guideku.com - Buat para PINK BLOOD, khususnya NCTzen, pasti udah nggak asing lagi dong sama nama Taeil? Mantan member NCT ini belakangan jadi sorotan, sayangnya bukan karena prestasi atau karya terbarunya, tapi karena kasus hukum yang cukup serius.
Yuk, kita bedah tuntas rangkuman lengkap dan fakta-fakta terbaru seputar kasus pemerkosaan yang menjerat Taeil ini!
Perjalanan Kasus: Dari Tuduhan Sampai Sidang Perdana
Kasus ini pertama kali bikin geger jagat K-Pop pada bulan Juni tahun lalu. Taeil bersama dua rekannya, Lee dan Hong, dituduh ngelakuin pelecehan seksual terhadap seorang turis asing yang sedang dalam kondisi nggak sadar karena pengaruh alkohol. Kabar ini tentu bikin banyak pihak terkejut, apalagi Taeil dikenal sebagai idol yang jarang diterpa gosip miring.
Setelah laporan masuk, kepolisian langsung gerak cepat. Taeil dipanggil untuk pemeriksaan pada bulan Agustus, dan kasusnya diserahkan ke jaksa pada September. Yang menarik, permintaan surat perintah penangkapan untuk Taeil sempat ditolak pengadilan. Alasannya, para pelaku mengakui perbuatan mereka, sehingga dianggap nggak perlu penangkapan.
Meskipun udah jadi tersangka, Taeil masih sempat beraktivitas. Ia bahkan ikut acara fan meeting NCT 127 dalam rangka ulang tahun ke-8 mereka. Padahal, ia belum ngasih tahu publik soal tuduhan ini, yang kemudian jadi bulan-bulanan kritik.
Barulah pada Oktober 2024, SM Entertainment, agensinya saat itu, ngumumin kalau kontrak eksklusif Taeil udah diputus per tanggal 15 Oktober karena hilangnya kepercayaan dan kasus kriminal yang sedang berjalan.
Nah, menjelang sidang perdana, sempat ada rumor yang beredar di April tahun ini. Taeil kedapatan nongkrong dan minum-minum bareng teman-temannya di sebuah restoran. Salah satu temannya bahkan sempat bilang, "Adik saya (dongsaeng) lagi susah, jadi jangan difoto, ya."
Kelakuannya ini sempet jadi omongan, karena dianggap kurang etis mengingat ia sedang menghadapi kasus berat.
Sidang perdana yang awalnya dijadwalkan pada 12 Mei, akhirnya ditunda ke 18 Juni. Konon, penundaan ini karena alasan keamanan, karena ada persidangan mantan presiden Yoon Suk Yeol di tanggal yang sama.
Di Ruang Sidang: Pengakuan dan Pembelaan
Pada 18 Juni, Taeil akhirnya muncul di Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Dia dateng dengan tenang, ngehindarin wartawan. Pas ditanya soal pekerjaannya, dia bilang, "Saya dipecat dari agensi setelah bekerja sebagai penyanyi. Saya sekarang sedang bekerja paruh waktu untuk menyambung hidup."
Yang paling mengejutkan, Taeil dan kedua rekannya mengakui semua tuduhan. "Saya mengakui semua tuduhan," kata Taeil.
Pengacara Taeil pun coba minta keringanan hukuman tujuh tahunnya. Mereka bilang kalau Taeil udah ngungkapin penyesalan tulus lewat pengacara publik ke korban, dan korban pun udah menerima permintaan maafnya.
Pengacara juga nekenin kalau Taeil udah nyerahin diri secara sukarela, ikut edukasi pencegahan kekerasan seksual, dan jalanin konseling psikologis. Mereka juga nyebut soal kesulitan fisik dan finansial Taeil setelah kecelakaan lalu lintas sebelumnya, serta rekam jejak bersihnya yang enggak pernah terlibat skandal sejak debut di usia muda, dan aktif dalam kegiatan amal.
"Dia sekarang bekerja di restoran temannya untuk membantu keluarga," tambah sang pengacara.
Tapi, jaksa nggak goyah. Mereka menolak permohonan itu dengan bilang, "Karena pengakuan itu diberikan setelah dilakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap terdakwa, hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai penyerahan diri secara sukarela dan karenanya tidak cukup untuk mengurangi hukuman."
Dalam pernyataan terakhirnya, Taeil bilang, "Saya minta maaf ke semua orang yang kecewa dengan saya. Kalau diberikan keringanan, saya akan menganggap ini sebagai kesempatan terakhir dalam hidup saya dan mendedikasikan diri untuk berkontribusi positif ke masyarakat."
Vonis Hukuman: Akhir dari Babak Pertama
Akhirnya, pada 10 Juli, Pengadilan Distrik Pusat Seoul Divisi Kriminal 26 menjatuhkan vonis. Taeil dan dua terdakwa lainnya divonis tiga tahun enam bulan penjara karena melanggar Undang-Undang Kasus Khusus Mengenai Hukuman Kejahatan Seksual (Pemerkosaan Berat).
Selain itu, mereka juga diwajibkan ngejalanin 40 jam pendidikan kekerasan seksual dan dikenakan larangan bekerja selama lima tahun di lembaga yang melibatkan anak-anak atau remaja.
Meskipun Taeil dan rekannya mengakui perbuatannya, pengadilan menolak permintaan keringanan hukuman karena pengakuan itu dilakukan setelah penggeledahan dan penyitaan. Tapi, pengadilan juga mempertimbangkan fakta bahwa ini adalah pelanggaran pertama mereka dan korban nggak pengen ngelanjutin tuntutan sebagai faktor yang meringankan.
Awalnya, Taeil nggak ditahan selama persidangan, tapi ia langsung ditahan setelah pembacaan vonis. Ini jelas jadi pukulan telak buat Taeil dan menandai babak baru dalam hidupnya.
Terkini
- Tenteng Barang Ratusan Juta, Gaya 'Sweet Seventeen' Putri AHY Ini Bikin Netizen Auto Iri
- Kangkung Pinkan Mambo Dihargai Rp 150 Ribu, Rasanya 'Kayak Masakan Mama di Rumah Aja'
- Lisa Mariana Ngaku Terima Duit dari Ridwan Kamil Sejak 2021, KPK Selidiki Aliran Dana Korupsi BJB
- Duit Rp 1 Miliar vs Panggilan Haji, Paramitha Rusady Diuji Iman Tingkat Dewa Sesaat Sebelum Berangkat
- Drama Royalti Musik: Ariel Ngadu ke DPR, Dhani Balas Nyinyir di Instagram