guideku.com - Kalau ngomongin logo, paling kita kepikiran logo brand fashion atau tim bola, kan? Jarang banget kita ngeh sama logo rumah sakit. Tapi, baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bikin gebrakan yang bikin kita auto noleh. Dia ngenalin logo baru buat RSUD Al Ihsan yang sekarang resmi ganti nama jadi RSUD Welas Asih.
Pergantian nama ini sendiri sempat jadi perbincangan panas, ada yang pro, ada yang kontra. Tapi di luar drama itu, ada yang lebih menarik buat kita kulik: logonya!
Sumpah, ini bukan sekadar gambar buat formalitas. Tiap elemen di logo RSUD Welas Asih ini punya makna filosofis yang dalem banget, nyambung ke budaya Sunda, dan ngasih kita pelajaran baru. Yuk, kita bedah bareng-bareng biar nggak kuper!
Kenapa Namanya Diganti Sih?
Singkatnya, Kang Dedi Mulyadi punya dua alasan utama. Pertama, nama "Welas Asih" (yang artinya cinta kasih atau belas kasihan) dianggap lebih merakyat dan dekat dengan kultur Sunda. Kedua, Dia pengen ada "awal yang baru" dan ninggalin memori kurang baik dari kasus korupsi yang pernah nyeret nama rumah sakit ini dulu.
Meski sempat dituduh macem-macem, Kang Dedi jalan terus dan berjanji kualitas layanan rumah sakitnya juga bakal seindah nama barunya. Oke, sekarang kita masuk ke bagian paling seru: bedah logonya!
Ini Dia Makna Tersembunyi di Balik Logo RSUD Welas Asih
Disaksikan jajaran direksi, Kang Dedi Mulyadi ngejelasin satu per satu arti dari simbol di logo baru ini. Siap-siap terpukau, ya!
1. Kujang & Tiga Titik (Titik Tilu)
Elemen utamanya adalah Kujang, senjata tradisional khas Sunda yang jadi simbol kehormatan dan kekuatan. Nah, di dalamnya ada tiga titik. Kata Kang Dedi, ini punya dua makna:
- Religius: Tiga titik ini melambangkan Iman, Islam, dan Ihsan. Tiga pilar penting dalam spiritualitas Islam.
- Kultural: Bisa juga diartikan sebagai Tri Tangtu di Buana, yaitu sistem kepemimpinan Sunda kuno yang terdiri dari Rama (pemuka adat), Resi (pemuka agama), dan Ratu (pemerintah). Keren, kan? Konsep kepemimpinan holistik!
2. Lima Titik & Siklus Kehidupan
Di antara dua Kujang, ada lima titik. Lagi-lagi, maknanya ganda dan dalem banget.
- Filosofis: Melambangkan siklus kehidupan manusia (lahir, anak-anak, dewasa, tua, meninggal).
- Falsafah Sunda: Ini yang paling keren! Lima titik ini mewakili Panca Waluya atau lima kesempurnaan hidup, yaitu: Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (pintar), dan Singer (mawas diri/terampil). Ini kayak life goals-nya orang Sunda!
3. Simbol Rahim: Cinta Kasih Adalah Dasarnya
Di bagian bawah, ada simbol yang melambangkan rahim perempuan. Kenapa? Karena ini nyambung banget sama nama "Welas Asih".
"Kemudian ini lambang rahim, rahim itu adanya di siapa? di perempuan. Manusia lahir itu karena cinta," tutur Kang Dedi.
Simbol ini jadi pengingat bahwa pelayanan di rumah sakit ini harus dilandasi oleh cinta dan kasih sayang, kayak seorang ibu ke anaknya.
4. Kaligrafi "Ar Rahman Ar Rahim"
Buat melengkapi semuanya, ada tulisan kaligrafi Arab "Ar Rahman Ar Rahim" yang artinya "Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Ini adalah terjemahan langsung dari "Welas Asih" dan jadi penegas identitas baru rumah sakit ini.
Nggak Cuma Ganti Logo, tapi Juga Menghormati Sejarah
Kerennya lagi, Kang Dedi nggak mau sejarah lama hilang gitu aja. Dia minta pihak rumah sakit buat bikin prasasti yang isinya nama-nama pendiri RSUD Al Ihsan dulu. "Jadi nanti direktur utama siapin prasasti. Sebutin cikal bakal rumah sakit ini, sebutin nama-namanya," perintahnya.
Jadi, di balik sebuah logo baru, kita bisa lihat ada upaya buat ngangkat lagi budaya lokal, ngasih identitas yang kuat, sambil tetap menghormati para pendahulu.
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya