guideku.com - Pernah dengar lagu-lagu mellow Kerispatih yang ngena banget di hati? Nah, sebagian besar dari lagu-lagu itu ternyata hasil karya Badai, mantan keyboardist sekaligus pencipta lagu utama band Kerispatih.
Tapi belakangan ini, Badai muncul ke publik bukan untuk merilis lagu baru, melainkan buat menyuarakan keresahan tentang hak cipta dan royalti yang selama ini dirasa nggak jelas pembayarannya.
Lagu Dibawa ke Mana-mana, Tapi Royalti Nggak Jelas
Badai terang-terangan merasa kecewa karena banyak lagu ciptaannya terus dipakai, tapi royalti yang seharusnya ia terima nggak pernah sampai dengan jelas. Ia menyebut beberapa pihak, mulai dari LMK, LMKI, hingga para performer, nggak punya kejelasan sistem pembayaran royalti. "Kalau bicara kerugian, yang rugi ya gue. Lagu gue dibawain ke mana-mana, tapi royalti enggak jelas," katanya.
Badai juga menyebutkan kalau ia sebenarnya udah pernah menawarkan sistem persentase profesional kepada Sammy Simorangkir, mantan vokalis Kerispatih. Tapi sayangnya, tawaran itu ditolak.
Kerispatih Mau Bayar, Sammy Enggak
Menariknya, meskipun Badai sudah keluar dari Kerispatih sejak 2016, ia sempat membuat kesepakatan kontrak royalti dengan band tersebut. Ia memberlakukan sistem persentase 10% (yang kemudian dinego jadi 5%) dari hasil penampilan lagu-lagunya, dan kontrak ini berlaku selama satu tahun dari 2022–2023. Kerispatih pun menjalankan perjanjian ini.
Tapi berbeda dengan Sammy. Badai bilang kalau Sammy nggak pernah bayar royalti secara langsung, dan Badai pun memilih untuk tidak menagih. "Saya enggak pernah ganggu," ujar Badai. Meski begitu, ia merasa kecewa karena pernyataan Sammy di publik seolah-olah menyudutkan dirinya.
Bukan Cuma Sammy, Badai Juga Layangkan Somasi ke Label
Selain urusan dengan Sammy, Badai juga sedang berseteru dengan label musik PT Halo Entertainment Indonesia soal lagu I Still Love You yang dinyanyikan oleh Rayen Pono. Lagu itu dirilis sejak 2016, tapi nama Badai nggak dicantumkan sebagai pencipta lagu di platform digital seperti Spotify, YouTube, atau Apple Music. Parahnya lagi, royaltinya juga belum pernah dibayar.
Badai melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, udah melayangkan tiga kali somasi, tapi tanggapan dari label dinilai masih belum memuaskan. Karena itu, langkah hukum pun sedang dipertimbangkan lebih serius.
Buat Badai, ini bukan sekadar masalah pribadi, tapi juga bentuk edukasi buat para pencipta lagu agar hak-haknya dihargai dan dilindungi secara hukum.
Permasalahan Royalti: Masalah Lama yang Terus Terulang
Kasus Badai ini sebenarnya bukan yang pertama. Sebelumnya, musisi Ari Bias juga sempat menuntut Agnez Mo karena menyanyikan lagu ciptaannya tanpa izin dan akhirnya harus bayar ganti rugi Rp1,5 miliar. Dari situ, makin banyak musisi yang sadar kalau menggunakan lagu orang lain tanpa izin bisa berujung masalah hukum.
Sayangnya, meski industri musik Indonesia menyumbang pendapatan besar(bahkan mencapai Rp6,8 triliun di tahun 2021) masih banyak pencipta lagu yang belum sejahtera secara finansial. Salah satu alasannya adalah karena kurangnya pemahaman soal hak cipta.
Padahal, menurut UU No. 28 Tahun 2014, setiap lagu yang didaftarkan secara resmi berhak mendapat perlindungan hukum dan kompensasi finansial jika digunakan secara komersial. Tapi faktanya, banyak karya yang belum didaftarkan dan sistem pendistribusian royalti yang masih semrawut.
Badai mungkin kecewa, tapi ia tetap mengambil jalan elegan. Bukan soal uang semata, tapi soal menghargai karya dan menegakkan aturan yang memang seharusnya berlaku. Ia berharap, lewat kasus ini, para pencipta lagu di Indonesia bisa makin sadar akan pentingnya mendaftarkan karya mereka dan menuntut keadilan dengan cara yang benar.
Dan buat penikmat musik, yuk mulai lebih peka juga. Di balik lagu-lagu yang kita dengerin dan nyanyiin, ada pencipta yang udah kerja keras buat ngasih karya terbaiknya. Sudah sepantasnya kita ikut dukung hak mereka.
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya