Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Selasa, 15 Juli 2025 | 08:04 WIB

guideku.com - Drama politik pasca-pemilu ternyata belum selesai. Setelah beberapa waktu lebih banyak diam, mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara dengan nada yang sangat tegas. Dari kediamannya di Solo, Jokowi seolah mengirimkan sinyal "perlawanan" terhadap rentetan serangan hukum dan politik yang kini menyasar dirinya dan keluarganya.

Mulai dari isu ijazah palsu, upaya pemakzulan putranya, Wapres Gibran, hingga pemeriksaan menantunya oleh KPK, semua ini dipandang Jokowi bukan sebagai kebetulan. Ia secara blak-blakan menyebut ada "agenda besar" yang sengaja dirancang untuk menjatuhkan reputasinya.

Soal Ijazah Palsu, Apa Kata Jokowi?

Salah satu serangan paling personal yang ditujukan pada Jokowi adalah tuduhan ijazah palsu, yang kini kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan. Selama ini publik bertanya-tanya, kenapa tidak ditunjukkan saja ijazah aslinya biar semua selesai?

Nah, Jokowi akhirnya menjawab rasa penasaran itu. Tapi jawabannya justru menaikkan tensi drama. Ia menegaskan siap membuktikan keaslian ijazahnya, tapi hanya di satu tempat: ruang sidang pengadilan.

“Yang jelas saya ingin menunjukkan ijazahnya di dalam sidang pengadilan nantinya. Nggak (di luar sidang). Harus dalam sidang-sidang pengadilan yang ada nanti. Akan saya tunjukkan ijazah asli yang saya miliki,” tegas Jokowi, Senin (14/7/2025).

Langkah ini seolah menjadi pesan bahwa ia tidak akan meladeni "pengadilan jalanan" dan siap bertarung secara resmi di jalur hukum.

Firasat Politik Jokowi Bilang Apa?

Menurut Jokowi, semua serangan ini adalah bagian dari skenario yang lebih besar. Firasat politiknya mengatakan ada upaya sistematis untuk merusak nama baiknya dan menghapus jejak warisan kepemimpinannya.

“Saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik di balik isu ijazah palsu, pemakzulan,” katanya.

“Perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik untuk men-downgrade,” terangnya.

Meski begitu, ia mengaku tidak gentar. Pengalaman bertahun-tahun di dunia politik membuatnya terbiasa dengan dinamika semacam ini. “Buat saya biasa-biasa saja," ujarnya.

Lingkaran Keluarga yang 'Dikepung'

Firasat Jokowi ini diperkuat oleh sejumlah kasus hukum yang dalam waktu berdekatan menyasar anggota keluarganya. Ini bukan lagi soal dirinya sendiri, tapi sudah merembet ke mana-mana.

Upaya Pemakzulan Wapres Gibran: Putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, diusulkan untuk dimakzulkan oleh Forum Purnawirawan TNI. Mereka menyoroti keabsahan pencalonan Gibran yang dianggap cacat hukum. Surat usulan ini bahkan sudah dilayangkan ke DPR dan MPR.

Menantu Bobby Nasution Diperiksa KPK: Lingkaran keluarga lainnya, menantunya yang juga Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, kini dalam radar KPK. Bobby akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek jalan, setelah KPK menelusuri aliran dana dari anak buahnya yang sudah jadi tersangka.

Tuduhan Lain: Belum lagi tuduhan-tuduhan lain yang lebih personal, seperti dituding menjadi dalang kecelakaan putra Amien Rais pada 2020 hingga isu impor gula yang menyeret nama Tom Lembong.

Rentetan "serangan" dari berbagai penjuru inilah yang membuat Jokowi akhirnya buka suara. Pernyataannya ini seolah menjadi genderang perang narasi yang baru. Siapakah "kekuatan besar" yang ia maksud? Kita tunggu saja episode selanjutnya dari drama politik ini.