Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Selasa, 12 Agustus 2025 | 12:15 WIB

guideku.com - Kenapa sih Wapres Gibran nggak salaman sama AHY? Pertanyaan ini langsung rame dibahas warganet setelah sebuah video dari Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara Suparlan, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, 10 Agustus 2025, beredar luas di media sosial.

Potongan video itu memperlihatkan momen Gibran Rakabuming Raka berjalan melewati barisan menteri, termasuk Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tanpa memberikan salam. Netizen pun langsung berspekulasi: dari dugaan kode politik, gesture dingin, sampai sekadar lupa.

Detik-Detik Kedatangan Gibran

Dari video resmi YouTube Sekretariat Presiden, Gibran tiba di lokasi sekitar pukul 08.50 WIB. Ia datang menggunakan kendaraan taktis Maung putih, mengenakan baju safari cokelat, dan menariknya, ia hadir lebih dulu dari Presiden Prabowo Subianto.

Begitu turun, Gibran berjalan menuju panggung utama. Di situ sudah berdiri beberapa menteri: AHY, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Menko PMK Pratikno.

Nah, di sinilah momen yang bikin heboh: Gibran tampak melewati mereka begitu saja tanpa salaman. Ia justru terlihat menyalami Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Marsekal Tonny Harjono, sebelum duduk di kursi yang sudah disiapkan protokol.

Tak lama, Presiden Prabowo tiba, dan upacara pun dimulai. Acara ini dihadiri lebih dari 27 ribu personel TNI dan punya agenda besar, yaitu peresmian dan pengukuhan sejumlah satuan baru di darat, laut, dan udara.

Kenapa Momen Ini Jadi Sorotan?

Dalam budaya politik Indonesia, salaman di acara resmi itu bukan cuma formalitas. Gestur ini sering dibaca sebagai tanda hubungan baik atau minimal sopan santun. Jadi, ketika ada pejabat yang "dilewati", apalagi di depan kamera, publik mudah mengaitkannya dengan isu hubungan personal atau politik.

Karena itu, wajar kalau potongan video ini langsung memicu debat di media sosial. Ada yang bilang ini kode politik, ada juga yang santai menganggapnya cuma momen yang kebetulan terekam dari sudut tertentu.

Klarifikasi dari Bahlil Lahadalia

Salah satu yang ikut "dilewati" Gibran adalah Bahlil Lahadalia. Saat dikonfirmasi, Bahlil malah heran kenapa momen itu diributkan.

"Yang ngomong siapa ya?" ujarnya di Kompleks Istana Negara, 11 Agustus 2025.

Bahlil menegaskan, ini cuma soal angle kamera. Bahkan, ia mengungkapkan fakta yang cukup menggelitik: "Saya satu kereta sama Mas Gibran, gimana? Datangnya bareng naik kereta Whoosh, pulangnya juga bareng. Duduknya sebelahan malah. Kok ada aja berita nggak berkualitas itu loh?"

Pernyataan ini seakan mematahkan spekulasi bahwa ada ketegangan di antara mereka. Setidaknya, di luar sorotan kamera, hubungan Bahlil dan Gibran terlihat normal.

Mungkin Memang Faktor Teknis

Kalau dipikir-pikir, ada beberapa alasan teknis yang bisa menjelaskan kenapa Gibran nggak salaman sama AHY atau menteri lainnya saat itu:

1. Protokol acara militer kadang berbeda dengan acara sipil. Bisa jadi Gibran diarahkan langsung ke titik tertentu untuk menyalami tamu prioritas.

2. Sudut pengambilan gambar bisa memengaruhi persepsi. Mungkin ada gestur sapaan non-fisik yang nggak tertangkap kamera.

3. Agenda utama waktu itu adalah peresmian satuan-satuan baru TNI. Salam prioritas wajar diberikan ke jajaran militer sebagai tuan rumah.

4. Dalam situasi ramai, wajar kalau ada yang terlewat tanpa disengaja.

Pada akhirnya, momen "lewati tanpa salaman" ini bisa jadi cuma hasil potongan video yang memancing persepsi. Apalagi kalau melihat penjelasan Bahlil, sepertinya hubungan mereka baik-baik saja.

Tapi di era media sosial seperti sekarang, gestur sekecil apapun bisa dibedah ramai-ramai. Apakah ini drama politik atau cuma kebetulan teknis? Publik bebas menilai. Yang jelas, momen ini sudah menambah daftar panjang "video viral" Gibran yang bikin netizen heboh.