guideku.com - Siapa yang nggak kenal Ade Armando? Dosen UI yang satu ini emang sering bikin heboh di media sosial. Nah, kali ini dia viral lagi, tapi bukan karena cuitan kontroversialnya. Ade baru aja diangkat jadi Komisaris PT PLN Nusantara Power—dan netizen langsung pada bingung.
Kabar ini pertama kali tersebar di Twitter (eh, X) sama akun @MurtadhaOne1 yang posting, "Selamat om Ade Armando. Akhirnya jadi komisaris juga. Komisaris PT. PLN Nusantara Power." Lengkap dengan foto surat edaran yang nunjukin nama Ade Armando masuk dalam jajaran Dewan Komisaris.
Si Ade sendiri udah konfirmasi ke media kalau dia emang udah serah terima jabatan pada Kamis, 3 Juli kemarin. Tapi yang bikin rame, netizen pada heran kenapa dia bisa dapet posisi ini.
Netizen Langsung Kepo: "Disiplin Ilmunya Apa Ya?"
Baca Juga
Salah satu komentar yang paling viral datang dari akun @logika_saya yang nanya, "Disiplin ilmunya apa ya?" Pertanyaan simpel tapi langsung jadi bahan diskusi panjang di timeline.
Emang sih, kalau dipikir-pikir, background Ade Armando kan dosen Ilmu Komunikasi di FISIP UI. Dia juga punya pengalaman di dunia jurnalistik sejak jadi aktivis pers mahasiswa di Warta UI. Tapi hubungannya sama kelistrikan? Hmm, agak jauh ya.
Denny Siregar Ikut Nyindir
Yang bikin makin seru, Denny Siregar—yang juga pegiat medsos—ikut berkomentar dengan gaya khasnya yang sarkastik: "Saya nggak tahu apa kompetensi bang Ade sehingga dia dipilih jadi Komisaris di anak usaha PLN. Mungkin kasihan karena dulu sering kesetrum."
Waduh, roasting level maksimal nih!
Para Ahli Angkat Bicara
Nah, ini yang perlu kita simak. Beberapa peneliti mulai mempertanyakan proses penunjukan ini:
Nailul Huda dari Center of Economic and Law Studies (Celios) bilang kalau penunjukan komisaris atau direksi di BUMN seharusnya berdasarkan kapabilitas dan kapasitas individu.
"BUMN merupakan badan usaha milik rakyat, bukan milik rezim," katanya.
Bagus Pradana dari Transparency International Indonesia (TII) juga senada. Dia khawatir kalau pengangkatan lebih didasarkan pada pertimbangan politik ketimbang kompetensi, bisa mengganggu kinerja BUMN.
Kenapa Ini Penting Buat Kita?
Mungkin ada yang mikir, "Ah, urusan orang dalam doang." Tapi tunggu dulu!
BUMN itu milik kita semua, guys. Uang yang dipakai buat operasional mereka juga dari pajak yang kita bayar. Jadi, kalau penunjukan komisaris atau direksinya nggak berdasarkan kompetensi, yang rugi ya kita juga.
PT PLN Nusantara Power ini adalah anak usaha PLN yang ngurusin pembangkit listrik. Posisi komisaris di sana tanggung jawabnya besar banget—mulai dari pengawasan operasional sampai strategi bisnis jangka panjang.
Lessons Learned
Dari kasus ini, ada beberapa hal yang bisa kita ambil:
- Transparansi itu penting - Masyarakat berhak tahu proses penunjukan pejabat BUMN
- Kompetensi di atas segalanya - Posisi strategis butuh orang yang bener-bener qualified
- Kita punya hak untuk mempertanyakan - Ini urusan publik, bukan urusan pribadi
Sekarang yang jadi pertanyaan: Apakah Ade Armando bisa membuktikan kalau dia layak di posisi ini? Atau justru bakal jadi bahan kritik terus-menerus?
Yang jelas, mata publik sekarang lagi sorot banget sama kinerja dia. Semoga aja keputusan ini nggak berdasarkan "siapa yang kamu kenal" tapi beneran karena dia punya value yang dibutuhin perusahaan.
Anyway, ini jadi reminder buat kita semua untuk tetap kritis sama kebijakan publik. Jangan cuma jadi penonton, tapi ikut awasi dan evaluasi. Karena pada akhirnya, yang kena dampaknya ya kita semua sebagai rakyat.
What do you think? Apakah penunjukan Ade Armando ini udah tepat, atau masih questionable? Drop your thoughts!
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya