guideku.com - Di saat kita semua lagi pusing sama berbagai masalah negara, tiba-tiba muncul sebuah "ide cemerlang" dari salah satu anggota dewan di Senayan yang dijamin bikin kita semua auto garuk-garuk kepala.
Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, dengan super pedenya ngusulin ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) buat nyediain satu gerbong khusus... untuk merokok!
Yup, kamu nggak salah baca. Di tengah kampanye hidup sehat dan aturan ketat soal larangan merokok di transportasi publik, usulan ini sontak viral dan langsung jadi bulan-bulanan netizen.
Bongkar 'Ide Cemerlang' yang Bikin Heboh
Dalam sebuah rekaman rapat yang viral, politisi ini dengan yakinnya menyampaikan idenya. Menurutnya, perjalanan kereta jarak jauh itu lama, dan para perokok butuh tempat khusus.
"Nah paling tidak, ini ada masukan juga, [...] sisakan satu gerbong untuk kafe, untuk ngopi, paling tidak di situ untuk smoking area. Karena banyak kereta ini tidak ada smoking area, Pak Bobby," kata Nasim Khan.
Ia bahkan sangat yakin kalau gerbong ini bakal jadi sumber cuan baru buat KAI.
"Satu (gerbong) saja, untuk kafe dan smoking, karena delapan jam, perjalanan jauh, pak. Saya yakin itu pasti bermanfaat dan menguntungkan buat kereta api," tuturnya.
'Pengadilan' Netizen Dimulai: 'Dia yang Ngomong, Gue yang Malu'
Nggak butuh waktu lama, potongan video ini langsung meledak di media sosial. Dan seperti biasa, "pengadilan" netizen pun langsung digelar di kolom komentar. Alih-alih dapat apresiasi, usulan ini justru panen hujatan.
"Ini asli apa AI? Kalah asli, muak banget serius," komentar akun @bri***.
"Dia yang ngomong, gue yang malu," sindir akun @rpa***.
"Pada adu bobrok," tulis akun @n***, sebuah komentar singkat yang sepertinya mewakili perasaan banyak orang.
Bahkan, ada yang saking geramnya sampai mempertanyakan fungsi DPR itu sendiri.
"Iya pak, saya juga usul DPR kapan dibubarin? Sudah gedeg banget gue," kata akun @luc***.
"Fungsi DPR itu apa kalau cuma remeh temeh aja yang dikasih usulan, enggak ada yang lebih berbobot atau berfaedah apa ya," imbuh akun @sas***.
Padahal Aturannya Udah Jelas Banget, Pak!
Yang bikin usulan ini jadi makin absurd adalah karena aturannya sudah super jelas. PT KAI, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan, melarang keras aktivitas merokok di dalam seluruh rangkaian kereta, tanpa terkecuali.
Ini bukan aturan baru, Gengs. Ini aturan yang sudah bertahun-tahun kita semua patuhi. Pelanggarannya pun nggak main-main. Kalau kamu nekat merokok di kereta, kamu bisa kena denda atau bahkan diturunkan paksa di stasiun terdekat.
Aturan ini dibuat bukan tanpa alasan. Tujuannya jelas: untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan semua penumpang, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan mereka yang punya masalah pernapasan.
Jadi, Ini Sebenarnya Soal Apa?
Usulan dari Nasim Khan ini jelas terasa seperti sebuah langkah mundur. Ini bukan lagi sekadar soal menyediakan fasilitas, tapi soal prioritas. Di saat KAI masih punya banyak PR soal ketepatan waktu, kebersihan, atau penambahan rute, kenapa yang diusulkan justru sesuatu yang bertentangan dengan semangat kesehatan publik dan aturan yang sudah ada?
Kasus ini jadi cermin besar, Gengs. Bahwa kadang, ide-ide yang dilontarkan dari "menara gading" Senayan bisa jadi sangat jauh dari realita dan kebutuhan kita sebagai rakyat biasa.
Jadi, gimana menurutmu? Apakah usulan gerbong rokok ini beneran "bermanfaat"? Atau ini cuma bukti lain dari "adu bobrok"?
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya