guideku.com - Kalau ngomongin soal kehidupan artis, kita mungkin langsung kebayang kemewahan, jet pribadi, dan rumah segede istana. Tapi di balik semua itu, ada sebuah kisah yang datang dari keluarga salah satu aktor terkaya di dunia, Jackie Chan, yang dijamin bikin kita semua auto elus dada.
Putri kandungnya, Etta Ng Chok-lam, yang merupakan hasil hubungan di luar nikah, kini justru hidup dalam kondisi yang 180 derajat berbeda. Di saat ayahnya punya harta triliunan, Etta yang kini berusia 24 tahun justru harus berjuang hidup sebagai tunawisma di Kanada.
Hidup di Penampungan dan Antre Makanan Gratis
Kabar yang beredar ini bukan sekadar gosip. Menurut laporan media Tiongkok, QQ, Etta sudah tinggal lebih dari 400 hari di sebuah penampungan tunawisma di Ontario, Kanada.
Baca Juga
Ia bahkan sering banget terlihat ikut antre makanan gratis di posko bantuan sosial, mengenakan pakaian sederhana yang jauh dari bayangan kita soal anak seorang superstar.
Beberapa warga lokal bahkan baru sadar kalau perempuan yang ikut antre itu adalah anak Jackie Chan saat ia harus membuka maskernya untuk verifikasi data. Kebayang nggak sih, betapa ironisnya situasi ini?
Luka Masa Kecil: Dihantui Status 'Anak Haram'
Kenapa bisa sampai begini? Untuk paham, kita harus balik ke masa lalunya yang penuh luka. Etta adalah anak hasil hubungan gelap Jackie Chan dengan mantan ratu kecantikan, Elaine Ng Yi-Lei, pada tahun 1999. Saat itu, Jackie Chan sudah menikah dengan Joan Lin.
Jackie Chan memang pernah secara terbuka minta maaf atas skandal perselingkuhannya itu. Tapi permintaan maafnya ditujukan untuk istri dan keluarga sahnya. Sejak saat itu, ia seolah "menghapus" Elaine dan Etta dari hidupnya, dilaporkan tidak pernah lagi memberikan perhatian atau dukungan finansial.
Tumbuh besar sebagai "anak haram" dari seorang superstar jelas bukan hal yang mudah. Etta sering mengalami perundungan di sekolah dan harus menanggung stigma dari masyarakat.
Lari dari Ibu yang Diduga 'Keras'
Kalau ayahnya "menghilang", apakah ibunya jadi tempat berlindung? Ternyata tidak. Hubungan Etta dengan ibunya, Elaine, juga sangat rumit. Pola asuh Elaine disebut-sebut sangat keras dan penuh tekanan. Media bahkan melaporkan bahwa Elaine sering menghukum Etta dengan cara yang ekstrem, seperti memaksanya berlutut atau memberikan hukuman fisik.
Saking tidak tahannya, Etta di usia remajanya sempat memberontak dan melaporkan ibunya sendiri ke polisi sebanyak dua kali karena dugaan kekerasan.
Pernyataan Dingin dari Ayah dan Anak
Rasa sakit hati dan penolakan ini sepertinya sudah mendarah daging. Pada tahun 2015, saat diwawancarai media Inggris, Etta pernah memberikan pernyataan yang dingin namun tegas soal ayahnya.
“Saya tidak marah pada ayah saya, tapi saya juga tidak pernah ingin bertemu dengannya,” ujarnya kala itu. Sebuah kalimat yang menunjukkan betapa dalamnya luka yang ia rasakan.
Kini, setelah pindah ke Kanada melalui program suaka untuk individu LGBTQ+, perjuangan Etta berlanjut. Ia harus bertahan hidup dengan kerja serabutan, hubungannya dengan pasangannya kandas, dan ia bersumpah tidak akan pernah kembali ke Hong Kong, memutuskan total hubungannya dengan sang ibu.
Kisah Etta Ng ini adalah potret kelam di balik gemerlapnya dunia hiburan. Ini bukan cuma soal ayah yang tidak bertanggung jawab, tapi juga soal luka batin seorang anak yang sejak lahir merasa tidak diinginkan dan tidak diakui.
Pertanyaan terbesarnya sekarang, apakah Jackie Chan tahu kondisi putrinya yang memprihatinkan ini? Dan jika tahu, apakah hatinya tidak tergerak sama sekali?
Terkini
- Tenteng Barang Ratusan Juta, Gaya 'Sweet Seventeen' Putri AHY Ini Bikin Netizen Auto Iri
- Kangkung Pinkan Mambo Dihargai Rp 150 Ribu, Rasanya 'Kayak Masakan Mama di Rumah Aja'
- Lisa Mariana Ngaku Terima Duit dari Ridwan Kamil Sejak 2021, KPK Selidiki Aliran Dana Korupsi BJB
- Duit Rp 1 Miliar vs Panggilan Haji, Paramitha Rusady Diuji Iman Tingkat Dewa Sesaat Sebelum Berangkat
- Drama Royalti Musik: Ariel Ngadu ke DPR, Dhani Balas Nyinyir di Instagram