Selasa, 21 Juli 2026
Reza Sulaiman | Zahir : Senin, 21 Juli 2025 | 12:45 WIB

guideku.com - Kabar duka datang dari Kerajaan Arab Saudi. Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dikenal dunia sebagai “The Sleeping Prince”, akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah menjalani kondisi koma selama kurang lebih 20 tahun.

Kabar kepergian salah satu ahli waris keluarga Kerajaan Arab Saudi ini sontak jadi sorotan publik global dan viral di media sosial.

Bagaimana tidak? Jarang sekali ada kisah seseorang yang bisa bertahan dalam kondisi koma selama dua dekade lebih.

Kini, di usia 36 tahun, sang pangeran harus berpulang, meninggalkan kisah panjang perjuangannya antara hidup dan mati.

Awal Mula Sang Pangeran Mengalami Koma

Melansir dari Suara.com, kisah tragis ini berawal pada tahun 2005 ketika Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud yang saat itu masih berusia 15 tahun mengalami kecelakaan parah.

Peristiwa itu terjadi saat ia sedang mengikuti pelatihan di akademi militer di London, Inggris. Kecelakaan tersebut menyebabkan pendarahan otak yang berat dan cedera kepala serius hingga mengakibatkan kondisi koma berkepanjangan.

Sejak saat itu, keluarga kerajaan tak pernah menyerah merawat Al-Waleed. Ia dirawat di King Abdulaziz Medical City, Riyadh, dengan dukungan peralatan medis canggih dan alat bantu pernapasan.

Banyak pihak medis sempat menyarankan agar keluarga mencabut alat bantu hidupnya, namun sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, menolak. Ia tetap berharap putra sulungnya bisa bangkit dari tidur panjang itu.

Selama bertahun-tahun, keluarga bahkan rutin menghadirkan tim medis terbaik dari berbagai penjuru dunia seperti Jepang, Australia, Inggris, Amerika Serikat, Spanyol, hingga Jerman untuk mencoba berbagai metode penyembuhan.

Sayangnya, semua upaya tersebut belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Akhir Perjalanan Sang “Sleeping Prince”

Setelah lebih dari dua dekade berjuang dalam kondisi koma, takdir akhirnya berkata lain. Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud meninggal dunia pada Jumat, 19 Juli 2025 waktu setempat.

Kabar kepergiannya pun langsung tersebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di berbagai negara.

Ucapan belasungkawa pun berdatangan dari banyak pihak, baik dari masyarakat Arab Saudi maupun dunia internasional.

Banyak yang turut mengenang kisah perjuangan hidup sang pangeran yang penuh kesabaran, harapan, dan keteguhan hati keluarga yang tak pernah lelah mendampingi.

Kini, kisah hidup Pangeran Al-Waleed sebagai “The Sleeping Prince” menjadi legenda tersendiri.

Ia menjadi simbol kekuatan harapan dan kasih sayang keluarga yang tak kenal lelah, bahkan dalam kondisi yang tampak mustahil sekalipun.