Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Jum'at, 11 Juli 2025 | 16:15 WIB

guideku.com - Tabir misteri yang menyelimuti kematian tragis diplomat muda Kemlu, Arya Daru Pangayunan (39), perlahan-lahan mulai tersibak. Tapi, bukannya bikin kasus ini jadi terang benderang, titik terang baru ini justru bikin ceritanya makin gelap dan penuh tanda tanya.

Penyidik berhasil melacak jejak komunikasi terakhir korban beberapa jam sebelum ditemukan tewas mengenaskan dengan kepala terbungkus lakban. Hasilnya? Ada dua interaksi terakhir yang terekam, dan keduanya sama sekali nggak menunjukkan tanda-tanda bahaya. Justru ini yang bikin kasusnya makin aneh.

Panggilan Terakhir ke Istri

Fakta krusial pertama yang diungkap polisi adalah adanya panggilan telepon antara Arya dan istrinya pada Senin malam, sebelum ia ditemukan meninggal. Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, bilang kalau komunikasi ini jadi salah satu fokus utama penyelidikan.

“Kami dapat informasi baru, komunikasi terakhir dengan istrinya itu sekitar pukul sembilan malam,” kata Rezha kepada wartawan, Rabu (9/7/2025).

Polisi sudah memeriksa langsung sang istri. Dan di sinilah kejanggalan muncul. Menurut istrinya, obrolan malam itu sama sekali nggak ada yang aneh. Semuanya berjalan normal, tanpa ada keluhan, ketakutan, atau tanda-tanda kalau Arya sedang dalam tekanan.

“Istrinya membenarkan sempat berkomunikasi malam itu dengan suaminya dan komunikasinya itu normal,” jelas Rezha.

Ini jadi pertanyaan besar. Kalau jam 9 malam semuanya masih terasa normal, apa yang sebenarnya terjadi dalam beberapa jam setelah telepon itu ditutup hingga berujung pada tragedi sefatal itu?

Sapaan Terakhir ke Penjaga Kos

Misteri nggak berhenti di situ. Ternyata, setelah menelepon istrinya, Arya masih sempat beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain. Sekitar satu setengah jam kemudian, atau pukul 22.30 WIB, ia terekam kamera CCTV keluar dari kamarnya.

Dalam rekaman itu, aktivitasnya pun sangat wajar. Dia terlihat membuang sampah dan sempat menyapa penjaga kos yang kebetulan ada di belakang.

"Dia sempat buang sampah dan menyapa penjaga kosan yang berada di belakang. Itu terlihat dari rekaman CCTV," tutur Kompol Rezha.

Sapaan singkat itu menjadi salah satu momen terakhir Arya terlihat hidup oleh seorang saksi. Tidak ada gelagat aneh, tidak ada orang mencurigakan yang mengikutinya. Semua tampak biasa saja.

Jendela Waktu yang Makin Sempit

Dua fakta baru ini—panggilan telepon 'normal' dengan istri dan sapaan wajar ke penjaga kos—membantu polisi mempersempit "jendela waktu kematian".

Artinya, insiden nahas yang menimpa Arya kemungkinan besar terjadi setelah pukul 22.30 WIB malam itu.

Tapi, ini juga yang bikin kasusnya makin membingungkan. Bagaimana bisa seseorang yang tampak baik-baik saja pada jam 10.30 malam, ditemukan dalam kondisi mengenaskan keesokan paginya di dalam kamar yang terkunci dari dalam?

Saat ini, semua pihak masih menunggu hasil paling krusial dari penyelidikan ini: hasil autopsi jenazah. Hanya dari sanalah penyebab dan waktu pasti kematian bisa terungkap, dan semoga, bisa menjawab teka-teki besar di balik jam-jam terakhir kehidupan sang diplomat.