guideku.com - Belakangan ini, lini masa media sosial X rame banget bahas soal gaji anggota DPR yang disebut bisa Rp3 juta per hari. Topik ini trending sejak Kamis (14/8/2025) setelah pernyataan anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, yang bilang kalau penghasilan wakil rakyat bisa tembus Rp100 juta per bulan.
Kebayang nggak, sehari bisa kantongin Rp3 juta? Nggak heran publik langsung panas, karena jumlah segitu jauh banget dibanding pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia.
Rincian Gaji dan Tunjangan DPR
Biar lebih jelas, gaji anggota DPR itu nggak cuma gaji pokok, tapi ditambah tunjangan segambreng.
Gaji pokoknya:
- Anggota DPR: Rp4.200.000
- Wakil Ketua DPR: Rp4.620.000
- Ketua DPR: Rp5.040.000
Tunjangan-tunjangan lain:
- Tunjangan istri/suami: 10% dari gaji pokok (Rp420.000 untuk anggota biasa)
- Tunjangan anak: 2% dari gaji pokok, maksimal dua anak
- Tunjangan jabatan: Rp9.700.000 (anggota biasa)
- Tunjangan beras: Rp30.090 per jiwa, maksimal empat jiwa
- Tunjangan PPh: Rp2.699.813
- Uang sidang/paket: Rp2.000.000
Masih ada lagi nih, tunjangan "kelas berat":
- Kehormatan: Rp5.580.000
- Komunikasi: Rp15.554.000
- Peningkatan fungsi pengawasan: Rp3.750.000
- Bantuan listrik dan telepon: Rp7.700.000
- Asisten anggota: Rp2.250.000
Kalau dihitung-hitung, seorang anggota DPR bisa bawa pulang sekitar Rp54 juta per bulan (dengan asumsi punya istri dan dua anak). Itu belum termasuk fasilitas lain kayak perjalanan dinas, pemeliharaan rumah dinas, sampai jaminan kesehatan.
Sebagai perbandingan, UMR Jakarta 2025 cuma Rp5,39 juta, bahkan di Jawa Tengah lebih kecil lagi, Rp2,16 juta. Jadi, selisihnya jauuuh banget.
Benarkah Naik Jadi Rp3 Juta Sehari?
Nah, isu "naik gaji" ini makin ramai karena ada info anggota DPR periode 2024–2029 dapat tambahan tunjangan Rp50 juta per bulan sebagai kompensasi rumah dinas yang sudah dikembalikan ke negara.
Jadi ceritanya, sejak Oktober 2024, anggota DPR nggak lagi dapet fasilitas rumah jabatan. Sebagai gantinya, dikasih uang tunjangan rumah. Nah, inilah yang bikin angka penghasilan mereka makin gendut.
Tapi, Ketua DPR Puan Maharani buru-buru klarifikasi. Dia tegas bilang nggak ada kenaikan gaji pokok. Yang ada cuma kompensasi rumah dinas tadi. Jadi kalau ada yang nyebut Rp90 juta per bulan atau Rp3 juta per hari, menurut Puan itu misleading.
Kritik Pedas dari Pengamat
Meski Puan udah kasih penjelasan, tetap aja publik nggak puas. Banyak yang menilai, tambahan tunjangan rumah tetap aja berarti "pendapatan naik".
Pengamat politik Ray Rangkuti bahkan bilang, kenaikan ini kayak meledek kesulitan rakyat. Menurut dia, di saat mayoritas orang Indonesia lagi susah cari duit buat kebutuhan sehari-hari, wakil rakyat malah sibuk menikmati gaji gede.
Ray juga nyindir kalau kebijakan ini bikin DPR makin "ngantuk" alias kurang kritis ke pemerintah. Ia bahkan mengingatkan soal istilah jadul di zaman Orde Baru: DPR 5D (datang, duduk, dengar, diam, duit).
Selain itu, Ray menilai langkah ini kontradiktif sama program efisiensi anggaran pemerintah. Banyak dana daerah dipangkas, pajak rakyat dinaikkan, tapi pejabat justru makin sejahtera.
Jadi, Intinya Gimana?
Kalau ditanya apakah benar gaji DPR naik jadi Rp3 juta per hari, jawabannya: nggak ada kenaikan gaji pokok, tapi ada tambahan tunjangan rumah Rp50 juta per bulan karena fasilitas rumah dinas dihapus.
Artinya, secara total penghasilan mereka memang bisa lebih besar dari periode sebelumnya. Jadi kalau disebut "naik" juga ada benarnya, meski DPR nyebutnya "kompensasi".
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya