guideku.com - Pesan kopi, malah berujung jadi kasus penganiayaan. Seorang pelanggan bernama Birdha Tsalasiwi Wartyana ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menyerang driver Shopee Food dan pacarnya di Godean, Sleman, Kamis malam (3/7/2025).
Nggak cuma itu, insiden ini juga bikin ratusan driver turun ke jalan dan bikin situasi makin panas!
Kronologi Awal: Kopi Telat, Emosi Meledak
Semua bermula saat Birdha order kopi Fore lewat Shopee Food. Si driver, Arzeto, datang bareng pacarnya, Ayuningtyas, buat nganterin pesanan. Tapi, order-nya telat nyampe karena si driver lagi ngejalanin dobel order, dan waktu itu daerah rumah Birdha juga rame karena ada acara Suran Mbah Demang.
Merasa nggak puas, Birdha marah. Ia menyebut Arzeto jangan macam-macam karena dirinya adalah anak pelayaran. Terjadilah cekcok di depan rumah. Kata polisi, saat ribut-ribut itu, Ayuningtyas sempat dicakar dan dijambak. Keluarga Birdha sempat mencoba melerai, tapi udah terlanjur panas.
Lapor Polisi, Driver Lain Ikut Geram
Pukul 2 dini hari (4/7), pasangan driver ini lapor ke Polresta Sleman. Birdha langsung jadi terlapor kasus penganiayaan.
Malamnya, ratusan driver Shopee Food langsung bergerak. Mereka datangi rumah Birdha di Bantulan, tapi Birdha udah ngungsi ke Polsek Godean. Dari sana, dia dipindah ke Polresta Sleman buat dimintai keterangan.
Shopee Food juga datang ke kantor polisi, katanya minta Birdha minta maaf.
Walau udah diredam, massa driver ternyata balik lagi ke rumah Birdha. Polisi yang jaga di sekitar lokasi berusaha cegah bentrokan, tapi malah mobil patroli Polsek Godean dirusak massa. Polisi langsung bikin laporan Tipe A dan buru pelaku perusakan.
Update Terbaru: 3 Tersangka Penganiayaan, 2 Tersangka Perusakan
Minggu (6/7), polisi menetapkan tiga tersangka penganiayaan: Birdha (25), RHW (32), dan RTW (58). Ketiganya ditahan di Polresta Sleman.
Dua orang pemuda berinisial BAP dan MTA (keduanya 18 tahun) juga diamankan karena merusak mobil dinas polisi. Kasusnya masih dikembangkan, dan polisi lagi cari pelaku lainnya yang terlibat.
Pelajaran Kalau Orderan Ojol Lama Datengnya
Kasus ini reminder keras bahwa emosi nggak boleh dibiarkan meledak. Nggak suka pelayanan? Bisa disampaikan dengan cara yang lebih dewasa. Apalagi sampai main tangan—yang rugi bukan cuma satu pihak, tapi semua yang terlibat.
Dan buat driver ojol, aksi solidaritas itu sah-sah aja, tapi jangan sampai melanggar hukum dan rusak fasilitas umum. Sekali kamu anarkis, solidaritas bisa berubah jadi kriminalitas.
Kalau kamu jadi saksi kejadian kayak gini, gimana kamu akan bersikap?
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya