guideku.com - Siap-siap buat makin geram sama drama korupsi kuota haji. Di saat jutaan orang nabung puluhan tahun demi bisa ke Tanah Suci, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, baru saja membongkar sebuah "aib" yang super nyesek.
Ternyata, nggak cuma kuota hajinya yang "dipermainkan". Para pejabat, terutama dari Kementerian Agama (Kemenag), diduga dengan santainya memfasilitasi keluarga hingga orang-orang terdekatnya untuk ikut menikmati fasilitas haji yang dibiayai negara, meskipun mereka berangkat pakai jalur Haji Furoda yang super mahal!
Istri, Pembantu, Sampai Tukang Pijat Ikut 'Nebeng'
Ini bagian paling bikin geleng-geleng kepalanya. Menurut Boyamin, yang "nebeng" fasilitas negara ini bukan cuma istri atau anak pejabat. Jatah ini diduga sampai ke orang-orang terdekat mereka.
"Ada juga pembantu dan tukang pijat yang juga dapat jatah dari keluarga itu," ungkap Boyamin saat mendatangi Gedung KPK, Kamis (21/8/2025).
"Nah, itu ada yang ikut berangkat. Bahkan tukang pijat yang biasanya mijitin keluarga pejabat itu juga berangkat ikut pejabat itu," ujarnya.
Modusnya Gimana? Bayar Pribadi, Fasilitas Negara
Biar nggak gagal paham, begini modus liciknya. Para istri, pembantu, dan tukang pijat ini berangkat ke Arab Saudi menggunakan visa Haji Furoda, yaitu haji jalur undangan langsung dari Kerajaan Arab Saudi yang biayanya super mahal dan di luar kuota resmi pemerintah. Artinya, biaya keberangkatan mereka itu bayar pribadi.
TAPI... sesampainya di sana, mereka diduga "nebeng" dan menikmati fasilitas akomodasi (seperti hotel, transportasi, dan katering) yang seharusnya cuma buat jemaah haji reguler atau petugas haji resmi. Fasilitas ini, tentu saja, dibiayai oleh uang negara.
'KEMENAG Loh Ini!', Amukan Netizen Meledak
Tudingan dari MAKI ini sontak meledak di media sosial. Netizen pun ramai-ramai meluapkan kemarahannya.
"Ini kemenag loh. Sekali lagi KEMENAG. Miris sih, yang sudah mengaku agamis ternyata belum tentu mengamalkan nilai-nilai agamanya dengan kehidupan," tulis seorang warganet.
"Orang-orang yang ibadah haji jalur haji Furoda halal nggak tuh, ibadahnya diterima atau enggak? Soalnya caranya jalur salah, menzalimi calon jemaah haji lain yang sudah mengantri pergi haji bertahun-tahun," timpal yang lain.
"Jadi penasaran sama rasa pijatnya, seenak apa sampai dihadiahi fasilitas kayak gitu," cibir akun lainnya, menyoroti soal tukang pijat.
Mengingat Lagi 'Dosa' Utama Korupsi Kuota Haji
"Bancakan" fasilitas ini adalah "bumbu" baru dari skandal korupsi kuota haji 2024 yang sedang diusut KPK. Akar masalahnya adalah saat Indonesia dapat kuota tambahan 20.000, tapi malah dibagi rata 50:50 antara haji reguler dan haji khusus, padahal aturannya 92:8.
Kuota haji khusus inilah yang diduga "diperjualbelikan" secara ilegal dengan "fee" sampai ratusan juta rupiah per kuota, yang uangnya diduga mengalir ke oknum-oknum Kemenag.
Kasus ini jadi cermin paling kelam, Gengs. Di mana sebuah ibadah yang seharusnya jadi puncak spiritualitas, justru dinodai dengan praktik-praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang sangat memalukan. Kita kawal terus kasus ini sampai tuntas!
Tag
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya