Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman | Zahir : Kamis, 31 Juli 2025 | 14:00 WIB

guideku.com - Fenomena sound horeg yang jadi pembahasan netizen memang tidak pernah ada habisnya. Setiap hari ada saja perkembangan baru dari subkultur yang satu ini.

Sekarang, viralnya sound horeg yang memiliki biduan atau penyanyi di setiap acaranya juga turut meramaikan fenomena yang jadi pro kontra di masyarakat ini. Kehadiran para penyanyi ini mengubah parade audio menjadi panggung hiburan rakyat yang lengkap.

Terbaru, sebuah video viral di media sosial menunjukkan sisi lain dari kemeriahan ini. Video itu memperlihatkan seseorang yang tengah berfoto dengan artis atau biduan sound horeg yang turut hadir memeriahkan acara tersebut.

Tapi, yang unik di sini adalah mereka tidak sekadar hanya berfoto saja. Setelah berpose, terlihat mereka juga melakukan saweran atau membayar kepada biduan tersebut.

Dalam video yang viral di TikTok dan platform X tersebut, sang biduan terlihat cukup sabar dan telaten meladeni ajakan foto dari ibu-ibu dan anak-anak yang sudah mengantri sejak lama.

Antrean ini menunjukkan bahwa para penyanyi ini kini dianggap sebagai "artis" lokal yang punya banyak penggemar. Tapi, tidak hanya itu saja, terlihat orang-orang dalam video itu juga memberikan saweran berupa uang kepada sang biduan usai berfoto bersama.

Sekali Foto Bisa Ditarif Lima Ribu Rupiah?

Viralnya saweran saat berfoto dengan biduan sound horeg ini memang jadi pembahasan yang cukup menarik di dunia maya. Banyak orang yang kemudian bertanya-tanya berapa tarif pasti untuk sekali foto sama biduan.

Salah satu akun di platform X yang turut memviralkan momen saweran biduan tersebut memberikan informasi bahwa jika mau berfoto dengan para biduan sound horeg ini setidaknya harus mempersiapkan uang sebesar Rp 5.000 untuk sekali foto.

“Artis sound horeg ini kenakan tarif Rp 5.000 jika ingin berfoto dengannya. Terlihat banyak anak-anak yang sedang mengantri untuk minta berfoto,” demikian keterangan salah satu akun tersebut.

Biaya ini sendiri menjadi bukti nyata bahwa adanya fenomena monetisasi dari sound horeg itu sendiri. Ini bukan lagi sekadar hobi atau hiburan semata. Tidak heran, karena kepopuleran sound horeg yang saat ini jadi pembahasan di banyak pihak membuat fenomena ini jadi ladang mencari rezeki bagi sebagian besar orang yang terlibat di dalamnya, mulai dari pemilik sound, operator, hingga para penyanyinya.

Melihat fenomena ini, tidak heran jika munculnya fatwa sound horeg haram yang mulai diwacanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di beberapa daerah membuat banyak orang yang menggeluti dunia ini melakukan protes dan penolakan dengan berbagai cara. Bagi mereka, ini bukan hanya sekadar pelarangan hobi, tetapi juga mengancam sumber penghasilan mereka.

Jadi, menurutmu fenomena yang ada di sound horeg ini jadi bukti bahwa masyarakat Indonesia cukup kreatif dalam memanfaatkan momen dan keviralan menjadi sebuah ekosistem ekonomi baru yang tumbuh dari bawah?