Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Selasa, 08 Juli 2025 | 13:56 WIB

guideku.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sepertinya bakal "dikirim tugas jauh-jauh" ke Papua.

Bukan sekadar kunjungan singkat, kabarnya Presiden Prabowo akan menempatkan Gibran ngantor langsung di sana buat menangani berbagai masalah yang selama ini belum tuntas di Bumi Cenderawasih.

Rencana ini muncul di tengah derasnya sorotan negatif ke Gibran—mulai dari kritik soal pencalonan hingga desakan pemakzulan dari sejumlah purnawirawan dan kelompok masyarakat.

Tapi alih-alih menjauhkan, Presiden justru memberi tugas besar: selesaikan masalah Papua dari dalam.

Dapat Tugas Khusus dari Presiden

Kabar ini pertama kali disampaikan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan. Menurut Yusril, ini akan jadi langkah baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh seorang Wakil Presiden.

"Saya kira ini pertama kali presiden akan memberikan penugasan untuk menangani masalah Papua. Bahkan kantor wakil presiden juga akan ada di Papua, supaya wakil presiden itu bekerja dari Papua sembari menangani masalah Papua," katanya pada Rabu (2/7/2025).

Fokus kerjanya nggak cuma soal pembangunan infrastruktur, tapi juga menyentuh isu hak asasi manusia (HAM), konflik bersenjata, dan aspirasi masyarakat asli Papua.

Nggak Cuma Bangun Jalan

Pemerintah kali ini mengklaim ingin mendekati Papua dengan cara yang lebih manusiawi. Nggak cuma bangun jalan dan gedung, tapi juga benar-benar dengar suara warga asli Papua—apa yang mereka mau, apa yang mereka keluhkan.

Yusril juga menekankan pentingnya peran aparat keamanan yang lebih berempati, nggak lagi main asal turun pasukan. Semua mesti dikalkulasi dan disesuaikan dengan pendekatan HAM.

Dulu Juga Pernah, Tapi Gimana Hasilnya?

Sebenarnya, ide Wapres turun tangan langsung di Papua ini bukan hal baru. Di periode sebelumnya, Ma’ruf Amin juga sempat berkantor di sana selama lima hari. Ia pimpin lembaga khusus yang fokus mempercepat otonomi khusus Papua.

Waktu itu, Ma’ruf sempat bertemu banyak tokoh dan mendengar langsung aspirasi warga. Tapi ya, tetap aja banyak yang bilang perubahan besar nggak terlalu terasa.

Para peneliti dan aktivis juga sering bilang: dialog yang jujur dan terbuka adalah kunci utama. Bukan cuma datang dan dengar, tapi benar-benar memperjuangkan yang disampaikan rakyat Papua.

Respons Keras dari OPM

Rencana ini langsung dapat reaksi pedas dari TPNPB-OPM, kelompok bersenjata yang memperjuangkan kemerdekaan Papua. Lewat juru bicara mereka, Sebby Sembom, mereka mempertanyakan kemampuan dan kapasitas Gibran.

"Dia bisa apa? Apa kualifikasinya buat selesaikan masalah Papua?" kata Sebby kepada Suara.com (8/7/2025).

Menurut mereka, tanpa negosiasi politik langsung dan penghentian eksploitasi serta operasi militer, semua strategi pemerintah RI akan sia-sia.

Tantangan Berat buat Gibran

Kalau benar ditugaskan penuh di Papua, ini bisa jadi misi terbesar Gibran sejauh ini. Kalau sukses, bukan nggak mungkin akan jadi warisan penting dalam karier politiknya.

Tapi kalau cuma simbolik dan nggak disertai perubahan nyata, ya bisa-bisa cuma jadi tambahan daftar panjang pendekatan-pendekatan lama yang gagal menyelesaikan masalah Papua.

Belum ada tanggapan resmi dari Gibran soal rencana ini. Tapi satu hal pasti: kalau jadi, Gibran bakal kerja jauh dari Istana dan langsung di tengah-tengah salah satu isu paling kompleks di Indonesia.