatur keuangan lebih bijak.
Terkini
- Dulu Ngaku Siap Kehilangan Jabatan Demi Buruh, Wamenaker Noel Kini Diciduk KPK karena Meras Perusahaan!
- Heboh Bule Ngaku 'Dirampok' 5.000 Dolar di Kantor Bea Cukai Soetta, Faktanya Gimana?
- Bank Digital atau Konvensional: Mana yang Lebih Cocok Buat Dompet Anak Muda?
- Nikmatnya Jadi WNI: Transaksi Keuangan Warga Kini Bisa Dipantau Langsung Sama Negara
- Kerja Kayak Mesin vs Hidup Selow: Gen Z yang Baru Kerja Mesti Tau Bedanya!