Minggu, 16 Agustus 2026
Reza Sulaiman : Senin, 21 Juli 2025 | 14:16 WIB

guideku.com - Ada pemandangan yang campur aduk banget di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). Presiden Prabowo Subianto menggelar acara besar-besaran buat meluncurkan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Di satu sisi, acara ini jadi ajang "reuni" elite politik yang adem banget. Tapi di sisi lain, Prabowo justru menggunakan panggung ini untuk "ngamuk" dan melontarkan ancaman super keras buat para mafia beras.

Dan yang bikin momen ini makin dramatis, ancaman itu dilontarkannya di hadapan tokoh-tokoh kuat seperti Ketua DPR Puan Maharani dan mantan istrinya yang kini juga politisi senior, Titiek Soeharto.

Ancaman Buat Para Mafia Beras

Di hadapan ribuan kepala desa, bupati, dan gubernur, Prabowo nggak pake basa-basi. Dia langsung menyoroti isu panas soal beras oplosan yang merugikan negara sampai Rp100 triliun setiap tahunnya. Dengan nada tinggi, Prabowo ngasih ancaman yang nggak main-main.

"Kalau mereka kembalikan Rp 100 triliun itu, oke. Kalau tidak, kita sita itu penggiling-penggiling padi yang brengsek itu," ujarnya.

Dia juga langsung kasih "perintah perang" ke Kapolri dan Jaksa Agung yang hadir di acara itu untuk nggak pandang bulu menindak para mafia beras.

"Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung usut, tindak!" tegas Prabowo. Menurutnya, praktik oplosan ini adalah kejahatan luar biasa yang "menikam rakyat".

Sentilan buat Orang Kaya

Nggak cuma marah-marah soal beras, Prabowo juga nyentil mentalitas orang-orang kaya di Indonesia. Menurutnya, selama ini koperasi selalu dianggap sebagai "alatnya orang lemah", sementara yang kuat dan kaya lebih suka bikin PT atau holding company.

"Konsep koperasi adalah untuk mereka yang lemah, yang kuat tak mau berurusan dengan koperasi," kata Prabowo.

Tapi, sentilan ini justru jadi pintu masuk buat ngasih semangat. Prabowo menganalogikan koperasi kayak sapu lidi.

"Satu lidi lemah [...] Tapi kalau puluhan, ratusan lidi jadi satu ini adalah alat yang bisa bantu kita. Jadi dari lemah, lemah, lemah jadi kekuatan," terangnya, menegaskan bahwa lewat koperasilah ekonomi rakyat bisa jadi kuat.

Momen Adem di Panggung Panas: Prabowo, Puan, dan Titiek Soeharto

Nah, di tengah semua pidato yang berapi-api itu, ada pemandangan yang justru bikin adem. Saat momen peluncuran secara simbolis, Prabowo diapit oleh dua perempuan kuat di panggung politik Indonesia: Ketua DPR Puan Maharani dari PDIP dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi, alias Titiek Soeharto, dari Gerindra.

Momen Prabowo menekan tombol peluncuran bersama Puan dan Titiek Soeharto ini sontak jadi sorotan. Ini seolah jadi sinyal bahwa di balik persaingan politik yang keras, komunikasi dan kerja sama di level elite tetap berjalan. Apalagi, kehadiran Titiek Soeharto, yang merupakan mantan istri Prabowo, selalu punya makna tersendiri bagi publik.

Acara di Klaten ini benar-benar menunjukkan spektrum politik yang lengkap. Dari ancaman keras untuk para mafia, sentilan untuk kaum elite, sampai momen kebersamaan yang hangat di atas panggung. Benar-benar drama politik yang komplit!