guideku.com - Drama soal latar belakang pendidikan mantan Presiden Joko Widodo sepertinya nggak ada habisnya. Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan sama kemunculan seorang pria bernama Mulyono di acara reuni akbar Fakultas Kehutanan UGM. Ia dengan bangga memperkenalkan diri sebagai teman satu angkatan Jokowi.
Momen ini seharusnya jadi bukti manis dari sebuah pertemanan lama. Tapi, nggak butuh waktu lama, suasana langsung berubah jadi panas. Tiba-tiba muncul tuduhan mengejutkan: Mulyono itu bukan alumni UGM, tapi seorang calo tiket bus di Terminal Tirtonadi Solo bernama asli Wakidi!
Bongkar Awal Mula 'Gosip Panas' Ini
Semua kegaduhan ini meledak setelah seorang pengacara asal Solo, Muhammad Taufiq, mengunggah sebuah video di YouTube-nya. Dalam video itu, ia dengan sangat yakin mengklaim sudah melakukan investigasi.
Baca Juga
"Saya sudah investigasi, menghubungi pentolan Terminal Tirtonadi. Singkat kata, yang bersangkutan namanya Wakidi, bukan Mulyono. Dia itu calo tiket," ujar Taufiq dalam videonya.
Tuduhan ini langsung "digoreng" dan diviralkan oleh Buni Yani di akun Facebook-nya. Dengan nada menyindir, ia menulis, “Wakidi bukan alumni UGM tapi alumni UTTS (Universitas Terminal Tirtonadi Solo).”
Sontak, narasi "Mulyono adalah Wakidi si calo" langsung menyebar luas.
Terus, Si Mulyono-nya Sendiri Bilang Apa?
Di tengah semua tuduhan ini, Mulyono nggak tinggal diam. Ia dengan tegas membantah semua tuduhan itu. Jauh dari citra calo terminal, Mulyono justru membeberkan rekam jejaknya yang klop dengan profil seorang sarjana kehutanan.
NIM-nya Jelas: "Nomor induk saya 1684," katanya, memberikan detail spesifik yang bisa diverifikasi.
Lulus Tahun 1987: "Saya lulus 1987," tambahnya.
Karier di Bidang Kehutanan: Setelah lulus, ia mengaku merantau dan bekerja sebagai pekerja swasta di bidang kehutanan di berbagai daerah, mulai dari Mentawai, Maluku, Papua, hingga Jambi.
Kenal Baik dengan Jokowi: "Saya kenal baik dengan Jokowi. Kami beberapa kali mendaki bersama," ujarnya, memberikan detail pertemanannya.
Pembelaan Mulyono ini diperkuat oleh fakta lain. Saat fotonya ditunjukkan ke pihak Terminal Tirtonadi, mereka mengaku tidak mengenal sosok tersebut.
'Saksi' Lain Muncul, Siapa yang Bohong?
Nggak cuma Mulyono sendiri yang membantah. Rekan seangkatannya di UGM, Mustoha Iskandar, juga ikut angkat bicara. Ia menyebut tuduhan terhadap Mulyono ini sebagai "setingan" yang tidak masuk akal dan menegaskan kalau Mulyono memang benar-benar bagian dari angkatan 1980 Fakultas Kehutanan UGM.
Jadi, Kesimpulannya Gimana?
Setelah kita bedah dari berbagai sisi, kesimpulannya cukup jelas.
Tuduhan Calo Terminal: Datang dari satu-dua sumber di media sosial, tanpa ada bukti valid yang bisa diverifikasi. Pihak terminal sendiri tidak mengenali Mulyono.
Status Alumni UGM: Dikonfirmasi langsung oleh yang bersangkutan dengan data spesifik (NIM & tahun lulus), didukung oleh kesaksian rekan seangkatan lainnya, dan diperkuat oleh rekam jejak kariernya yang linier dengan jurusannya.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa narasi yang menyebut Mulyono adalah calo bernama Wakidi itu sangat tidak berdasar dan masuk kategori hoaks.
Kasus ini jadi pelajaran lagi buat kita, Gengs. Di tengah panasnya isu politik, segala cara bisa dipakai untuk menjatuhkan lawan, termasuk dengan menciptakan narasi palsu yang menyerang orang-orang di sekitarnya.
Tugas kita? Jadi netizen yang cerdas, yang nggak gampang kemakan gosip dan selalu cek faktanya dulu sebelum ikut-ikutan nyebar. Setuju?
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya