guideku.com - Kabar ini bisa bikin darah kita sebagai Warga Negara +62 mendidih, tapi juga bangga di saat yang bersamaan. Film animasi kebanggaan Indonesia, Jumbo, sukses besar sampai memecahkan rekor sebagai film animasi terlaris se-Asia Tenggara. Keren banget, kan?
Tapi, di tengah euforia itu, ada "senggolan" nggak sedap dari negeri jiran, Malaysia. Bukannya ikut ngasih selamat, sebuah media dan oknum reviewer di sana justru melontarkan hinaan dengan memplesetkan judul Jumbo menjadi "Jubo", sebuah kata yang artinya sangat kasar (lubang pantat) dalam bahasa Melayu.
Banyak yang menduga, aksi nggak sportif ini adalah bentuk "panas dingin" karena film-film mereka gagal total saat mencoba peruntungan di bioskop Indonesia.
Awal Mula 'Senggolan' Maut
Drama ini jadi sorotan setelah sebuah media Malaysia, BuzzPop TV, merilis konten yang dianggap merendahkan. "BuzzPop baru-baru ini membuat netizen Indonesia geram karena telah menghina film animasi terbaik Indonesia yaitu 'Jumbo' dengan memplesetkan namanya menjadi 'Jubo'," ungkap narasi dalam sebuah video viral, Rabu (16/7/2025).
Nggak cuma itu, seorang reviewer Malaysia juga ikut-ikutan mancing keributan. Dengan gestur meremehkan, dia ngasih ulasan negatif sambil secara terang-terangan bilang selera penonton Indonesia itu "level bocah".
"Kamu level bocah saja. Cah! Bocah!" ujarnya dalam video ulasannya. Sebuah hinaan yang jelas-jelas nggak berdasar dan cuma nunjukkin sentimen negatif.
'Dendam' karena Filmnya Gagal Total di Sini?
Kenapa sih mereka bisa sampai segitunya? Nah, banyak yang mengaitkan ini dengan kegagalan film-film Malaysia untuk menembus pasar Indonesia. Contoh paling telak adalah film aksi mereka, Blood Brothers: Bara Naga.
Di negaranya sendiri, film ini mungkin laris. Tapi saat tayang di Indonesia? Angkanya bikin nyesek. Film ini dilaporkan cuma bisa meraup 1.647 penonton. Coba bandingkan dengan Jumbo yang di tanah air tembus lebih dari 10 juta penonton.
Jomplang banget, kan?
Kegagalan inilah yang sepertinya sulit diterima oleh sebagian pihak di sana. Bukannya introspeksi, mereka malah melampiaskannya dengan cara menghina karya yang sukses.
Ironi Tingkat Dewa: Mau Boikot, Padahal Film Kita Laris di Sana
Sikap ini makin kelihatan aneh saat sebagian netizen Malaysia justru menyerukan aksi boikot terhadap film Jumbo yang tayang di negara mereka.
Padahal faktanya, film-film Indonesia justru disambut hangat dan sering banget mendominasi bioskop-bioskop Malaysia. Sebut saja film horor atau drama kita yang selalu jadi box office di sana.
Sutradara Mereka Justru Ngaku Kalah Kualitas
Di tengah semua drama ini, ada satu suara jujur yang datang dari pelaku industri film Malaysia sendiri. Sutradara Syafiq Yusof, yang karya-aryanya juga belum berhasil di Indonesia, secara ksatria mengakui kalau level perfilman Indonesia memang sudah jauh di atas mereka.
"Sejujur-jujurnya, karena film aksi Indonesia itu sudah tinggi sangat kualitasnya. Jadi kita orang, pembikin filem Malaysia, harus berusaha untuk bikin sebaik mungkin," ungkap Syafiq.
Ia juga mengakui kalau industri film di Malaysia itu kecil dan jumlah produksinya nggak ada setengahnya dari Indonesia. Pengakuan ini seolah jadi tamparan buat para penghina film Jumbo.
Profesional di industrinya sendiri sudah mengakui keunggulan kita, kok mereka masih sibuk menghina?
Kasus ini jadi bukti nyata, Gengs. Saat karya kita makin diakui dunia, pasti akan ada aja yang nggak suka. Tugas kita? Terus dukung film-film lokal biar makin terbang tinggi, dan biarkan karya yang berbicara!
Terkini
- Tenteng Barang Ratusan Juta, Gaya 'Sweet Seventeen' Putri AHY Ini Bikin Netizen Auto Iri
- Kangkung Pinkan Mambo Dihargai Rp 150 Ribu, Rasanya 'Kayak Masakan Mama di Rumah Aja'
- Lisa Mariana Ngaku Terima Duit dari Ridwan Kamil Sejak 2021, KPK Selidiki Aliran Dana Korupsi BJB
- Duit Rp 1 Miliar vs Panggilan Haji, Paramitha Rusady Diuji Iman Tingkat Dewa Sesaat Sebelum Berangkat
- Drama Royalti Musik: Ariel Ngadu ke DPR, Dhani Balas Nyinyir di Instagram