Minggu, 16 Agustus 2026
Reza Sulaiman : Senin, 04 Agustus 2025 | 19:00 WIB

guideku.com - Di saat banyak dari kita mungkin ngeluh soal kerjaan yang gitu-gitu aja, ada sebuah kisah nyata dari pelosok Pasaman, Sumatera Barat, yang dijamin bakal bikin kita semua auto diem dan merenung. Seorang bidan bernama Dona melakukan sebuah aksi heroik yang levelnya udah kayak di film-film action.

Videonya yang kini viral di media sosial merekam sebuah pemandangan yang luar biasa: Bu Bidan Dona dengan nekatnya berenang menyeberangi sungai yang arusnya deras. Tujuannya cuma satu: menjangkau pasien yang butuh pertolongannya.

'Akal Sehat' Dikesampingkan Demi Panggilan Tugas

Semua ini terjadi pada Jumat (1/8/2025) pagi. Saat itu, jembatan utama yang menghubungkan desanya dengan rumah pasien putus total dihantam banjir. Akses benar-benar terputus. Bagi orang biasa, ini adalah alasan yang sangat logis untuk menunda atau membatalkan janji. Tapi tidak bagi Dona.

Melihat kondisi itu, ia tidak putar balik. Ia justru mengambil keputusan "gila" yang didasari oleh panggilan jiwa.

“Saya memutuskan untuk turun ke sungai. Mantel hujan yang saya pakai, saya lepas, pasangkan ke tas saya biar tidak basah. Lalu saya masuk ke sungai dan berenang,” ujar Dona, Senin (4/8/2025).

Bayangin, Gengs. Dia melompat ke sungai, memanggul tas berisi alat kesehatan dan obat-obatan yang dibungkus seadanya, dan berenang melawan arus. Semuanya demi satu nyawa yang menunggunya di seberang.

Perjuangan yang Gak Main-main: Tempuh 26 Km & Ongkos Rp 400 Ribu

Dedikasi Dona nggak berhenti di aksi berenangnya. Untuk bisa sampai ke titik sungai itu saja, perjuangannya sudah luar biasa. Dari rumahnya, ia harus menempuh perjalanan sejauh 26 kilometer naik ojek di tengah cuaca hujan dan jalanan yang licin.

Ongkosnya pun nggak murah. Ia harus merogoh koceknya sendiri sebesar Rp 400 ribu untuk ongkos ojek pulang-pergi.

Yang bikin lebih salut, pasien yang ia datangi ini ternyata bukan termasuk dalam wilayah tugas resminya. Dona, yang sudah menjadi PNS sejak 2007 di Puskesmas Simpang Tonang, memang dikenal oleh warga sekitar sebagai sosok yang tidak pernah menolak panggilan.

“Saya memang sering dipanggil-panggil oleh warga yang membutuhkan. Bahkan jam 12 malam ada warga yang menelpon, saya datangi,” kata Dona. Sebuah pengabdian total yang melampaui batas-batas administrasi.

Direkam Diam-diam, Viral, dan Harapan Sederhana

Dona sama sekali nggak menyangka kalau aksinya itu direkam diam-diam oleh warga dan jadi viral. Saat tahu videonya meledak, ia mengaku terharu sampai ingin menangis.

"Terharu dan pengen nangis, bercampur semuanya. Saya tidak menyangka seperti ini," ucapnya.

Setelah berhasil menyeberang dalam kondisi basah kuyup, ia tetap melanjutkan tugasnya memeriksa pasien. Ia baru bisa ganti baju kering setelah sampai kembali di rumahnya pada pukul 18.30 WIB. Bajunya benar-benar kering di badan.

Di balik semua itu, harapannya sangat sederhana. "Semoga ke depan jembatan dan jalan-jalan yang ada dapat diperbaiki,” katanya. Sebuah harapan agar tidak ada lagi tenaga kesehatan lain yang harus mempertaruhkan nyawa seperti dirinya.

Kisah Bidan Dona ini adalah tamparan keras sekaligus inspirasi. Ini adalah potret nyata dari pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja dalam sunyi di pelosok negeri. Salut setinggi-langitnya, Bu Bidan!