Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Senin, 21 Juli 2025 | 10:28 WIB

guideku.com - Panasnya cuaca laut ternyata bukan satu-satunya yang bikin geger Sulawesi Utara akhir pekan lalu. Sebuah tragedi mengejutkan terjadi pada Minggu siang, 20 Juli 2025, saat Kapal Motor (KM) Barcelona VA yang sedang berlayar dari Talaud menuju Manado mendadak terbakar di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara.

Insiden ini menyita perhatian publik karena menelan korban jiwa dan memicu aksi penyelamatan dramatis di tengah laut.

Kronologi Kejadian

Kapal KM Barcelona VA berangkat dari Pelabuhan Melonguane sekitar pukul 00.00 WITA dan sempat singgah di Pelabuhan Lirung untuk memuat penumpang tambahan. Sekitar pukul 12.00 siang, kapal sudah berada di perairan Talise saat tiba-tiba muncul asap tebal dari kamar penumpang, diduga dari kamar nomor 33.

Seorang saksi mata bernama Jenly mengira awalnya asap itu berasal dari mesin. Tapi dalam 10 menit, asap makin tebal dan warga sekitar langsung sigap menolong dengan perahu-perahu kecil.

"Penumpang banyak yang terombang-ambing di laut, ada yang pakai pelampung, ada yang nggak. Saya bantu evakuasi 12 orang," ujarnya.

Fakta-Fakta Penting di Balik Tragedi

1. Total Penumpang dan Korban Jiwa

Kapal membawa 280 penumpang. Hingga sore hari kemarin, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah Asna Lapae (50), Juliana Humulung (40), dan Zakaria. Berdasarkan keterangan pihak TNI AL, penyebab kematian ketiganya kemungkinan karena sakit, bukan karena luka bakar langsung.

2. Evakuasi Besar-Besaran

Evakuasi dilakukan secara gabungan oleh TNI Angkatan Laut, Basarnas, Bakamla, dan masyarakat setempat. Dua kapal perang, KRI Pari-849 dan KAL Tedung Selar, dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan.

Nggak cuma itu, beberapa kapal sipil juga ikut turun tangan, seperti KM Barcelona III, KM Venetian, sampai KN Bima Sena milik Basarnas.

3. Proses Evakuasi Dilakukan dari Tengah Laut

Penumpang panik dan banyak yang melompat ke laut. Proses penyelamatan berlangsung dalam kondisi darurat. Beberapa penumpang berhasil diselamatkan ke Desa Serei, Pulau Gangga, dan Pelabuhan Likupang.

4. Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

Sampai artikel ini ditulis, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Dugaan sementara menyebut api muncul dari salah satu kamar penumpang, tapi investigasi lebih lanjut masih dilakukan oleh tim gabungan. Otoritas maritim sedang memeriksa kondisi kapal dan seluruh sistem keamanannya.

5. Pemda Langsung Turun Tangan

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, langsung turun tangan. Ia bilang pemerintah daerah sudah menyiapkan pos evakuasi dan tempat penampungan di tiga titik: Pulau Gangga, Manado, dan Likupang. "Kami akan tangani semaksimal mungkin. Fokus utama kami adalah keselamatan warga," ujarnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, juga menegaskan kalau pihaknya sudah membentuk posko penanganan darurat dan terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga. Ia memastikan semua pihak sudah terlibat, mulai dari KSOP Bitung, PLP Bitung, Bakamla, sampai pemilik kapal, PT Samudera Pelayaran Indonesia.

Tragedi KM Barcelona VA menunjukkan betapa gentingnya situasi kalau keselamatan di kapal diabaikan. Untungnya, koordinasi cepat antara masyarakat, TNI AL, dan lembaga penyelamat berhasil mencegah lebih banyak korban jiwa. Tapi tetap saja, tiga nyawa melayang bukan hal kecil.

Semoga investigasi berjalan transparan, dan kejadian ini jadi titik tolak untuk perbaikan sistem keselamatan maritim kita. Jangan sampai pelayaran yang harusnya nyaman malah berubah jadi mimpi buruk di tengah laut.