Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Selasa, 29 Juli 2025 | 12:31 WIB

guideku.com - Walaupun COVID-19 udah nggak heboh kayak awal pandemi dulu, bukan berarti virus ini bener-bener hilang dari radar. Faktanya, sekarang muncul lagi varian baru yang mulai bikin rame di berbagai negara, namanya varian Stratus!

Yup, Stratus (kode ilmiahnya XFG dan XFG.3) lagi naik daun banget dan bahkan udah jadi varian dominan di beberapa wilayah. Jadi, biar kamu nggak ketinggalan info, yuk kita bahas tuntas serba-serbi varian Stratus ini!

Asal-usul Varian Stratus

Varian Stratus ini adalah turunan dari Omicron, dan terbagi jadi dua jenis: XFG dan XFG.3. Yang XFG sendiri merupakan hasil kombinasi dari dua garis keturunan virus, yaitu LF.7 dan LP.8.1.2.

Pertama kali terdeteksi pada 27 Januari 2025, XFG sekarang udah menyebar ke 38 negara, dan jadi varian dominan di Inggris dan India. Di Indonesia? Menurut Kemenkes, per Juni 2025, varian XFG udah menyumbang 100% dari kasus COVID yang dilaporkan. Gokil, kan?

Kenapa Disebut Stratus?

Julukan "Stratus" sebenernya bukan nama resmi dari WHO, tapi jadi istilah populer di media buat menyebut si XFG ini. Mungkin karena terdengar catchy dan gampang diingat.

Seberapa Serius Penyebarannya?

Menurut data dari UK Health Security Agency (UKHSA), varian Stratus jadi strain dominan di Inggris dalam waktu singkat. Dari cuma 10% di Mei, naik jadi hampir 40% di Juni!

Sementara menurut WHO, XFG ini udah ditetapkan sebagai Variant Under Monitoring (VUM), artinya: varian ini perlu dipantau ketat karena potensinya untuk menyebar cepat dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejalanya sih sebagian besar mirip COVID-19 sebelumnya, kayak:

  • Demam atau menggigil
  • Batuk kering
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Kehilangan penciuman atau perasa
  • Hidung meler atau tersumbat
  • Diare
  • Mual atau hilang nafsu makan

Tapi ada satu gejala khas banget dari Stratus: suara serak alias parau. Menurut dokter Kaywaan Khan dari Inggris, ini salah satu tanda paling umum buat varian ini.

Apakah Lebih Berbahaya?

Tenang, sampai sekarang nggak ada bukti yang nunjukin varian Stratus bikin gejala lebih parah dibanding varian sebelumnya. WHO juga bilang kalau risiko rawat inap dan kematiannya masih rendah. Jadi, jangan panik, tapi tetap waspada, ya!

Gimana Cara Mencegahnya?

Meski varian baru terus bermunculan, protokol kesehatan lama tetap relevan banget. Ini beberapa langkah penting yang tetap harus kamu lakukan:

  • Cuci tangan rutin pakai sabun atau hand sanitizer
  • Pakai masker di tempat ramai
  • Jaga jarak minimal 1 meter
  • Hindari menyentuh wajah tanpa cuci tangan
  • Update vaksinasi COVID-19 sesuai anjuran

Jangan lupa juga, kalau merasa nggak enak badan, apalagi muncul batuk, demam, dan suara serak, langsung tes COVID-19 ya! Kalau positif:

  • Isolasi mandiri
  • Minum air putih yang banyak
  • Istirahat cukup
  • Konsultasi ke dokter kalau gejala makin berat

Varian Lain yang Juga Dipantau

Selain Stratus, WHO juga lagi mantau varian COVID lainnya seperti:

  • KP.3 (86 negara)
  • KP.3.1.1 (91 negara)
  • LB.1 (99 negara)
  • XEC (78 negara)
  • LP.8.1 (60 negara)
  • NB.18.1 alias "Nimbus" (37 negara)

Tapi, cuma ada satu varian yang masuk kategori Variant of Interest (VOI), yaitu JN.1, yang sekarang udah tersebar di 144 negara.

Jadi, Harus Khawatir?

Nggak perlu panik berlebihan, tapi tetap harus peduli. Virus ini mungkin udah bukan headline, tapi dia belum pergi sepenuhnya. Varian Stratus buktiin bahwa COVID-19 masih bisa berevolusi, dan tugas kita adalah tetep waspada dan tanggap.

Yuk, jaga diri dan orang-orang di sekitar dengan gaya hidup sehat, update vaksin, dan nggak cuek sama gejala! Karena meskipun udah "biasa", COVID tetap bukan hal yang bisa diremehkan.

Stay safe and stay updated, gengs!