guideku.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja menghantam jantung korupsi perbankan di tanah air, dan ceritanya ini lebih rumit dari benang kusut. Pusaran kasusnya adalah perusahaan tekstil raksasa yang mungkin namanya ada di label bajumu: PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Ini bukan sekadar kasus kredit macet biasa. Di baliknya, terungkap sebuah "permainan" kongkalikong antara petinggi Sritex dan para bos bank daerah yang sengaja "tutup mata". Hasilnya? Kerugian negara yang nilainya gila-gilaan, tembus Rp 1 triliun! Yuk, kita ikuti alur ceritanya.
Semua Bermula dari Butuh Duit
Seperti banyak perusahaan besar, Sritex butuh suntikan dana segar. Mereka pun mendatangi tiga Bank Pembangunan Daerah (BPD) besar: Bank BJB, Bank Jateng, dan Bank DKI Jakarta. Tujuannya satu: mengajukan pinjaman atau kredit.
Seharusnya, proses pengajuan kredit itu ketat. Bank harus ngecek laporan keuangan, riwayat utang, dan kesehatan perusahaan calon peminjam. Tapi di sinilah "permainan" itu dimulai.
'Dosa' Sritex: Duit Pinjaman Dipakai Bayar Utang Lain
Menurut Kejagung, ada modus operandi licik yang dilakukan oleh pihak Sritex, khususnya oleh Direktur Keuangannya saat itu, Allan Moran Severino (AMS). Duit hasil pencairan kredit dari bank-bank ini ternyata tidak dipakai sesuai peruntukannya, misalnya untuk modal kerja atau ekspansi. Uang itu justru dipakai buat gali lubang tutup lubang.
"Menggunakan uang pencairan kredit tersebut untuk melunasi utang MTN (surat utang jangka menengah)," kata Direktur Penyidikan Jampidsus.
Parahnya lagi, pencairan kredit ini diduga kuat menggunakan invoice fiktif sebagai dasarnya. Sebuah kebohongan yang rapi sejak awal.
'Dosa' Para Bankir: Sengaja "Tutup Mata" Demi Cuan
Kenapa kredit ini bisa cair dengan mudah? Di sinilah peran para "bankir hitam" bermain. Para petinggi dari ketiga bank daerah itu diduga kuat sengaja melanggar prosedur perbankan yang sehat. Mereka seolah-olah "tutup mata" demi meloloskan kredit jumbo ini.
Dosa-dosa mereka antara lain:
- Tidak meneliti laporan keuangan Sritex dengan benar.
- Mengabaikan fakta bahwa Sritex punya segunung utang di tempat lain.
- Nekat memberikan kredit dengan jaminan umum (clean basis), sebuah fasilitas yang seharusnya cuma buat perusahaan super sehat, padahal Sritex tidak masuk kategori itu.
Singkatnya, mereka tahu Sritex ini "berisiko", tapi kreditnya tetap saja dicairkan.
Ledakan Bom Waktu: Kredit Macet & Negara Rugi Rp 1 Triliun
Seperti yang bisa ditebak, "permainan" ini akhirnya meledak. Sritex gagal bayar, dan kreditnya macet total. Siapa yang rugi? Tentu saja negara, karena bank-bank ini adalah BUMD yang modalnya juga berasal dari uang rakyat.
Total kerugian negara akibat kongkalikong ini ditaksir mencapai Rp 1.088.650.808.028 atau lebih dari Rp 1 triliun!
Jaring Laba-laba Terbongkar: 11 Orang Jadi Tersangka
Kejagung pun bergerak cepat membongkar jaring laba-laba ini. Total, sudah ada 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Dari pihak Sritex, nama besar seperti Iwan Setiawan Lukminto (Direktur Utama) dan Allan Moran Severino (Direktur Keuangan) ikut terseret.
Dari pihak bank, para "ikan kakap"-nya juga ikut terjaring. Tiga Direktur Utama bank daerah kini menyandang status tersangka:
- Yuddy Renaldi (Dirut Bank BJB)
- Supriyatno (Dirut Bank Jateng)
- Zainuddin Mappa (Dirut Bank DKI Jakarta)
Ditambah lagi dengan jajaran direksi dan kepala divisi lainnya dari ketiga bank tersebut. Hampir semua tersangka baru ini langsung dijebloskan ke tahanan, menunjukkan keseriusan Kejagung dalam mengusut kasus ini.
Kini, para tersangka dihadapkan pada ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup. Sebuah akhir yang pahit dari sebuah kongkalikong yang merugikan negara triliunan rupiah.
Tag
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya