Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Kamis, 10 Juli 2025 | 10:44 WIB

guideku.com - Jakarta sebagai kota metropolitan gak jarang punya cerita horor yang terjadi di dunia nyata. Kali ini, kabar yang bikin geger datang dari Pancoran, Jakarta Selatan. Warga di sekitar Jalan Rawajati Timur III dibuat heboh setelah sesosok mayat ditemukan mengambang di aliran Kali Ciliwung pada Rabu (9/7/2025) siang.

Penemuan ini bukan sekadar penemuan jasad biasa. Kondisinya tragis dan penuh tanda tanya, membuat siapa pun yang mendengar ceritanya jadi ikut merinding. Polisi sekarang lagi kerja keras buat mengungkap misteri di baliknya. Sambil nunggu update dari pihak berwajib, ini dia rangkuman fakta-fakta kelam dari lokasi kejadian.

1. Berawal dari Kecurigaan Seorang Pemancing

Semuanya dimulai dari aktivitas yang kelihatannya normal. Seorang warga lagi asyik memancing di pinggir Kali Ciliwung. Tiba-tiba, matanya menangkap sesuatu yang aneh di antara tumpukan sampah yang mengalir di sungai. Bentuknya mencurigakan, bukan seperti sampah biasa.

Karena penasaran sekaligus waswas, dia langsung lapor ke pengurus RT setempat. Ketua RT, Aviana, mengonfirmasi kronologi ini. "Tadi siang ada warga yang mancing. Curiga lihat sesuatu, langsung dilaporkan ke RT," kata Aviana kepada wartawan di lokasi. Dari kecurigaan inilah, tabir misteri yang mengerikan ini mulai terbuka.

2. Kondisi Jasad yang Bikin Ngilu: Tanpa Kepala dan Pakaian

Setelah laporan diterima dan warga mulai mendekat, pemandangan yang mereka lihat sungguh di luar dugaan. Jasad yang diduga laki-laki itu ditemukan dalam posisi tertelungkup. Yang paling mengejutkan, jasad itu sudah tidak memiliki kepala.

Korban juga ditemukan nyaris tanpa busana, hanya mengenakan celana dalam. "Kondisinya cuma pakai celana dalam saja. Posisi tertelungkup, terus bagian kepala tak ada," jelas Aviana. Sampai sekarang, identitas korban masih menjadi teka-teki besar. Siapa dia? Kenapa nasibnya berakhir setragis ini?

3. Proses Evakuasi yang Dramatis dan Penuh Tantangan

Melihat kondisi jasad, tim Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan langsung turun tangan. Tapi, proses evakuasi ternyata nggak gampang. Butuh waktu sekitar satu jam untuk mengangkat jasad dari aliran sungai.

Kendalanya adalah kondisi tubuh korban yang sudah mulai membusuk. Ini menandakan korban kemungkinan sudah meninggal cukup lama sebelum akhirnya ditemukan. "Untuk peralatan, kami kesulitan karena ternyata ini korbannya sudah cukup lama," ujar Awal Danu, salah satu petugas Gulkarmat.

4. Bukan Cuma Kepala yang Hilang

Fakta mengerikan nggak berhenti di situ. Saat proses evakuasi, petugas menemukan bahwa bukan cuma bagian kepala yang hilang. Beberapa organ tubuh korban dilaporkan juga sudah tidak utuh lagi. Kondisi ini membuat proses identifikasi awal jadi makin sulit dan memperkuat dugaan bahwa korban sudah lama berada di air.

5. Dibawa ke RS Fatmawati untuk Diungkap Tabirnya

Setelah berhasil diangkat dari kali, jasad korban langsung dilarikan ke RSUP Fatmawati. Di sinilah proses paling krusial akan dilakukan: otopsi. Lewat pemeriksaan medis yang mendalam, tim forensik akan berusaha mengungkap dua hal utama.

Pertama, identitas korban. Kedua, penyebab pasti kematiannya. Apakah ini murni kecelakaan, atau ada unsur tindak kejahatan di baliknya?

6. Polisi Mulai Turun Tangan Selidiki Kemungkinan Pembunuhan

Polsek Pancoran sudah resmi menangani kasus ini. Dengan kondisi jasad yang sangat tidak wajar, penyelidikan kini mengarah pada kemungkinan adanya tindak pidana. Polisi masih bekerja di lapangan, mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk menyusun potongan-potongan puzzle dari kasus kelam ini.

Kasus ini jadi pengingat bahwa di balik hiruk pikuk kota, ada sisi gelap yang terkadang muncul ke permukaan. Kita semua berharap misteri ini bisa segera terungkap dan keluarga korban mendapatkan kejelasan.