Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Selasa, 29 Juli 2025 | 19:00 WIB

guideku.com - Drama ijazah palsu Jokowi kini makin liar dan merembet ke mana-mana. Nggak cukup cuma "perang" antara kubu Jokowi dan Roy Suryo, sekarang giliran Partai Demokrat yang ikut keseret dan jadi sasaran tuduhan. Tudingan "partai biru" disebut-sebut sebagai dalang di balik semua kekacauan ini.

Mendengar partainya jadi kambing hitam, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, nggak tinggal diam. Dia langsung "ngamuk" dan memberikan bantahan super telak. Baginya, ini adalah fitnah keji dan manuver politik kotor untuk mengadu domba.

'Partai Biru' Dituding Jadi Dalang

Semua ini bermula dari "kode-kodean" yang dilempar oleh Ade Darmawan, Sekjen Peradi Bersatu yang juga melaporkan Roy Suryo. Saat diwawancarai di TV, Ade sengaja mengenakan kemeja biru dan memberikan clue misterius.

"Biarlah masyarakat berpikir sendiri dan mencari sendiri siapa sih dalangnya? [...] Saat ini saya pakai baju apa? Nah itu mungkin salah satu clue yang bisa saya sampaikan,” kata Ade.

Sontak, semua mata langsung tertuju pada Partai Demokrat yang identik dengan warna biru. Apalagi, Roy Suryo yang paling getol mempersoalkan ijazah Jokowi adalah mantan kader Demokrat.

Ibas 'Ngegas': Ini Fitnah Keji dan Pembunuhan Karakter!

Mendengar partainya diseret-seret, Ibas langsung pasang badan. Lewat keterangan resminya, Selasa (29/7/2025), putra bungsu SBY ini mengeluarkan pernyataan yang sangat keras.

"Kami dari Partai Demokrat menanggapi dengan tegas tuduhan bahwa 'partai biru' adalah dalang di balik isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Tuduhan ini adalah fitnah keji, tidak berdasar, dan merupakan bentuk pembunuhan karakter terhadap institusi politik yang sah," ujar Ibas.

Roy Suryo? 'Dia Bukan Lagi Bagian dari Kami!'

Ibas juga langsung "membuang" nama Roy Suryo jauh-jauh dari partainya. Ia menegaskan kalau semua omongan dan tindakan Roy Suryo soal ijazah Jokowi adalah sikap pribadi dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Demokrat.

"Partai Demokrat tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan isu tersebut. Saudara Roy Suryo bukan lagi bagian dari Partai Demokrat sejak tahun 2019," tandas Ibas. "Pernyataannya adalah sikap pribadi dan tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan partai," sambungnya.

Sebuah garis pemisah yang sangat tegas untuk mematahkan semua upaya mengait-ngaitkan partainya dengan drama ini.

Tudingan Adu Domba SBY vs Jokowi

Lebih jauh, Ibas mencium adanya agenda tersembunyi di balik semua ini. Menurutnya, ada pihak-pihak yang sengaja "mengail di air keruh" untuk menciptakan benturan dan mengadu domba antara tokoh-tokoh besar, khususnya antara ayahnya, SBY, dengan Jokowi.

Padahal, menurut Ibas, hubungan antara kedua mantan presiden itu justru sedang harmonis.

"Upaya untuk mengaitkan Demokrat dengan isu ini adalah manuver politik kotor yang berpotensi memecah belah bangsa," bebernya.

Roy Suryo Sendiri Sudah Bantah

Sebelum Ibas angkat bicara, Roy Suryo sendiri sebenarnya sudah membantah tudingan "partai biru" ini. Menurutnya, Jokowi sendiri tidak pernah menyebut warna partai mana pun.

"Nggak ada dari Jokowi bilang biru. Kok tiba-tiba ada termul-nya yang mengatakan bahwa itu biru. Itu kan ngaco sekali," kata Roy.

Jadi, Gengs, drama ijazah ini kini sudah berubah jadi perang narasi multi-level yang super rumit. Ada kubu Jokowi yang menuding ada "orang besar" di baliknya. Ada kubu pelapor Jokowi yang menuding ada "partai biru". Dan sekarang, ada kubu Demokrat yang merasa jadi korban fitnah.

Pusing, kan? Satu hal yang pasti, di tengah semua kekacauan ini, yang paling penting adalah kita sebagai anak muda jangan gampang terprovokasi dan diadu domba.