guideku.com - Siapa sangka, Ariel NOAH juga pernah “ditipu” lagu buatan AI? Tapi tenang, dia tahu banget bedanya!
AI alias kecerdasan buatan sekarang udah makin merajalela. Nggak cuma bantu nulis tugas atau bikin video lucu, tapi juga mulai nimbrung di dunia musik — dari nyusun melodi sampai bikin aransemen lagu. Pertanyaannya: musisi kayak Ariel NOAH, takut nggak sih?
Jawabannya: enggak, tapi waspada.
Dalam obrolan bareng channel YouTube Kemenkumham, Ariel buka-bukaan soal gimana dia ngelihat AI ini. Buat dia, AI itu kayak teknologi lain yang selalu berkembang — kayak kita dulu dari pager pindah ke smartphone.
“AI ini kan kemajuan teknologi. Teknologi itu nggak bisa dihindari. Jadi kita mesti adaptasi. Nggak mungkin kita tolak sih,” kata Ariel dengan nada santai tapi serius.
AI Bisa Niru, Tapi Nggak Punya Rasa
Meski Ariel cukup terbuka sama AI, dia juga jujur bilang: suara dan sentuhan manusia masih belum bisa disaingi. Bahkan, dia sempat dites sama temannya yang ngasih lagu buatan AI tapi pura-pura bilang itu buatan orang.
“Pas dengerin, langsung kerasa: ini mah buatan AI. Nadanya aman banget, terlalu ‘enak’ gitu. Kayak nggak punya rasa.”
Menurut Ariel, AI memang pinter, tapi dia masih ngandelin algoritma yang cari nada-nada umum — beda sama manusia yang bisa kasih sentuhan emosional atau keanehan yang justru bikin unik.
Tapi Ingat, AI Cepat Banget Perkembangannya
Ariel juga sadar, AI berkembang ngebut. Dulu versi 1.0, tahu-tahu sekarang udah 5.0. Karena itu, dia ngingetin: yang paling penting bukan cuma adaptasi, tapi juga regulasi.
“Setiap ada teknologi baru, yang paling penting tuh aturannya. Supaya nggak nyenggol hak orang lain atau bikin rusuh.”
Buat Ariel, bahaya AI bukan cuma soal suara, tapi juga visual. Bayangin aja kalau tiba-tiba ada video deepfake yang nunjukin seseorang ngomong hal yang nggak pernah dia ucapin — bisa gawat, kan?
“Kalau suara saya dipakai orang tanpa izin, pasti saya keberatan juga.”
Royalti Lagu: Dulu Gede, Sekarang Fluktuatif
Selain ngomongin AI, Ariel juga cerita soal pengalaman pahit-manis soal royalti. Buat kamu yang ngira jadi musisi pasti cuan terus, dengerin dulu deh.
Dulu pas Peterpan lagi meledak, royalti yang masuk ya jelas besar. Tapi makin ke sini, apalagi di era digital, ceritanya mulai beda.
“Royalti tuh sangat variatif. Kalau lagunya lama dan nggak diapa-apain, ya pendapatannya turun drastis.”
Baru naik lagi pas NOAH ngaransemen ulang lagu-lagu Peterpan lama sekitar 2022. Jadi intinya: lagu itu kayak bisnis juga — kalau diperbarui dan dipromosiin, baru deh bisa naik lagi pendapatannya.
Royalti Terbesar Datang dari... CD dan Iklan!
Ariel bilang, royalti terbesar yang pernah dia terima justru datang dari mechanical rights alias penjualan fisik (kayak CD) dan iklan. Bukan dari streaming atau perform live.
“Dulu kan CD laku banget. Sekarang udah beda. Streaming itu... ya ampun, jauh banget sama dulu.”
Dan nggak semua lagu gampang dinyanyiin ulang di panggung. Jadi meskipun lagu populer, kadang cuma dinikmati doang, nggak dibawain.
“Kalau buat di panggung susah, ya otomatis performing rights-nya juga kecil.”
Jadi, Intinya Gimana?
Ariel percaya: teknologi harus kita pelajari, bukan dihindari. Tapi tanpa aturan, AI bisa jadi bumerang. Dan buat kamu yang pengin jadi musisi, jangan cuma ngandelin streaming. Pahami juga soal hak cipta, royalti, dan gimana lagu kamu bisa terus hidup di pasaran.
Karena di dunia musik, adaptasi dan pengetahuan itu sama pentingnya kayak bakat.
Kalau kamu pencinta musik dan sempat ngerasa AI bakal “ngebunuh” industri kreatif, mungkin pendapat Ariel bisa jadi reminder: yang penting bukan takut, tapi siap.
Terkini
- Tenteng Barang Ratusan Juta, Gaya 'Sweet Seventeen' Putri AHY Ini Bikin Netizen Auto Iri
- Kangkung Pinkan Mambo Dihargai Rp 150 Ribu, Rasanya 'Kayak Masakan Mama di Rumah Aja'
- Lisa Mariana Ngaku Terima Duit dari Ridwan Kamil Sejak 2021, KPK Selidiki Aliran Dana Korupsi BJB
- Duit Rp 1 Miliar vs Panggilan Haji, Paramitha Rusady Diuji Iman Tingkat Dewa Sesaat Sebelum Berangkat
- Drama Royalti Musik: Ariel Ngadu ke DPR, Dhani Balas Nyinyir di Instagram