Minggu, 16 Agustus 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Senin, 28 Juli 2025 | 20:00 WIB

guideku.com - Kalau kamu tinggal di Jawa Timur atau sering scroll TikTok, pasti udah gak asing lagi sama istilah sound horeg. Yup, dentuman bass-nya yang bikin dada bergetar itu bukan cuma hiburan jalanan biasa, sekarang udah jadi fenomena tersendiri!

Meski dikepung fatwa haram dari MUI dan ancaman regulasi dari Pemprov Jatim, popularitas sound horeg bukannya surut, malah makin ngegas. Bahkan udah lahir "raja" dan "ratu" yang jadi ikon di dunia ini. Siapa aja mereka dan berapa sih biaya bikin atau sewa sound horeg? Yuk, kita bahas bareng!

Raja dan Ratu Sound Horeg, Siapa Aja Mereka?

Raja dan Ratu Sound Horeg (suara.com)

1. Mas Brewog

Nama Mas Brewog udah nggak asing di dunia audio jalanan. Pemilik *Brewog Audio* ini merintis bisnis dari nol sejak 2018 dan sekarang jadi salah satu "sultan" sound horeg paling disegani. Bahkan, Mas Brewog rela gelontorin dana sampai Rp1 miliar buat bangun satu truk sound horeg. Gokil, kan?

2. Riswanda M

Kalau Blitar punya Mas Brewog, Malang punya Riswanda. Dia dikenal sebagai pemilik dan operator sound system legendaris yang dijuluki The King of Radiator Malang. Setiap tampil, nama Riswanda selalu jadi jaminan keramaian.

3. Desi Afrika

Sound horeg bukan cuma milik kaum cowok, lho. Desi Afrika jadi salah satu artis karnaval yang rajin meramaikan parade sound horeg. Gayanya yang unik dan energik bikin suasana makin heboh!

4. Icha Cellow

Icha, yang punya nama asli Icha Cahyani, adalah penyanyi dan konten kreator yang sering tampil di panggung sound horeg. Suaranya yang merdu bersaing seru dengan hentakan bass bikin suasana makin pecah!

5. Sam Memed

Di dunia digital, Sam Memed alias Edi Sound juga nggak kalah ngetop. Dijuluki Thomas Alva Edisound Horeg, dia dikenal karena keahliannya merakit sound system yang bikin kagum netizen. Saking niatnya, dia bahkan sering nggak tidur demi hasil suara yang "nendang banget."

Biaya Bikin dan Sewa Sound Horeg, Emang Semahal Apa?

Punya satu set sound horeg itu kayak punya mobil sport alias mahal banget. Nih gambaran kasarnya:

Paket Sound Horeg:

  • Kelas Hajatan (4–8 Subwoofer): Rp200–300 juta
  • Kelas Menengah (16–24 Subwoofer): Rp500–800 juta
  • Kelas Sultan/Battle (32+ Subwoofer): Bisa tembus Rp1–2 miliar!

Komponen Mahal Lainnya:

  • Power amplifier puluhan ribu watt: Rp60–300 juta
  • Mixer, DSP, kabel, equalizer, dll: Rp20–100 juta
  • Genset 100.000 watt: Rp100–250 juta
  • Truk + box custom: Rp100–200 juta

Beberapa vendor seperti Blizzard Audio bahkan disebut-sebut habisin dana sampai Rp5–10 miliar untuk rig mereka. Gila sih!

Sewa sound horeg-nya juga nggak murah:

  • Mulai dari Rp7 juta untuk paket simpel
  • Puluhan juta kalau mau tambah lighting mewah, DJ, penari jalanan, sampai biduan viral

Tapi ada juga daerah tertentu kayak Ngajum dan Lawang (Jawa Timur) yang kadang ngasih gratisan karena udah anggap sound horeg sebagai hiburan lokal!

Gubernur Jatim Nyusun Regulasi Baru

Meski makin booming, sound horeg juga lagi di ujung tanduk. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, udah nyusun regulasi baru bareng Polda, MUI, dan stakeholder lain. Fokusnya: batasan desibel, supaya gak ganggu lingkungan dan tetap aman.

Menurut Wagub Emil Dardak, aturan ini bakal dirilis sebelum 1 Agustus 2025. Jadi ya, masa depan sound horeg bisa aja berubah drastis tergantung hasil regulasi nanti.

Terlepas dari pro dan kontra, gak bisa dipungkiri kalau sound horeg udah jadi bagian dari budaya hiburan rakyat—khususnya di Jawa Timur. Dari yang sekadar iseng, sampai jadi bisnis miliaran rupiah, komunitas ini tumbuh terus dan melahirkan banyak ikon yang punya fans loyal.

Apakah mereka bisa bertahan di tengah tekanan aturan dan fatwa haram? Atau malah makin kreatif cari cara baru buat tetap eksis?