Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Jum'at, 08 Agustus 2025 | 20:30 WIB

guideku.com - Sebuah kabar dari Gaza yang dijamin bakal bikin kita semua, terutama para pecinta bola, auto merinding dan marah. Dunia sepak bola kembali berduka setelah salah satu bintang Timnas Palestina, Suleiman Al-Obaid, gugur dalam sebuah serangan Israel.

Dan yang bikin tragedi ini makin jadi sorotan dunia? Legenda Manchester United yang terkenal vokal dan "sangar", Eric Cantona, ikut "ngamuk" di media sosial. Tapi yang paling bikin nyesek buat kita di Indonesia? Ternyata, Suleiman Al-Obaid adalah sosok yang pernah menggetarkan jala gawang Timnas kita di Solo.

Momen yang Mungkin Kita Lupakan: Saat 'Pele Palestina' Cetak Gol di Manahan

Buat kamu para pecinta bola, coba deh putar waktu ke belakang, tepatnya ke tanggal 22 Agustus 2011. Saat itu, Timnas Indonesia melakoni laga uji coba melawan Palestina di Stadion Manahan, Solo. Nah, dalam pertandingan itu, Suleiman Al-Obaid adalah sosok yang mencetak gol pembuka untuk Palestina.

Ia berhasil membobol gawang kita, memamerkan kualitasnya sebagai seorang striker tajam di hadapan publik Indonesia. Meskipun pada akhirnya Skuad Garuda berhasil comeback dan menang 4-1 lewat gol-gol dari Hariono, Cristian Gonzales, dan Bambang Pamungkas, momen gol dari Al-Obaid itu tetap tercatat dalam sejarah.

Kini, penyerang yang dulu merayakan golnya dengan suka cita di tanah Jawa itu telah tiada. Dan cara kepergiannya benar-benar menghancurkan hati. Ia gugur bukan di lapangan hijau saat berjuang membela negaranya. Ia tewas saat sedang menantikan bantuan kemanusiaan untuk bisa bertahan hidup.

Kematiannya ini jadi kehilangan super besar bagi sepak bola Palestina. Ia adalah salah satu striker tersubur mereka, dengan lebih dari 100 gol sepanjang kariernya, dan dijuluki sebagai 'Pele-nya Palestina'.

'Serangan Balik' Keras dari Eric Cantona

Tragedi ini memicu kemarahan global, dan salah satu suara paling keras datang dari legenda Man United, Eric Cantona. Lewat akun Instagram-nya, ia melontarkan pernyataan yang super nyelekit dan tanpa basa-basi.

"Israel baru saja membunuh bintang tim nasional Palestina, Suleiman Al-Obeid, saat menunggu bantuan di Rafah," tulis Cantona.

"Ia dijuluki 'Pelé Palestina'. Berapa lagi kita akan membiarkan mereka melakukan genosida ini? Bebaskan Palestina," serunya.

Pesan dari seorang legenda sekaliber Cantona ini sontak membuat tragedi Al-Obaid jadi sorotan dunia. Ini bukan lagi sekadar statistik korban perang, tapi sebuah pengingat bahwa di antara mereka yang gugur, ada para pahlawan, seniman, dan atlet yang mimpinya direnggut paksa.

Kisah Suleiman Al-Obaid jadi pelajaran pahit. Bahwa di tengah kejamnya perang, bahkan seorang pahlawan olahraga pun tidak kebal. Ia yang dulu datang ke Indonesia sebagai lawan di lapangan hijau, kini telah pergi sebagai korban dari sebuah tragedi kemanusiaan yang tak kunjung usai.

Selamat jalan, Suleiman Al-Obaid. Golmu di Manahan akan selalu kami ingat.