guideku.com - Ada kabar yang dijamin bikin para The Jakmania dan Bobotoh auto campur aduk perasaannya. Laga super panas yang selalu kita tunggu-tunggu, "El Clasico Indonesia" antara Persija Jakarta vs Persib Bandung, kemungkinan besar dilarang digelar di Jakarta International Stadium (JIS)!
Loh, kok bisa? Stadion baru dan semegah itu kok malah nggak boleh dipakai buat laga terbesar? Ternyata, alasannya bukan karena rumputnya jelek atau fasilitasnya kurang. Justru sebaliknya. Rivalitas kedua tim ini dianggap terlalu besar dan terlalu "panas" untuk bisa ditampung dengan aman di JIS.
Bongkar Alasan di Balik Larangan: JIS 'Kekecilan' untuk Laga Penuh Gengsi
Direktur Utama ILeague, Ferry Paulus, secara blak-blakan mengungkap alasan di balik wacana larangan ini. Masalah utamanya adalah soal kapasitas dan keamanan.
Baca Juga
Jadi, meskipun JIS secara teknis bisa menampung 82 ribu penonton, untuk laga dengan risiko tinggi seperti ini, kapasitasnya harus dipangkas setengahnya, cuma sekitar 45 atau 50 ribu penonton. Kenapa?
"Karena kapasitas, juga hospitality untuk loading dan unloading penonton, baik masuk dan keluar JIS," kata Ferry Paulus, (3/8/2025).
Gampangnya, alur keluar-masuk penonton di JIS dinilai masih belum siap untuk menampung puluhan ribu suporter fanatik yang datang bersamaan. Jika dipaksakan, risikonya adalah penumpukan massa yang sangat berbahaya.
"Sementara pertandingan-pertandingan melawan Persija Persib, Persebaya itu pasti di atas 70 ribu," tambah Ferry.
Karena alasan inilah, Ferry Paulus lebih menyarankan agar laga ini digelar di "rumah lama" sepak bola Indonesia: Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), yang sistem keamanannya sudah lebih teruji untuk laga-laga besar.
Kenapa Sih Laga Ini Sebegitu 'Ngerinya'? Menelusuri Akar Rivalitas Abadi
Buat kamu yang mungkin baru ngikutin bola, wajar kalau bertanya, "Kenapa sih Persija vs Persib ini bisa sepanas itu?". Jawabannya ada di sejarah panjang yang sudah mendarah daging.
Akar Sejak Era Perserikatan: Rivalitas ini bukan barang baru. Akarnya sudah ada sejak era kompetisi Perserikatan, di mana kedua tim mewakili gengsi dan harga diri dua kota besar yang bertetangga: Jakarta vs Bandung. Ini bukan cuma soal sepak bola, tapi soal identitas.
Perang Fanatisme Suporter: Panasnya rivalitas ini makin menjadi-jadi di era modern dengan lahirnya dua basis suporter terbesar di Indonesia: The Jakmania (Persija) dan Viking/Bobotoh (Persib). Fanatisme dan loyalitas mereka luar biasa, tapi sayangnya, sering kali kebablasan.
Sisi Kelam yang Tak Terlupakan: Sayangnya, di balik semua semangat itu, ada sisi kelam yang nggak bisa kita pungkiri. Rivalitas ini sudah berkali-kali memakan korban jiwa. Bentrokan antar suporter, baik di dalam maupun di luar stadion, menjadi "penyakit" tahunan yang membuat laga ini selalu dilabeli "berisiko sangat tinggi" oleh pihak keamanan.
Sisi kelam inilah yang menjadi "biang kerok" utama kenapa setiap laga Persija vs Persib selalu butuh pengamanan super ketat dan stadion yang benar-benar siap menampung ledakan emosi puluhan ribu suporternya.
Jadi, Kapan dan di Mana Kita Nonton Laga Ini?
Dengan JIS yang kemungkinan besar "ditolak", SUGBK jadi kandidat terkuat untuk menjadi panggung pertarungan ini.
Semoga, di mana pun laga ini digelar nanti, kita semua bisa menunjukkan bahwa rivalitas itu cukup 90 menit di lapangan. Di luar itu, kita tetap satu, Indonesia. Setuju, Gengs?
Tag
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya