Selasa, 07 April 2020
Dany Garjito : Rabu, 15 Januari 2020 | 15:00 WIB

Guideku.com - Belum lama ini kisah penumpang kereta api yang menguras emosi viral di Twitter.

Adalah pengguna Twitter dengan akun @lemineraleale yang menceritakan pengalamannya saat naik kereta dari Bandung ke Jogja.

Dihimpun dari thread Twitter @lemineraleale, berikut kisahnya:

Pulang dari Bandung dalam keadaan patah hati sepatah-patahnya.

Dari check-in sampai masuk gerbong nahan air mata.

Udah duduk, hoodie gua pakai, gue ritsleting sampai kepala, pasang earphone, nangis ketahan takut ketahuan orang.

BTW, dulu gue naik kereta ekonomi yang duduknya berempat.

Viral Kisah Penumpang Kereta, Nangis Karena Patah Hati, Ketawa Gegara Popmie. (twitter.com/lemineraleale)

Nggak lama kereta mulai jalan, kami larut dalam kesibukan masing-masing nggak saling senyum, nggak saling sapa, nggak saling ngobrol, diem senyap gak ada suara.

Satu stasiun, dua stasiun, tiga stasiun, dan stasiun-stasiun selanjutnya lewat gitu aja.

Tepat jam 10 udah hampir keluar dari wilayah Jawa Barat, gue nggak tahan, sakit, banget, undescribeable nyut-nyutnya gue masih coba nahan nangis. Tapi makin ditahan, makin kelihatan kalau gue lagi nangis.

Nggak lama gue denger suara mbak-mbak yang nawarin bantal sama makanan.

Gue pesen teh anget.

Mau nggak mau gue buka hoodie, keliatan lah itu muka gue yang berantakan kusut naudzubillah, hahaha.

Cowok di depan gue (nggak sengaja) lihat gue, dia senyum, kaku banget sumpah, gue bales senyum seadanya.

Gue udah dapet teh anget dan mau balik merenung.

Sampai kemudian gue denger ada yang manggil 'mbak-mbak'.

Gue nengok.

There, cowok depan gue nawarin 'mbak mau Pop Mie juga?'.

Kebetulan gue laper, gue iyain 'rasa soto ya mas'.

Dia ngangguk dan lanjut nawarin dua orang lainnya.

5 Menit kemudian, kami berempat udah megang Pop Mie masing-masing.

Semua kembali senyap, nggak ada obrolan, cuma ada bunyi 'slurp slurp slurp' saut-sautan.

Tiba-tiba...

Cowok sebelah gue kesedak karena coba ngabisin kuah Pop Mie.

Gue tawarin air mineral yang sempat gue beli tadi sebelum ke stasiun.

Dia minum nggaj pakai jeda, bener-bener sekali tarikan nafas.

Gue nyeletuk seenaknya, "Pelan cuy, auuus yak?"

Sambil ketawa kecil, mencoba memecah keheningan, berharap nggak awkward eh dua orang lainnya ikut ketawa.

Setelahnya tiba-tiba aja obrolan kami berempat jadi seru.

Dari basa-basi nanya dari mana mau ke mana, serita ngapain ke/di Bandung, sampai dengan random ngomentari nama lucu stasiun yang kita lewati.

Keakraban itu tercipta gitu aja.

Sejenak gue lupa kalau lagi patah hati, hahaha.

Di situ gue bener-bener ngerasa seneng, kayak sakit yang tadi gue rasa berkurang, berkurang banyak.

Lucunya, kami berempat nggak kenalan dengan bener.

Tanpa sadar nggak ada satu pun yang nyebut nama entah kenapa, ngalir aja obrolannya.

Gue yang baru dipatahin hatinya.

Mas A - depan gue, abis wawancara kerja tapi ternyata nggak ketrima.

Mas B - sebelah gue, stop kuliah milih kerja demi biayain sekolah 4 adiknya.

Mas C - seberang gue, lagi nyari tujuan hidup yang katanya hilang gitu aja.

Tragis.

Kami sama-sama lagi 'luka'.

Nyatanya, beberapa, bahkan mungkin banyak hal nggak berjalan sesuai rencana kita, rencana manusia ya kan?

Tuhan mau tahu sampai seberapa lo bisa ditempa, gimana saat lo jatuh dan cara lo bangkit jadi lebih hebat, lebih kuat keesokan harinya.

Buat apa?

Ya menyambut hal baik dariNya.

Terima kasih Bandung yang tetep bikin rindu meskipun menyisakan luka.

Terima kasih Pop Mie yang bikin kami berempat akrab mendadak.

Terima kasih kereta Pasundan yang jadi saksi bisu gue nahan nangis, nangis sesenggukan sampai ketawa ngakak.

Bdg-Yk, 28 Desember 2017.

Cuitan tentang pengalaman naik kereta ini pun mendapat banyak rspons dari pengguna Twitter yang lain.

"Whoever reads this, I pray that God heals whatever is hurting you," komentar @gabisagitu.

"Kenapa ya Bandung tuh selalu ninggalin luka?" tulis @neomaaysel.

"Jadi inget pernah meweknya di bus TransJakarta dan Primajasa berkali-kali. Ooh that hard days..btw semangat ya, mbak," tulis @SRWRD.

"Hmm, pernah begini. Nahan nangis dari Jakarta-Surabaya, sampai akhirnya nggak tahan dan ditanyain orang sebelah dan dikasih makanan terus ngobrol-ngobrol. Emang strangers kadang-kadang justru bisa sejanak bikin kita lupa akan kesedihan, mbak," tulis @tazmaniaholic.

"Karena 'bernasib' sama, mereka memberikan ketulusan untuk sebuah pertemanan. Nilai yang tak bisa didapatkan dari sebuah pertemuan selain dari traveling. Seringkali ketika perjalanan menggunakan KA, kita bertemu, berbagi pengalaman dan pengetahuan budaya dengan orang baru," tulis @keretaapikita.

Featured with permission.