Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Kamis, 21 Agustus 2025 | 08:00 WIB

guideku.com - Di tengah hebohnya isu kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI, muncul satu suara yang beda dan super nyelekit. Siapa lagi kalau bukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bukannya ikut-ikutan ngamuk, Ahok justru melontarkan sebuah "tantangan maut" yang dijamin bikin para wakil rakyat kita auto keringet dingin.

Menurut Ahok, gaji anggota dewan mau dinaikin sampai Rp 1 miliar sebulan pun nggak masalah. Tapi, ada satu syarat mutlak yang harus mereka penuhi: berani buka-bukaan soal penggunaan anggaran mereka ke publik!

Dalam pernyataannya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/8/2025), Ahok dengan gaya blak-blakannya yang khas langsung menohok ke jantung masalah.

"Kalau saya, anggota dewan mau gaji Rp1 miliar sebulan, saya oke. Tapi kamu buka dong anggaran kamu semua. Kementerian semua, anggaran dibuka, dong," tantang Ahok.

Logikanya simpel banget. Uang yang dipakai buat gaji dan semua fasilitas DPR itu kan datangnya dari pajak kita. Jadi, kita sebagai "pemilik modal" berhak tahu duit kita dipakai buat apa aja.

"Biar kita tahu setiap sen pajak yang kita bayar dipakai ke mana aja. Nah, sekarang kan lo enggak mau buka," sindirnya.

Ahok menegaskan, gaji tinggi itu harus sebanding dengan kinerja. Dan tugas utama DPR, kata dia, adalah mengawasi anggaran pajak rakyat.

"Kamu kalau digaji mahal, enggak apa-apa. Tapi lu buka. [...] Artinya, lakukan tugasnya dong," tegasnya.

Jadi, Beneran Gak Sih Gaji DPR Naik? Katanya Cuma 'Kompensasi' Rumah

Isu kenaikan gaji ini sempat bikin geger karena beredar kabar jumlahnya bisa sampai Rp 3 juta per hari. Ketua DPR RI, Puan Maharani, buru-buru meluruskan kalau ini bukan kenaikan gaji, tapi kompensasi karena sekarang anggota DPR sudah tidak dapat rumah jabatan.

"Enggak ada kenaikan. Hanya sekarang, DPR sudah tidak mendapatkan rumah jabatan, namun diganti dengan kompensasi uang rumah," ujar Puan.

Bongkar 'Slip Gaji' Anggota Dewan: Tunjangan Beras & Bensin Ikut Naik!

Nah, di sinilah ceritanya jadi makin menarik. Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, memang membantah kalau gaji pokok naik. Menurutnya, gaji pokok masih sama, sekitar Rp 6,5 juta sebulan.

TAPI... ia mengakui kalau ada kenaikan di beberapa komponen tunjangan. Dan kenaikannya ini lumayan bikin kita elus dada.

  • Tunjangan Beras: Dari Rp 10 juta/bulan, naik jadi Rp 12 juta/bulan.
  • Tunjangan Bensin: Dari Rp 4-5 juta/bulan, naik jadi Rp 7 juta/bulan.

Adies juga "spill" total gaji plus semua tunjangan (di luar tunjangan rumah) yang diterima anggota DPR. Angkanya? Sekitar Rp 69 juta hingga Rp 70 juta per bulan! Dan itu masih ditambah lagi dengan tunjangan perumahan sebesar Rp 50 juta per bulan.

Kalau ditotal, seorang anggota DPR bisa bawa pulang sekitar Rp 120 juta setiap bulannya!

Pelajaran dari 'Sentilan' Ahok

Tantangan dari Ahok ini sebenarnya bukan cuma soal gaji. Ini soal transparansi dan akuntabilitas. Di saat rakyat biasa harus berjuang dengan biaya hidup yang makin tinggi, sangat wajar kalau kita menuntut para wakil kita untuk lebih terbuka soal bagaimana mereka menggunakan uang yang kita bayarkan lewat pajak.

Jadi, gimana menurutmu? Apakah gaji dan tunjangan sebesar itu sudah sepadan dengan kinerja mereka selama ini? Dan yang paling penting, berani nggak ya mereka nerima tantangan dari Ahok buat buka-bukaan soal anggaran?