guideku.com - Drama ijazah palsu mantan Presiden Jokowi kini makin panas dan menyeret nama-nama besar. Kali ini, giliran mantan Ketua KPK Abraham Samad yang diseret ke Polda Metro Jaya. Nggak tanggung-tanggung, ia diperiksa selama 10 jam dengan 56 pertanyaan!
Tapi, bukannya nurut-nurut aja, Abraham Samad justru "melawan". Ia dan tim pengacaranya protes keras karena merasa banyak pertanyaan penyidik yang "ngaco" dan keluar dari substansi perkara. Dan yang bikin momen ini makin dramatis? Di luar gedung, puluhan emak-emak menggelar aksi dukungan, lengkap dengan kentongan bambu!
Diperiksa 10 Jam, Ditanya soal Duit Podcast?
Usai pemeriksaan maraton itu, Abraham Samad dan pengacaranya, Daniel Winarta, langsung membongkar kejanggalan yang mereka rasakan. Menurut mereka, banyak banget pertanyaan penyidik yang keluar dari konteks laporan.
Baca Juga
"Dalam surat panggilan itu dituliskan bahwa kejadiannya pada 22 Januari 2025. Sedangkan banyak pertanyaan yang dilontarkan penyidik berada di luar tempus dan lokus delikti (waktu dan tempat kejadian perkara)," ujar Daniel di Polda Metro Jaya, Rabu (13/8/2025) malam.
Contoh pertanyaan ngaco yang paling disorot adalah soal pendanaan podcast milik Abraham Samad.
“Ditanya sumber dana dari mana? Siapa pengelolanya? Apakah berbadan hukum atau tidak? Ini pertanyaannya tidak sesuai dengan surat panggilan,” tegas pengacara lainnya, Gufroni.
Abraham Samad sendiri menilai proses ini sudah melanggar KUHAP dan hak asasi manusia.
'Jaga Orang Baik! Lawan Kriminalisasi!' - Aksi Solidaritas Emak-emak
Nah, di saat Abraham Samad lagi "berperang" di dalam ruang penyidik, di luar gedung suasananya nggak kalah panas. Puluhan emak-emak datang dan "mengepung" Polda Metro Jaya untuk memberikan dukungan.
Mengenakan pakaian sederhana, mereka membawa kentongan bambu dan poster-poster dengan tulisan yang super nyelekit.
“Jaga orang baik! Lawan kriminalisasi!” teriak mereka sambil memukul kentongan.
Poster lain bertuliskan, “Lawan 3I: Kriminalisasi, Polisi, Jokowi!”.
Aksi solidaritas ini nggak cuma diikuti emak-emak. Sejumlah tokoh besar seperti pengacara Todung Mulya Lubis, mantan pimpinan KPK Saut Situmorang, sampai budayawan Eros Djarot juga ikut hadir.
Abraham Samad: 'Kita Harus Melawan!'
Mantan pimpinan KPK ini menegaskan kalau ia akan terus melawan apa yang ia anggap sebagai upaya kriminalisasi. Baginya, ini bukan lagi cuma soal membela diri sendiri, tapi soal menjaga kebebasan berpendapat di negeri ini.
"Kalau ini terus dibiarkan tanpa ada perlawanan, saya khawatir orang-orang tidak lagi berani memberitakan hal-hal yang sifatnya meluruskan sebuah perkara. Kita harus melawan agar ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” pungkasnya.
Mengingat Lagi Akar Dramanya
Biar nggak lupa, Gengs, semua ini berawal dari laporan Roy Suryo cs yang meragukan keaslian ijazah S1 Jokowi dari UGM. Jokowi kemudian melaporkan balik atas dugaan fitnah, dan total ada 12 nama yang jadi terlapor, termasuk Abraham Samad.
Polisi sendiri sudah memeriksa Jokowi dua kali dan bahkan sudah menyita ijazah SMA dan S1-nya untuk diuji di laboratorium forensik.
Kini, dengan perlawanan keras dari Abraham Samad dan dukungan dari para aktivis serta "pasukan emak-emak", drama ijazah ini sepertinya masih akan terus berlanjut dengan episode-episode yang makin panas.
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya