guideku.com - Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, sepertinya lagi jadi medan perang senyap melawan para kurir narkoba internasional. Cuma dalam satu hari, petugas berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan besar-besaran yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) dari dua benua berbeda.
Modusnya klasik tapi nekat: sembunyiin barang haram di tempat-tempat yang nggak terduga. Tapi sepandai-pandainya mereka menyembunyikan, petugas di Bali ternyata lebih jeli.
Aksi 1: Cewek Afsel & Sabu di Celana Dalam
Drama pertama datang dari seorang perempuan asal Afrika Selatan berinisial LN (25). Dia mendarat mulus di Bali pada Minggu (13/7/2025) dengan penerbangan Singapore Airlines. Tapi, gerak-geriknya yang mencurigakan langsung jadi target petugas Bea Cukai.
Setelah diminta melewati mesin X-Ray, ketahuanlah "harta karun" yang ia sembunyikan. Petugas menemukan satu kemasan plastik berisi sabu seberat hampir 1 kilogram yang diselipkan rapi di dalam celana dalamnya!
"Diamankan satu buah kemasan plastik yang berisi narkotika jenis shabu dengan berat 990,83 gram netto yang ditemukan di celana dalam yang digunakannya,” ujar Kabid Pemberantasan BNNP Bali, Kombes Pol I Made Sinar Subawa, Kamis (24/7/2025).
Saat diinterogasi, LN mengaku nekat jadi kurir karena diiming-imingi upah Rp25 juta jika berhasil mengantarkan paket tersebut. Di kopernya, petugas cuma nemu uang USD 100 dan Rp1 juta, yang disebut sebagai "uang DP dan ongkos jalan". Sayangnya, ia keburu apes sebelum bonus cair.
Aksi 2: Cowok Brasil & 3 Kg Kokain di Dinding Koper
Di hari yang sama, datang lagi "tamu" tak diundang lainnya. Kali ini seorang pria asal Brasil berinisial YB (32). Sama seperti LN, gerak-geriknya juga bikin petugas curiga saat melewati pemeriksaan X-Ray.
Setelah kopernya dibongkar dan diperiksa lebih teliti, petugas menemukan dua buah plastik klip yang disembunyikan di dalam dinding kopernya. Isinya? Kokain seberat 3,08 kilogram! Jumlah yang gila-gilaan.
YB pun langsung "nyanyi". Dia ngaku cuma disuruh orang bernama Tio Paulo dan merupakan bagian dari jaringan narkoba Rio de Janeiro, Brasil.
Jaringan Internasional yang Super Licin
Yang bikin kasus ini makin rumit adalah betapa licinnya para bos besar di balik para kurir ini.
Dalam kasus LN, dia mengaku nggak tahu siapa yang akan menerima sabu tersebut di Bali. Dia hanya disuruh mengantar.
Sementara dalam kasus YB, petugas BNN sebenarnya sudah mencoba taktik controlled delivery. Gampangnya, YB disuruh pura-pura mengantarkan kokain itu ke si penerima, sementara petugas mengintai dari jauh.
Tapi setelah ditunggu berjam-jam, nggak ada satu orang pun yang datang mengambil paket. Saat petugas mencoba melacak Tio Paulo, si bos YB, ternyata jejaknya sudah hilang.
"Setelah dicek di Hp YB, diketahui Tio Paulo tidak dapat dihubungi serta menarik atau menghapus percakapannya dengan YB," jelas Sinar. Para bandar ini benar-benar tahu cara menghilangkan jejak dengan cepat.
Ending yang Sama: Ancaman Hukuman Mati
Meskipun bos besarnya masih buron, nasib kedua kurir ini sudah di ujung tanduk. Keduanya kini dijerat dengan pasal berlapis dari UU Narkotika. Ancamannya pun bukan main-main: hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 5 tahun.
Kasus ini jadi bukti nyata bahwa Bali masih jadi target utama pasar narkoba internasional. Tapi di saat yang bersamaan, ini juga jadi bukti bahwa petugas kita nggak tidur.
Jangan pernah coba-goba main api dengan narkoba, apalagi di Bali. Salah langkah sedikit, nyawa taruhannya.
Tag
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya