Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman | Zahir : Kamis, 10 Juli 2025 | 11:16 WIB

guideku.com - Salah satu provider kebanggaan Tanah Air, Telkomsel, kembali jadi sorotan publik. Tapi kali ini bukan karena prestasi, melainkan gara-gara kasus kuota hangus. Masalah ini bahkan sampai menarik perhatian anggota DPR-RI, lho!

Mengutip dari laman Suara.com, salah satu anggota DPR-RI, Sadarestuwati mengadukan hal yang terbilang unik dan absurd, yakni hangusnya kuota internet Telkomsel kepada Menteri BUMN Republik Indonesia, Erick Thohir. Bahkan, sampai dibawa-bawa ke sidang Rapat kerja rutinan juga loh!

“Ini masyarakat bertanya-tanya seperti pada rapat dengan Telkom saya sudah menyampaikan. Setiap pembelian kuota itu mesti ada sisa pada saat masa tenggangnya itu habis. Jadi sudah harus top up lagi. Tetapi yang terjadi di sini, sisa kuota itu selalu hangus, dan kiranya bisa, itu sisa kuota itu diakumulasikan ke saat pembelian berikutnya,” ungkap Sadarestuwati.

Nggak sampai disitu saja, Sadarestuwati juga membawa-bawa hangusnya kuota internet setiap melakukan pembelian ulang tersebut cukup besar. Jadi, sekarang nggak langsung dirinya juga menyebut masyarakat tidak akan menikmati kembali kuota tersebut. Rugi dong!

“Kalau kita hitung pak menteri, satu orang satu pengguna katakanlah, satu nomor bisa minimal 20GB. Dikalikan berapa juta pengguna dari telepon, gadget ini? Berapa juta? Kalau saya baca, 137 juta ini masyarakat kita menggunakan gadget,” imbuh Sadarestuwati.

Pihak DPR-RI Minta Menteri BUMN Evaluasi Kasus Kuota Hangus

Nggak hanya berhenti sampai mengeluarkan uneg-uneg saja nih, anggota komite IV DPR-RI tersebut juga meminta kepada Menteri BUMN, Erick Thohir buat mengevaluasi kasus kuota hangus tersebut. Jadi, dirinya nggak mau ocehannya sekedar didengar saja di rapat kerja rutinan, tetapi juga ditindaklanjuti kedepannya.

Menurutnya, nggak hanya provider Telkomsel saja yang perlu mendapatkan evaluasi kedepannya. Tetapi, seluruh provider yang ada di Indonesia juga diharapkan mendapatkan evaluasi karena hal ini bisa menyangkut kerugian banyak orang dan nggak hanya dirinya semata.

“Saya kira bukan hanya Telkomsel, tapi seluruhnya. Seluruh provider itu bisa mengakumulasikan sisa kuotanya. Jadi tidak hangus begitu saja. Jadi saya kira untuk perlu terus dievaluasi untuk ini. Karena kalau itu masuk di dalam dividen atau keuntungan, seberapa keuntungan dari sisa kuota itu? Tentu kami juga ingin tahu,” imbuh Sadarestuwati.

Nggak heran sih ibu-ibu DPR-RI satu ini mengkritik hangusnya kuota internet setiap melakukan pembelian ulang. Jika sisa kuoat yang tersisa sekitar 10-20 GB dan harus hangus saat melakukan pembelian ulang setiap periodenya siapa juga yang nggak kesel. Intinya nggak mau rugi pastinya.