Minggu, 16 Agustus 2026
Reza Sulaiman : Jum'at, 18 Juli 2025 | 09:30 WIB

guideku.com - Setelah tahun lalu heboh dipaksakan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), kini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk "pulang kandang". Upacara utama 17-an dipastikan akan kembali digelar di Jakarta!

Sementara itu, IKN yang digadang-gadang sebagai panggung masa depan, tahun ini cuma kebagian perayaan skala kecil. Keputusan ini sontak memicu tanda tanya besar.

Apakah ini cuma masalah teknis karena pembangunan belum kelar? Atau ini adalah sebuah "kode keras" dari Prabowo tentang prioritas pemerintahannya yang baru?

Kata Istana vs Kata Pengamat: Teknis atau Politis?

Secara resmi, pemerintah memberikan alasan yang sangat teknis dan masuk akal. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, bilang kalau keputusan ini diambil karena pembangunan di IKN memang belum selesai.

"Upacara detik-detik proklamasi akan dilaksanakan di Jakarta," kata Juri.

"Ya di IKN kan sedang dalam proses penyelesaian pembangunan kan, jadi kita konsentrasi untuk menyelesaikan pembangunan IKN dulu," ujarnya.

Meskipun begitu, Juri memastikan di IKN tetap akan ada upacara, tapi hanya skala kecil yang diselenggarakan oleh Otoritas IKN.

Tapi, para pengamat politik melihat ada makna yang lebih dalam di balik keputusan ini. Pengamat politik Yusak Farchan menilai ini adalah sinyal bahwa IKN bukan lagi "anak emas" di era pemerintahan Prabowo.

"Kembalinya Jakarta sebagai tempat upacara pada tahun ini menandai Pemerintahan Prabowo tidak begitu konsen dengan IKN," kata Yusak, Kamis (17/7/2025).

"Kalau IKN sudah siap, rasanya tidak mungkin upacara digelar di Jakarta," tambahnya.

Prabowo Punya 'Mainan' Baru, IKN Warisan Jokowi?

Menurut Yusak, Prabowo sepertinya punya program-program lain yang dianggap lebih mendesak ketimbang melanjutkan proyek ambisius warisan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ada hal lain yang lebih mendesak bagi Prabowo seperti MBG (Makan Bergizi Gratis), Sekolah Rakyat dan Kopdes Merah Putih karena ketiga program tersebut menjadi nyawa dari jalan pikiran ekonomi prabowo atau Prabowonomic," jelasnya.

Selain itu, Prabowo dianggap tidak punya "beban politik" untuk harus mati-matian melanjutkan IKN, karena proyek itu sangat identik dengan Jokowi.

"Toh Prabowo tidak punya beban politik terhadap kelanjutan pembangunan IKN karena itu menjadi ikon nya Jokowi," kata Yusak.

Menghindari 'Drama Paksaan' Era Jokowi?

Pengamat lain, M. Jamiluddin Ritonga, justru melihat keputusan Prabowo ini sebagai langkah yang logis dan tepat. Menurutnya, aneh jika upacara kemerdekaan nasional tidak digelar di ibu kota negara, yang sampai saat ini statusnya masih Jakarta.

Ia bahkan menyindir pelaksanaan upacara tahun lalu di era Jokowi yang terkesan sangat dipaksakan.

"Keanehan itu memang sudah terlihat kala Joko Widodo pada tahun 2024 memaksakan upacara kemerdekaan di IKN," kata Jamiluddin.

"Presiden Prabowo Subianto kiranya sudah menempatkan upacara kemerdekaan secara proporsional. Prabowo tidak menempatkan upacara kemerdekaan untuk kepentingan dan ambisi pribadi," tambahnya.

Jamiluddin juga menilai, menggelar upacara besar di IKN saat ini hanya akan membuang-buang anggaran, yang tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi yang sedang digalakkan Prabowo.

Jadi, apa pun alasannya, satu hal yang pasti: panggung utama perayaan kemerdekaan tahun ini akan kembali ke Jakarta. Apakah ini hanya jeda sesaat sebelum IKN benar-benar mengambil alih, atau ini adalah awal dari pergeseran fokus pembangunan di era baru? Kita tunggu saja episode selanjutnya.