Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Sabtu, 23 Agustus 2025 | 13:15 WIB

guideku.com - Sepertinya Pinkan Mambo benar-benar serius mau jadi "ratu" di dunia kuliner kontroversial. Setelah heboh dengan donat dan pisang goreng madu yang harganya bikin dompet menjerit, kini ia kembali dengan menu baru yang nggak kalah bikin dahi berkerut: kangkung balacan seharga Rp 150 ribu per porsi!

Sontak, harga yang super "nggak masuk akal" untuk masakan rumahan ini langsung jadi bahan gunjingan dan tantangan bagi para food reviewer. Salah satunya adalah TikToker Meimei Mecin, yang saking syoknya sampai berulang kali istighfar pas lagi nge-review.

Momen Review yang Bikin Ngakak

Dalam video review-nya yang viral, Meimei Mecin blak-blakan ngaku kalau dia beli kangkung ini murni karena penasaran, meskipun otaknya sudah menolak.

"Lailahailallah kangkung Rp150 ribu. Saya juga enggak tahu ini kenapa saya beli, saya lagi kehilangan logika dan akal sehat. Astagfirullahalazim. Kakak Pinkan Mambo," kata Meimei membuka videonya.

Saat mencicipi, Meimei mengakui kalau rasanya memang enak. Wanginya sedap, terasinya pas, dan pedasnya nendang. Tapi, apakah rasanya sepadan dengan harganya?

"Enak, kayak kangkung. Cuma ya enggak Rp150 ribu juga. Kak Pinkan!" ucapnya sambil tertawa. "Kayak masakan mama-mama rumahan aja. Enak enggak? Enak. Sumpah kagak bohong, enak. [...] Tapi harganya enggak cocok, tahu enggak?"

Saking nggak percayanya, Meimei sampai berkelakar, "Ini kalau beli di Shopee sudah diretur nih."

Ternyata, nggak cuma Meimei yang penasaran. Kanal YouTube Anak Kuliner juga ikut "menyidang" masakan Pinkan Mambo. Dan hasilnya? Lebih banyak kekecewaan.

Ayam Woku (Rp 250 Ribu): Rasanya dinilai lebih mirip Ayam Rica-rica. "Kalau biasa gua makan ayam woku kayaknya kurang rasa ayam wokunya gitu. Kurang kunyit," kata Adit, salah satu host-nya.

Ikan Teri Dabu-dabu (Rp 250 Ribu): Rasanya lebih mirip Sambal Matah karena terlalu banyak irisan bawang merah mentah.

Capcay (Rp 150 Ribu): Ini yang paling parah. Penampilannya dinilai "pucat" dan isiannya cuma sawi dan bakso tepung. "Lebih menarik capcay Menteng gerobakan," sindir Adit.

Kesimpulan Akhir: 'Overpriced!'

Setelah mencicipi semua menu, kesimpulan dari Anak Kuliner sangat telak. Meskipun rasanya nggak bisa dibilang "nggak enak", tapi kualitas dan cita rasanya sangat tidak sepadan dengan harga yang harus dibayar.

"Ini bukan bakso berkualitas, tepung. Menurut kita ini sih overpriced sih," tegas Felix, pemilik kanal.
Adit bahkan menambahkan, "Makan di Solaria, Rp 300.000 elu juga sudah megap-megap."

Jadi, Ini Strategi Marketing atau Beneran Gak Pake Nalar?

Drama kuliner Pinkan Mambo ini jadi pelajaran yang menarik. Di satu sisi, strateginya untuk memasang harga fantastis ini terbukti berhasil bikin semua orang penasaran dan membicarakannya. Viralitasnya dapat.

Tapi di sisi lain, saat produknya sudah di tangan konsumen dan reviewer, kualitas tetap nggak bisa bohong. Kalau rasa dan kualitasnya nggak sebanding dengan harga, alih-alih dapat pelanggan setia, yang didapat justru citra "overpriced" dan jadi bahan lelucon.

Jadi, menurutmu, apakah ini strategi marketing yang jenius, atau Pinkan Mambo memang sedang "kehilangan logika dan akal sehat"?