Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Rabu, 09 Juli 2025 | 09:00 WIB

guideku.com - Gengs, pernah nggak sih lo lihat temen atau idola yang super berbakat, terus dalam hati mikir, "Coba aja dia nggak sama pacarnya yang sekarang, kariernya pasti lebih gila lagi."? Nah, sentimen kayak gitu lagi rame banget di X (Twitter), dan kali ini korbannya adalah sang diva dangdut, Lesti Kejora.

Ceritanya, ada seorang warganet yang nge-tweet kalau Lesti punya potensi jadi legenda sekelas Elvy Sukaesih, tapi sayang terhalang sama drama rumah tangganya bareng Rizky Billar.

"Bitter truth. Ya karena Lesti itu talented (jadi punya banyak fans). Tanpa Billar, kariernya bisa lebih melejit sebenarnya. Mungkin bisa mencapai level Elvy Sukaesih atau malah melebihi. Sayang drama rumah tangganya bikin dia punya haters," kata netizen tersebut, dikutip Rabu (9/7/2025).

Intinya, si netizen ini bilang kalau Rizky Billar itu "beban" buat karier Lesti. Tentu aja, Rizky Billar nggak tinggal diam. Dia langsung turun gunung ke timeline dan nge-spill pembelaan panjang lebar.

Tapi uniknya, balasan Billar ini bukan sekadar curhatan emosional. Ini literally kayak kuliah singkat soal strategi bisnis dan karier yang bisa kita contek ilmunya. Yuk, kita bedah "materi kuliah" dari Rizky Billar ini!

Debat "Bakat vs Strategi": Apa Kata Rizky Billar?

Billar nggak ngebantah kalau Lesti itu bertalenta. Tapi, dia ngasih perspektif lain yang bikin kita auto mikir. Menurutnya, di industri hiburan yang kejam ini, bakat aja nggak cukup buat bertahan, apalagi jadi legenda.

Cuitan Rizky Billar.[Tangkap Layar/x]

"Lu gak bisa compare ke Legenda Dangdut karena lu enggak tahu in the future apa yang akan terjadi," balas Billar, sebelum nge-spill kartu AS-nya. Dia bilang, justru setelah sama dia, "mesin uang" Lesti jadi makin ngebut. Gimana caranya?

1. Negosiasi Ulang "Potongan Gaji"

Ini ilmu dasar tapi sering dilupain. Billar ngaku kalau dia bantu Lesti negosiasi ulang kontrak sama manajemennya, sampai potongannya berkurang hampir setengah. Buat kita? Ini pelajaran penting: kenali valuasimu dan jangan takut negosiasi! Entah itu soal gaji, fee proyek, atau bagi hasil, pastiin kamu dapet bagian yang adil.

2. Bikin "Kerajaan Bisnis" Sendiri (Leslar Holding)

Ini nih yang paling keren. Daripada Lesti cuma jadi "pemain" alias penyanyi, Billar ngajak bangun "lapangan"-nya sendiri. Mereka bikin Leslar Holding, rumah produksi sendiri, dan narik banyak brand gede. Artinya, Lesti nggak cuma dapet duit dari nyanyi, tapi juga sebagai pemilik bisnis.

"Talenta tanpa memiliki strategical justru akan stuck di situ-situ saja bro, dan akhirnya terjebak di zona nyaman," sindir Billar.

Mic drop! Pelajaran buat kita: jangan cuma andelin satu skill. Pikirin gimana caranya skill itu bisa jadi bisnis, produk, atau layanan yang punya nilai jual lebih tinggi.

3. Upgrade Jabatan: Dari Penyanyi Jadi Komisaris

Setelah menikah, Lesti nggak cuma nambah aset kayak rumah dan mobil, tapi juga jabatan. Di Leslar Holding, dia duduk sebagai Executive Producer dan Komisaris. Ini bukan cuma soal gengsi, tapi soal kontrol dan visi jangka panjang. Dia ikut nentuin arah bisnis, bukan cuma jadi orang yang disuruh-suruh.

Pesan tersiratnya buat kita? Terus upgrade diri. Kalau hari ini kamu jago nulis, besok belajar jadi editor. Kalau hari ini jago desain, besok belajar manajemen proyek. Jangan mau stuck di satu peran doang.

Jadi, Pasangan Itu Beban atau Booster Karier?

Debat Lesti-Billar ini ngasih kita cerminan soal hubungan modern. Pasangan yang ideal itu bukan yang cuma modal "aku sayang kamu", tapi yang bisa jadi partner in crime buat tumbuh bareng. Seseorang yang bisa melihat potensimu dan ngasih strategi buat mencapainya, bukan malah narik kamu ke bawah.

Billar sendiri sadar kalau perjalanan Lesti masih panjang banget. Usianya baru 25 tahun!

"Siapa tahu beberapa tahun yang akan datang dia bisa jadi pengusaha dengan perusahaan valuasi Unicorn aamiin sambil nyelipin doa," tutupnya.

Pada akhirnya, kita mungkin nggak akan pernah tahu 100% apa yang terjadi di balik layar rumah tangga mereka. Tapi satu hal yang pasti, debat ini ngasih kita perspektif berharga: bakat itu modal, tapi strategi adalah kemudi. Tanpa kemudi yang benar, kapal sebagus apa pun bisa nabrak karang atau muter-muter di tempat yang sama.

Gimana menurut lo, Gengs?