Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Jum'at, 08 Agustus 2025 | 07:30 WIB

guideku.com - Siap-siap buat plot twist politik paling liar yang pernah kamu dengar. Di saat kita semua masih ngebahas soal reshuffle kabinet, pakar hukum tata negara, Refly Harun, justru melempar sebuah "bom" wacana yang bikin semua pengamat auto garuk-garuk kepala.

Dalam analisisnya, Refly menyebut Anies Baswedan bukan cuma berpeluang jadi menteri, tapi juga berpotensi menggantikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden di tengah jalan! Sebuah skenario yang kedengarannya mustahil, tapi di dunia politik, nggak ada yang nggak mungkin, kan?

'Barter Politik' Tingkat Dewa: Jadi Wapres, tapi Pensiun Nyapres

Wacana "gila" ini dilemparkan Refly Harun di kanal podcast-nya. Menurutnya, Prabowo bisa saja mempertimbangkan Anies sebagai pendamping barunya untuk memperkuat stabilitas pemerintahan dengan merangkul rival utamanya di Pilpres 2024.

Tapi, tentu saja, tawaran politik setinggi ini nggak datang gratisan. Ada satu "harga" super mahal yang harus dibayar oleh Anies jika skenario ini benar-benar terjadi. Syaratnya?
Anies Baswedan harus bersedia untuk tidak mencalonkan diri lagi pada kontestasi Pilpres 2029.

"Anies Baswedan dinilai sebagai figur teknokrat yang bisa diandalkan dan berpotensi menggantikan Gibran sebagai wakil presiden, dengan syarat tidak maju di Pilpres 2029," begitu kutipan dari analisis Refly, Kamis (7/8/2025).

Logikanya Gimana? Menetralkan Lawan Terkuat 2029

"Barter politik" ini, jika benar ada, adalah sebuah manuver yang super pragmatis dan cerdas.

Buat Kubu Prabowo: Dengan "mengunci" Anies di kursi wakil presiden, mereka secara teoretis bisa menghilangkan salah satu penantang paling serius di Pilpres 2029. Pemerintah jadi lebih stabil karena basis pendukung Anies ikut dirangkul.

Buat Anies: Ini adalah dilema terbesar. Di satu sisi, ia dapat jabatan prestisius sebagai orang nomor dua di republik. Di sisi lain, ia harus mengorbankan mimpinya untuk pertarungan yang lebih besar lima tahun lagi.

Emang Bisa Ganti Wapres di Tengah Jalan?

Nah, ini pertanyaan paling pentingnya. Secara konstitusi, emang bisa? Jawabannya: BISA, tapi super rumit.

Ada dua skenario utama:

Pemakzulan (Impeachment): Ini jalannya super panjang dan hampir mustahil. Wapres cuma bisa diberhentikan kalau terbukti melakukan pelanggaran hukum berat.

Prosesnya harus lewat DPR, diadili Mahkamah Konstitusi (MK), dan diputusin di sidang paripurna MPR. Ribet banget!

Gibran Mengundurkan Diri: Nah, ini jalan yang paling "masuk akal" dalam skenario ini. Jika Gibran secara sukarela mundur dari jabatannya, maka akan terjadi kekosongan.

Sesuai UUD 1945, Presiden akan mengusulkan dua nama calon wapres baru ke MPR untuk dipilih.

Di skenario kedua inilah celah bagi Anies untuk masuk bisa terbuka, asalkan ada "deal" politik yang solid antara Prabowo dan partai-partai koalisinya.

Jadi, Ini Cuma Halusinasi atau Kemungkinan Nyata?

Wacana dari Refly Harun ini mungkin kedengarannya kayak cerita fiksi politik. Tapi, ini membuka mata kita tentang betapa cair dan tak terduganya dunia politik di level tertinggi.

Ini bukan lagi soal siapa yang menang atau kalah di pemilu. Ini soal bagaimana kekuasaan itu dinegosiasikan, dibagikan, dan diamankan untuk jangka panjang.

Jadi, gimana menurutmu? Apakah skenario Anies jadi Wapres ini cuma halusinasi tingkat tinggi? Atau justru sebuah manuver jenius yang mungkin sedang dipertimbangkan di balik layar?