Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Senin, 04 Agustus 2025 | 21:00 WIB

guideku.com - Fenomena bendera dan mural One Piece yang lagi viral sebagai simbol perlawanan ternyata kini sudah sampai ke "kandang singa". Sejumlah mural bergambar tengkorak topi jerami tiba-tiba muncul di beberapa titik di Kota Solo, kampung halaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kemunculannya yang serentak dan di lokasi strategis ini sontak bikin heboh. Tapi, nggak butuh waktu lama, sebagian mural itu langsung lenyap, dihapus paksa oleh aparat demi menjaga situasi tetap "kondusif".

'Gerilya' Mural di Malam Hari

Menurut pantauan di lapangan, Senin (4/8/2025), mural-mural ini muncul di beberapa lokasi padat penduduk, seperti di Semanggi dan Sewu. Proses pembuatannya pun terbilang "gerilya".

Ngatimin, seorang warga di Semanggi, cerita kalau mural di wilayahnya dibuat oleh sekelompok warga pada Minggu malam. Prosesnya cepat dan terorganisir, dari jam 9 sampai jam 12 malam.
"Ini dibuat warga tadi malam," ujarnya.

Ngatimin sendiri mengaku was-was dengan kemunculan mural ini. Di tengah viralnya simbol One Piece yang sarat makna politis, ia merasa gambar itu kurang pantas.

"Itukan bajak laut, ada indikasi kurang elok lah," ungkapnya.

"Saya kira itu, biasanya bikin logo HUT Indonesia. Lah kok gambarnya kayak bajak laut," sambungnya.

Beda Nasib: Satu Dibiarkan, Satu Dihapus Cepat

Uniknya, nasib mural-mural ini beda-beda. Mural yang cukup besar di wilayah Semanggi, sampai Senin siang masih dibiarkan terpampang.

Tapi, mural lain yang lokasinya di Jebres, nggak jauh dari kediaman pribadi keluarga Jokowi, bernasib beda. Mural itu dilaporkan sudah lenyap tanpa sisa, dihapus oleh aparat pada Senin paginya.

Camat Jebres, Samsu Tri Wahyudi, membenarkan hal ini. Menurutnya, penghapusan itu dilakukan atas arahan dari lurah setempat yang berkoordinasi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa.

Alasannya? Biar nggak jadi liar di media sosial.

"Sudah dihapus. Ini juga untuk menjaga kondusivitas nanti daripada ada yang memviralkan di medsos malah ramai," jelas Samsu.

Memburu 'Dalang' Mural Misterius

Pihak kecamatan kini sedang sibuk menelusuri siapa "dalang" di balik pembuatan mural yang muncul tiba-tiba ini. Samsu menduga kuat mural itu dibuat pada malam hari saat warga sedang tidur.

"Ini mungkin buatnya malam ya, pas orang-orang pada tidur. Ini lagi di telusuri, jadi belum tahu yang membuat siapa," paparnya.

Jadi, Ini Sebenarnya Apa? Vandalisme atau Suara Kekecewaan?

Gengs, "perang" antara pembuat mural dan aparat di Solo ini jadi cermin dari perdebatan yang lebih besar.

Di satu sisi, ada pihak yang melihat ini sebagai bentuk vandalisme dan provokasi yang bisa mengganggu ketertiban.

Di sisi lain, banyak juga yang melihat ini sebagai bentuk ekspresi kekecewaan yang kreatif. Di saat saluran-saluran kritik formal mungkin terasa buntu, tembok dan aspal jalanan jadi kanvas untuk menyuarakan isi hati.

Sama seperti dalam cerita One Piece, di mana Kru Topi Jerami dianggap "penjahat" oleh Pemerintah Dunia tapi dianggap "pahlawan" oleh rakyat yang mereka bebaskan, fenomena mural ini pun punya dua sisi mata uang.

Jadi, menurutmu, apakah para pembuat mural ini adalah "perusuh" yang harus ditindak? Atau mereka adalah "pahlawan" yang berani menyuarakan keresahan dengan cara yang unik?