Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:15 WIB

guideku.com - Ada sebuah drama "sultan apes" yang lagi viral banget di media sosial. Sebuah mobil mewah Lamborghini Murcielago putih ringsek parah setelah mengalami kecelakaan tunggal di Tol Kunciran, Tangerang. Momen mobil seharga miliaran itu "cium" pembatas jalan sontak jadi tontonan dan bahan "gorengan" netizen.

Alih-alih bersimpati, netizen justru ramai-ramai melontarkan sindiran pedas. Dan kini, sang pengemudi berinisial ES (37) nggak cuma harus pusing mikirin biaya perbaikan mobilnya, tapi juga terancam sanksi ganda!

Kronologi 'Tarian Maut' si Banteng Putih

Misteri di balik ringseknya Lambo ini akhirnya dibongkar oleh polisi. Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, insiden ini murni karena si pengemudi kehilangan kendali.

Jadi, pada Minggu pagi (17/8), ES sedang melaju dari arah Benda menuju Serpong di lajur paling kanan. Tiba-tiba, supercar itu oleng.

"Kemudian menabrak guardrail di kiri jalan, lalu banting stir ke kanan, menabrak pembatas di kanan jalan," ujar Ojo, Selasa (19/8/2025).

Sebuah "tarian maut" oleng kiri-kanan yang berakhir dengan mobil hancur di bagian depan dan belakang. Untungnya, nggak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Apesnya Gak Cuma Satu: Siap-siap Kena Sanksi Ganda!

Nah, meskipun nggak ada korban, masalah ES belum selesai. Justru baru dimulai. Polisi sudah menjadwalkan pemanggilan untuknya, dan ada dua sanksi yang sudah menanti.

Wajib Ganti Rugi Kerusakan Tol: Ini yang pertama. Karena sudah merusak fasilitas publik (pembatas jalan), ES diwajibkan membayar ganti rugi kepada pengelola tol. Nilainya? Nanti bakal dihitung sama pihak pengelola. "Bayar kerusakan jalan ke pengelola tol," tegas Ojo.

Ancaman Tilang Menanti: Ini sanksi kedua. Polisi bakal ngecek kelengkapan surat-surat kendaraan ES. Kalau ternyata SIM-nya mati, STNK-nya nggak ada, atau ada pelanggaran lain, sanksi tambahan berupa tilang akan langsung diterapkan.

'Pengadilan' Netizen yang Lebih Kejam dari Tilang

Di saat polisi sibuk mengurus sanksi hukum, "pengadilan" netizen di media sosial justru berjalan lebih cepat dan lebih kejam.

Melihat video Lambo ringsek itu, bukannya prihatin, mereka malah melontarkan sindiran-sindiran pedas.

"Gak apa-apa, bukan rakyat jelata korbannya," tulis seorang warganet.

"Orang kaya lagi merayakan KEMERDEKAAN," sindir yang lain, menyoroti kejadian yang pas banget di tanggal 17 Agustus.

Sindiran ini seolah jadi cerminan dari sentimen publik. Banyak yang merasa "biasa aja" atau bahkan sedikit "senang" saat melihat kemewahan yang dipamerkan di jalan raya berakhir apes, apalagi kalau tidak menimbulkan korban dari masyarakat biasa.

Pelajaran dari 'Banteng' yang Ringsek

Gengs, kasus ini jadi pelajaran penting. Punya mobil kenceng dan mahal itu memang keren. Tapi, kalau nggak diimbangi dengan skill mengemudi yang mumpuni, supercar seharga miliaran itu bisa berubah jadi "peti mati" berjalan dalam sekejap.

Dan tentu saja, jadi pengingat juga bahwa di jalan raya, sekaya apa pun kamu, hukum dan aspal tetap berlaku sama untuk semua. Salah langkah sedikit, siap-siap aja jadi bahan nyinyiran netizen se-Indonesia.