guideku.com - Ngomongin cuaca Jakarta emang nggak ada habisnya. Sebentar panasnya bikin meleleh, sebentar lagi hujan deras sampai bikin was-was. Biasanya, yang paling kita khawatirin kalau hujan deras itu kan banjir.
Tapi ternyata, ada ancaman lain yang diam-diam mengintai, khususnya buat kamu yang tinggal di beberapa wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur: tanah longsor.
Ini bukan buat nakut-nakutin, ya. Ini adalah peringatan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, jadi penting banget buat kita tahu dan waspada. Selama bulan Juli 2025 ini, curah hujan yang tinggi diprediksi bisa memicu pergerakan tanah.
Apa Sih Maksudnya 'Zona Menengah'?
Baca Juga
Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta masuk dalam kategori "Zona Menengah". Apa artinya?
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, ngejelasin dengan simpel. “Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan,” ungkapnya, Sabtu (12/7/2025).
Gampangnya gini: kalau hujan turun lebat banget dan nggak berhenti-berhenti, tanah di wilayah-wilayah ini bisa jadi nggak stabil dan bergerak, alias longsor. Apalagi kalau lokasinya deket sungai atau ada tebing.
Daftar Wilayah Rawan: Kecamatan Kamu Termasuk Nggak?
Nah, ini bagian paling penting yang harus kamu cek. Jangan sampai nggak tahu kalau ternyata daerah tempat tinggal atau kosanmu masuk dalam daftar rawan. Menurut pemetaan dari PVMBG, ini dia lokasinya:
Jakarta Selatan:
- Kecamatan Cilandak
- Kecamatan Jagakarsa
- Kecamatan Kebayoran Baru
- Kecamatan Kebayoran Lama
- Kecamatan Mampang Prapatan
- Kecamatan Pancoran
- Kecamatan Pasar Minggu
- Kecamatan Pesanggrahan
Jakarta Timur:
- Kecamatan Kramat Jati
- Kecamatan Pasar Rebo
Kalau kamu tinggal di salah satu kecamatan di atas, bukan berarti harus panik. Justru ini saatnya buat lebih peka dan waspada sama lingkungan sekitar.
Jangan Cuma Pasrah, Ini yang Bisa Kita Lakukan!
BPBD nggak cuma ngasih peringatan, tapi juga ngajak kita buat proaktif. Daripada cuma nunggu, ada beberapa hal simpel yang bisa kita lakukan sebagai warga, terutama anak muda yang peduli.
Jadi Mata dan Telinga Lingkungan: Kalau kamu lihat ada retakan aneh di tanah, atau tebing dekat rumah kelihatan nggak beres setelah hujan deras, jangan ragu buat lapor ke Pak RT, Pak RW, atau petugas kelurahan. Informasi dari kamu bisa jadi deteksi dini yang menyelamatkan banyak orang.
Pentingnya Pohon: Terdengar klise, tapi ini beneran ngebantu. Akar pohon itu kayak 'jaring' alami yang megangin tanah biar nggak gampang longsor. Kalau di lingkunganmu banyak lahan kosong, usul atau ikut gerakan tanam pohon bareng warga itu keren banget!
Bikin Penahan Sederhana: Isnawa Adji juga menyarankan untuk membuat bronjong (kawat diisi batu) atau turap (dinding penahan tanah) kalau ada tanah yang miring. Mungkin ini lebih ke level RT/RW, tapi kalau kamu punya ide atau bisa bantu gotong royong, kontribusimu bakal berarti banget.
"Penanganan bencana harus secara komprehensif. Bisa dilakukan swadaya atau kolektif oleh masyarakat,” kata Isnawa.
Intinya, peringatan ini bukan buat bikin kita takut, tapi buat bikin kita lebih siap dan peduli. Bencana bisa datang kapan aja, tapi dengan kewaspadaan dan kerja sama, dampaknya bisa kita minimalisir.
Stay safe, Gengs, dan jangan lupa saling ingetin teman-temanmu yang tinggal di daerah rawan, ya!
Tag
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya